PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
DI RUMAH SAKIT


Steven segera menguatkan ratu dan membantunya bangun untuk duduk di kursi, sambil menunggu mama diva siuman, karena tadi kata dokter diva belum bisa di jenguk dan harus istirahat dahulu.


Tu....kamu yang sabar ya, tenangkan diri kamu dan silahkan cerita sama aku, jangan pendam beban di hidupmu sendiri (ucap steven lembut dan di balas anggukan oleh ratu)


Perlahan ratu bisa menenangkan dirinya sendiri dan mulai bercerita pada steven, semua kejadian dari awal pertengkaran diva dan astrid sampai mereka bisa luntang lantung di jalanan tengah malam begini hingga diva pingsan sudah di ceritakan secara rinci kepada steven, dan stevenpun mendengarkannya dengan serius dan wajahnya menampakkan kebingungan yang hebat juga eksfresi yang sulit untuk diartikan hingga ratupun menyelesaikan curhatannya.


Jadi begitu kejadiannya ka stev (ucap ratu lirih)


Tapi aku rasa ini ada yang aneh kenapa mereka bisa bertengkar dan memutuskan silaturahmi antara ibu dan anak, itu sangat mustahil sekali (ucap steven tegas)


Karena diva sekarang sudah berubah ka, dia mau bertobat menjadi manusia yang lebih baik lagi, dia sudah tidak menyiksaku ka, dia menyayangiku tulus sekarang, bahkan dia sendiri yang memintaku untuk menyebutnya mamah (ucap ratu)


Apa?...., jadi itu alasannya kamu manggil dia mama, bener bener aneh apa alasan yang membuat dia bisa tiba tiba berubah jadi baik gini, aku curiga deh (ucap steven yang menyipan segudang kecurigaan pada diva)


Sudahlah ka stev, kita jangan berfikiran buruk dulu pada orang lain, aku yakin mama diva bersungguh sungguh ingin berubah, aku bisa melihat kesungguhan di matanya (ucap ratu yang berusaha meyakinkan steven)


Ini nih, yang ngebuat kamu itu mudah buat di tipu sama orang, kamu itu jangan mudah percaya tu, nanti kalo benar dia hanya berpura pura kamu akan sangat kecewa nantinya (ucap steven masih dengan prinsipnya)


Ka tolonglah percaya sedikit saja, jika memang dia tidak tulus menyayangiku, aku juga tidak apa apa ka, aku masih yakin akan ada orang yang bisa menyayangiku dengan tulus nantinya, walaupun itu bukan dari seorang ibu (ucap ratu sambil menatap dinding rumah sakit)


Iya kamu benar tu, dan akulah orangnya yang menyayangimu dengan tulus, walaupun aku tau kita hanya pacar kontrak, yang akan berpisah ketika aku memiliki pasangan, namun itu tidak akan terjadi karena pasanganku adalah dirimu (gumam steven yang mulai mencintai ratu)


Ah...iya iya deh...aku akan berusaha percaya tapi tetap akan menyelidikinya (ucap steven dengan penuh keyakinan)


Iya ka, aku juga tidak akan melarangnya (ucap ratu)


Oh ya tu, kamu mau tinggal di mana sekarang? (tanya steven)


Untuk saat ini aku nginep di rumah sakit aja ka sambil jagain mama, dan nanti kalo mama sudah diperbolehkan pulang aku mau nyari kontrakan sama kampus untuk kuliahku nanti, dan pekerjaan part time (ucap ratu dengan mantap)


Pikiranmu sudah jauh sekali ya tu, tapi gimana dengan ujianmu, kamu udah bolos 1 hari loh dan 2 pelajaran kamu harus ikut susulan, apalagi besok hari terakhir ujian kan, kamu harus fokus belajar (ucap steven)


Iya ka aku tau, tapi gak papa aku bisa menyelesaikan semua ujianku besok sekaligus, dan aku sudah mempersiapkan semuanya sejak jauh jauh hari jadi aku tidak perlu banyak menghafal sekarang, hanya membacanya sekilas saja untuk mengingatnya lebih baik (ucap ratu dengan senyuman manisnya)


Kamu hebat tu, semoga kamu bisa menjadi orang yang sukses di kemudian hari (ucap steven)


Aamiin...terimakasih ka (jawab ratu sambil mengaminkan)


merekapun masuk ke dalam ruang inap diva dan ratu tidur di sofa rumah sakit yang ada di ruangan itu, sementara steven kembali pulang kerumahnya karena masih banyak urusan yang perlu dia lakukan untuk menyiapkan diri masuk ke perkuliahan untuk melanjutkan pendidikannya menempuh S2