PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
Makan Malam


Sekretaris Han hanya bisa menaikkan kedua alisnya menjawab tatapan mata tuan Randi karena dia juga merasa kaget mendengar nyonya Wulan bertanya masalah cucu kepada tuan Randi karena sebelumnya dia sama sekali tidak pernah membahas mengenai hal tersebut.


Nyonya Wulan menatap heran ke arah tuan Randi juga sekretaris Han yang nampak keheranan dengan pertanyaan yang dia ajukan sebelumnya sedangkan dirinya sendiri tidak merasa aneh dengan hal tersebut.


"Ayolah Randi, ibu hanya ingin kamu cepat berkeluarga ingat usiamu sudah tidak muda lagi dan kamu juga sama Han, berhentilah terus menjaga Randi kamu juga harus fokus pada masa depanmu sendiri, carilah wanita yang kamu sukai di luar sana" ucap nyonya Wulan membuat sekretaris Han semakin terperangah.


"Ba..baik nyonya, terimakasih atas perhatian anda" jawab sekretaris Han dengan gelagapan.


Sedangkan tuan Randi hanya bisa menghembuskan nafas karena masih merasa kaget dan heran dengan perubahan sikap ibunya yang begitu drastis dan terlalu tiba tiba.


Selesai makan malam nyonya Wulan mengajak tuan Randi untuk pergi berjalan jalan menghirup udara segar dan dia hendak membicarakan hal lain dengan tuan Randi secara serius tanpa sekretaris Han.


"Randi jika makanya sudah selesai tolong datang ke taman, ibu akan menunggumu di sana" ucap nyonya Wulan lalu pergi lebih dulu ke sana,


Tuan Randi menatap lagi kepada sekretaris Han.


"Han sebenarnya apa yang terjadi pada ibuku selama di rumah sakit, apa otaknya baik baik saja atau dia terbentur begitu?" Tanya tuan Randi pada sekretaris Han sambil menaikkan sebelah alisnya,


"Tuan saya rasa nyonya Wulan tidak pernah seperti itu saat di rumah sakit dia bahkan banyak diam dan murung, saya juga tidak mengerti mengapa nyonya Wulan bisa berubah begitu?" Jawab sekretaris Han yang juga merasa bingung,


Tuan Randi hanya bisa segera menyudahi makannya dan dia segera pergi menyusul nyonya Wulan ke taman, sesampainya di sana tuan Randi melihat nyonya Wulan seorang diri di dekat bangku taman dengan wajah menghadap ke langit.


Tuan Randi pun menghampiri dan menyapanya.


"Ibu, apa ada yang ingin ibu bicarakan padaku?" Sapa tuan Randi dan langsung bertanya kepadanya,


"Randi kemari sayang lihatlah bintang di langit itu, hari ini langit begitu gelap dan hanya ada satu bintang saja yang menemani bulan malam ini" jawab nyonya Wulan yang membuat tuan Randi kebingungan,


"Bu tolong jangan bertele tele, apa yang mau ibu katakan padaku?" Ucap tuan Randi dengan tegas,


"Randi ibu tau mungkin kamu sudah mengetahui semua rahasia ibu dan ayahmu, kamu juga sudah tau jika ibu ini bukan ibu kandungmu, ibu hanya ingin meminta maaf dengan sungguh sungguh kepadamu" balas nyonya Wulan dengan serius dan senyum tulus di wajahnya,


Randi menghembuskan nafas dan dia memegang kedua lengan nyonya Wulan dengan erat.


"Dengarkan aku Bu, aku memang sudah mengetahui semuanya namun aku juga sudah memaafkanmu jadi tidak ada yang berubah diantara kita, aku harap ibu tidak usah mengkhawatirkan hal seperti itu lagi" jawab Randi membuat nyonya Wulan lebih tenang,


"Terimakasih Randi, terimakasih sudah mau memaafkan ibu tapi ada satu hal lagi yang ingin ibu tanyakan padamu" balas nyonya Wulan membuat Randi penasaran,


"Apa ini mengenai Ratu?" Tanya Randi menduga,


"Hmm...bukan ibu tentang sekretaris Diah. Ibu sudah melihat video rekaman cctv sabotase mobil ibu, kenapa kamu menyembunyikannya dari ibu?" Ucap nyonya Wulan dengan mata yang menyelidik,


"Aahhh....masalah itu, aku sengaja tidak berniat memberitau ibu agar aku bisa menjalankan rencana yang sudah aku buat sendiri untuk menghukumnya, aku takut jika aku memberitau ibu yang ada ibu ingin memenjarakannya namun di penjara saja tidak cukup untuk orang sejahat dia" jawab Randi menjelaskan.


"Ibu percaya padamu sayang, terimakasih karena masih memperdulikan ibu" jawab nyonya Wulan sambil tersenyum.


"Ya sudah ayo kita masuk ke dalam, angin di sini tidak baik untuk kesehatanmu" balas tuan Randi sambil membantu nyonya Wulan mendorong kursi rodanya.


Tuan Randi mengantarkan nyonya Wulan sampai masuk ke dalam kamar dan menidurkan nyonya Wulan di ranjang bahkan menyelimutinya dengan baik, barulah dia keluar dan berbicara pada sekretaris Han.


"Sekretaris Han bagaimana perkembangan mengenai sekretaris Diah sekarang?" Tanya tuan Randi dengan serius,


"Dia masih di bawah pemantauan anak buahmu tuan, dan sepertinya akhir akhir ini sekretaris Diah tengah mengawasi Ratu juga Zidan, saya rasa dia memiliki sebuah rencana" jawab sekretaris Han menjelaskan.


Mendengar itu tuan Randi mulai berpikir dan dia merasa khawatir dengan keselamatan Ratu, dia pun segera memerintahkan sekretaris Han untuk terus mengamati gerak gerik sekretaris Diah dengan ketat.


"Baiklah, suruh anak buah kepercayaanmu itu untuk terus mengawasinya dengan ketat jangan sampai terjadi sesuatu dengan Ratu" balas tuan Randi dengan wajah yang mulai tegang.


Randi hendak masuk ke dalam kamarnya namun sekretaris Han kembali menahan tuan Randi.


"Tunggu tuan" ucap sekretaris Han membuat tuan Randi langsung berhenti dan segera berbalik,


"Apa lagi sekretaris Han?" Tanya tuan Randi,


"Begini perusahaan kita di sana sepertinya sudah kewalahan karena anda tidak ada di sana dan saya juga di sini, sebaiknya salah satu dari kita kembali ke sana untuk berjaga jaga dan mempertahankan perusahaan agar para investor tetap percaya" ucap sekretaris Han menjelaskan.


Nampak tuan Randi berpikir beberapa saat, untuk saat ini Randi tidak mungkin pergi kembali ke sana karena perusahaan di sini juga sedang membutuhkannya, sebab nyonya Wulan belum pulih sepenuhnya masih butuh waktu seminggu untuk penyembuhan nyonya Wulan, tapi di sisi lain perusahaan di sana juga sudah terdesak dan banyak para klain yang memaksa untuk melakukan meeting secara langsung dengannya.


"Aku tidak bisa melepaskan para investor itu saat ini, aku masih membutuhkan mereka untuk mempertahankan posisi keluargaku" gumam tuan Randi berpikir keras.


Akhirnya tuan Randi pun memutuskan untuk membiarkan sekretaris Han kembali lebih awal sekaligus terus memantau perkembangan dari sekretaris Diah, dengan begitu tuan Randi akan mempercepat urusannya di sini agar bisa cepat menyusul juga.


"Baiklah jika begitu kau kembalilah ke sana da urus semuanya dengan baik jangan lupa terus berikan laporan kepadaku tentang sekretaris Diah" ucap tuan Randi membuat keputusan dan memberi perintah,


"Baik tuan saya akan melakukannya" jawab sekretaris Han,


"Tolong urus perusahaan dengan baik aku menaruh kepercayaan besar kepadamu Han, jangan kecewakan aku, dan satu lagi terima Mala untuk bekerja di perusahaan dia akan membantumu sebagai sekretaris selama aku belum kembali" tambah tuan Randi yang membuat sekretaris Han kaget tercengang,


Sekretaris Han membelalakkan matanya dengan cepat dan mulutnya yang terbuka.


"Hah?, Tuan apa anda tidak salah memilih kenapa harus dia yang menjadi wakilku, saya bisa mencari orang lain yang lebih baik" jawab sekretaris Han protes,


"Yang lebih baik memang banyak, tapi yang bisa kita percaya saat ini hanyalah dia, jadi usahakan Mala yang harus bekerja mendampingi mu jangan orang lain!" Ucap tuan Randi dan langsung pergi karena tidak mau menerima penolakkan dari sekretaris Han.