PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
MENCARI RATU


Waktu berlalu begitu cepat kini Ratu memutuskan untuk segera masuk ke kelas keduanya dan setelah selesai mengikuti semua mata pelajaran di kampus hari tepat pukul 13.00 wib Ratu bergegas pergi ke parkiran dan hendak mengayuh sepedanya namun tiba tiba sepedanya susah sekali untuk dikayuh dan rasanya sangat berat Ratu merasa heran karena seperti ada yang aneh di belakangnya dan saat Ratu menengok ke belakang ternyata ada ka Steven yang menahan sepedanya.


"Pantas saja sepedaku mendadak jadi berat, ternyata ada penghianat," ucap Ratu dengan sinis.


"Ratu aku minta maaf, dan kau boleh memanggilku apapun semaumu tapi tolong dengarkan penjelasanku dahulu," ucap Steven sambil memegang tangan Ratu secara tiba tiba.


Ratu langsung menghempaskan tangannya dia sungguh tidak sudi tangannya di genggam oleh seorang penghianat apapun alasannya, jika mendengarkan penjelasannya saat ini pun itu sudah terlambat.


"Maaf tapi saya tidak butuh penjelasan dari anda, silahkan minggir dari hadapan saya, jalan ini terlalu suci untuk diinjak seorang penghianat sepertimu apapun alasannya," ucap Ratu dan dia pergi membawa sepedanya menjauh dari ka Steven.


"Meskipun alasannya demi kebaikan?," tanya Steven berteriak.


Ratu menatap ke belakang sekejam lalu mengabaikan ka Steven dan terus mendorong sepedanya menjauh dari sana hingga keluar dari kawasan kampus, saat sudah sangat jauh dari wilayah kampus Ratu tiba tiba saja terpikir ucapan terakhir ka Steven yang mengatakan alasannya demi kebaikan.


"Dami kebaikan hahahaha....apa dia bercanda, kebaikan macam apa yang rela menggantinya dengan penghianatan," ucap Ratu pelan.


...****************...


Di sisi lain sekretaris Han yang baru saja sampai di ruangannya sampai tak lama masuklah Cici dan memberikan surat pengunduran diri milik Ratu, sekretaris Han tidak langsung membuka surat itu karena dia tau surat itu ditujukan untuk CEO Randi jadi dia tidak berani membukanya apalagi saat bertanya pada Cici dia tidak memberitau surat apa itu dan hanya mengatakan bahwa itu surat dari Ratu salah satu opice grils di sana untuk CEO Randi, sekretaris Han pun mengangguk dan Cici kembali keluar dari ruangannya, sekretaris Han segera pergi menuju ruangan CEO dan dia memberikan surat itu pada Randi, beberapa saat Randu merasa heran dan mengerutkan kedua alisnya bersamaan karena bingung dan bertanya tanya surat apakah itu. Karena penasaran Randi langsung merampasnya dari sekretaris Han dengan kasar lalu segera membukanya dan saat sudah selesai membaca semua isi surat itu Randi langsung merobeknya dan menepuk meja dengan sangat keras, lantas sekretaris Han kaget dan bingung hingga dia langsung bertanya.


"Ada apa tuan?," tanya sekretaris Han merasa cemas.


"Cepat kau cari Ratu si cleaning service itu, kau harus segera menemukannya dan bawa dia kehadapanku," ucap Randi dengan wajah merah penuh amarah.


Tanpa banyak bertanya lagi sekretaris Han langsung berpamitan dan pergi mencari Ratu saat itu juga, sekretaris Han mencari data data Ratu terlebih dahulu dan saat dia sudah mendapatkan semua informasi penting mengenai Ratu termasuk alamat tempat tinggalnya sekretaris Han pun langsung meluncur ke lokasi, pertama dia mendatangi kampus Ratu dan mencarinya di sana dengan bantuan dari para anak buahnya yang disebar di sekitar kampus itu, sekretaris Han juga menanyakan ke beberapa mahasiswa mengenai Ratu namun tidak ada yang mengenalnya akhirnya karena di sana tidak menemukan petunjuk apapun sekretaris Han langsung pergi menuju alamat kediaman Ratu dan sesampainya di sana nampak rumah Ratu masih terkunci dan sekretaris Han meminta dua ajudannya untuk menunggu di depan rumah itu sampai sang pemiliknya pulang, dan tak lupa sekretaris Han juga menunjukkan poto Ratu orang yang harus mereka bawa pada CEO Randi.


Saat baru saja sekretaris Han hendak pergi mamah Diva tiba di rumah dan dia merasa kaget karena rumahnya dijaga oleh dua laki laki bertubuh kekar dan tinggi juga wajahnya yang menyeramkan memakai pakaian seragam seraba hitan dengan peratan canggih di sekitar mereka juga sebuah mobil mewah yang terparkir tak jauh dari rumahnya.


"Ada apa ini, siapa kalian?," tanya mamah Diva memberanikan diri.


"Saya sekretaris Han, sekretaris CEO Randi dari tempat bekerjanya putri anda," jawab sekretaris Han memperkenalkan dirinya.


"Lalu untuk apa kalian di sini, Ratu kan sudah keluar dari sana?," tanya mamah Diva lagi.


"Tuan kami ingin bertemu dengannya jadi kami harus membawanya," jawab sekretaris Han.


"Untuk apa?," tanya mamah Diva lagi.


"Anda tidak perlu tau dan cukup turuti perintah tuan Randi maka kau akan aman," jawab sekretaris Han.


Mamah Diva yang kesal dengan jawaban dari sekretaris Han dia pun tidak memperdulikan orang orang aneh itu dan dia langsung masuk ke dalam rumahnya, mamah Diva sangat bingung harus berbuat apa dan dia tidak bisa membiarkan sekretaris aneh itu membawa Ratu begitu saja, mamah Diva takut dan khawatir mereka bukan orang baik atau hanya berpura pura bahwa mereka dari kantor tampat Ratu bekerja sebelumnya.


"Bagaimana ini apa mereka akan menculik Ratu arghhhh tidak itu tidak boleh terjadi," ucap mamah Diva dengan cemasnya.


Satu satunya cara adalah dia harus menghentikan Ratu agar tidak pulang ke rumah namun bagaimana caranya memberitau hal itu pada Ratu sedangkan ponsel saja dia tidak punya hanya Ratu yang punya ponsel, mamah Diva sudah sangat cemas tapi dia tidak bisa berbuat banyak sampai hari menjelang malam namun Ratu belum pulang juga dan mereka masih setia menunggu di depan pintu rumah Ratu, mamah Diva semakin khawatir takut terjadi sesuatu dengan Ratu sampai tak lama kemudian Ratu pulang dan dia juga sama seperti mamah Diva kaget saat melihat rumahnya dijaga beberapa orang berbadan kekar tapi saat dia melihat sekretaris Han dia tidak kaget lagi dan segera turun dari sepedanya berjalan santai menghampiri sekretaris Han.


"Ada apa?," tanya Ratu dengan santainya.


Mamah Diva yang mendengar suara Ratu dia langsung pergi keluar dan menarik Ratu ke belakang tubuhnya.


"Kalian tidak bisa membawa putriku seenaknya," ucap mamah Diva.


Ratu merasa heran dan dia langsung mencoba menenangkan mamahnya itu.


"Ada apa ini, mamah siapa yang akan membawaku, aku kenal dengan sekretaris Han dia orang baik jadi mamah tidak perlu khawatir," ucap Ratu berusaha meyakinkan mamah Diva padahal dirinya sendiri juga ketakutan.


Setelah mendengar ucapan dari Ratu bahwa dia mengenal mereka mamah Diva pun mempercayainya dan sedikit tenang lalu dia membiarkan Ratu untuk bicara dengan sekretaris Han.