
Sepulang kerja Ratu langsung pulang ke rumahnya dan sesampainya di rumah Ratu merasa ada yang aneh karena dia tidak mendapatkan mamahnya yang selalu menyambut kepulangannya, bahkan Ratu pun tidak menemukan mamahnya di dapur akhirnya Ratu mencari keberadaan mamahnya itu di setiap ruangan, namun lagi lagi tetap tidak menemukannya, hingga tinggal satu tempat lagi yang belum dia periksa yaitu kamar mandi, Ratu segera berlari ke kamar mandi dan ternyata dugaannya benar mamah Diva tengah berada di kamar mandi dengan posisi tak sadarkan diri tergeletak di kamar mandi, Ratu begitu kaget dan dia segera berteriak meminta tolong sampai akhirnya ada beberapa orang yang membantunya untuk memapah mamah Diva masuk ke dalam taxi dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Di rumah sakit mamah Diva langsung di bawa ke UGD dan Ratu dengan sabar menunggunya di luar, kini perasaannya benar benar campur aduk dia sangat ketakutan akan terjadi sesuatu pada mamah Diva, karena walau bagaimanapun Ratu sudah saling menyayangi layaknya ibu dan anak kandung, jadi dia sangat takut sekali jika harus kembali merasakan rasanya kehilangan sosok yang dia sayangi untuk ke sekian kalinya.
"Ya allah aku mohon lindungi mamah Diva, sembuhkan dia ya allah," gumam Ratu yang senantiasa berdoa.
Beberapa saat dokter yang memeriksa mamah Diva keluar dari ruangan.
Ratu segera menanyakan keadaan mamahnya.
"Dok..bagaimana keadaan mamah saya ?," tanya Ratu dengan nada yang cemas.
"Untuk saat ini dia baik baik saja, namun saya sarankan ibu anda jangan terlalu banyak pikiran ataupun stress...karena dia memiliki riwayat jantung juga tekanan darah yang tinggi, mohon dijaga juga pola makannya, permisi," ucap dokter menjelaskan lalu pergi.
"Iya dok, terimakasih," jawab Ratu.
Seketika badan Ratu merasa lemas, entah dia harus bahagia karena mamah Diva baik baik saja atau justru terpuruk karena mengetahui penyakit mamahnya sangat berat untuk di sembuhkan, apalagi penyakit jantung itu butuh biaya yang besar untuk mengobatinya dengan keadaan ekonimi yang minim saat ini mana mungkin dia bisa merawat mamah Diva sepenuhnya.
"Maafkan aku mah, aku gak bisa jagain mamah," ucap Ratu pelan lalu mencium tangan mamah Diva.
"Hmmm sebaiknya aku mengurus administrasi dulu," gumam Ratu lalu pergi.
Setelah selesai mengurus administrasi dan membayar semua tagihan obat obatan mamah Diva untuk kedepannya Ratu kembali pergi ke ruang rawat mamah Diva, Ratu dengan setia terus menunggu sampai mamah Diva siuman karena dokter mengatakan jika mamahnya sudah sadar dia bisa pulang, Ratu juga tidak bisa membuat mamahnya terus di rawat di rumah sakit karena uangnya tidak cukup untuk itu, sekarang saja uangnya tinggal beberapa ratus ribu, yang hanya cukup untuk keperluan sehari hari.
"Ya allah bagaimana aku melunasi uang semester kuliah ku, uangnya saja sudah aku gunakan untuk menebus obat mamah," gumam Ratu merasa bimbang.
Karena lelah Ratu tertidur dengan posisi duduk di kursi dan kepala yang tertunduk ke ranjang mamah Diva, sambil tangan yang terus menggenggam tangan mamahnya, mamah Diva mulai sadar dan melihat ke sekeliling ruangan.
"Aku dimana?, ahhh sepertinya ini rumah sakit," gumam mamah diva.
Lalu mamah Diva melihat ke arah Ratu yang masih ketiduran.
"Ratu..maafkan mamah ya nak, mamah selalu merepotkanmu, melihatmu melakukan semua ini untukku, membuat mamah semakin merasa bersalah dan menyesal karena dulu pernah menyiksamu dan membuatmu sengsara, bahkan sampai melenyapkan bi Ani dan bi Ina juga ayahmu, hiks...hiks..maafkan mamah Ratu," ucap mamah Diva pelan sambil mengelus lembut kepala Ratu.