PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
TAWARAN RANDI


Ratu hanya menatap heran dengan kedua alis yang dikerutkan serentak.


Ratu tidak menyangka tuan Randi dan sekretaris Han bisa mengetahui keberadaan tokonya dengan cepat.


"Untuk apa kalian kemari, apa tidak cukup apa yang sudah kalian lakukan padaku di masa lalu?" ucap Ratu dengan wajah yang kesal dan memendam amarah,


Tuan Randi menarik belakang jas sekretaris Han hingga dia tergeser ke belakang dan hampir terjatuh karena berdiri dengan tidak seimbang.


"Eh... eh... eh tuan apa yang kau lakukan wanita ini harus di beri pelajaran" ucap sekretaris Han yang masih belum terima atas perlakuan Ratu yang hampir memukul tuan Randi dengan pot bunga,


"DIAM!, berhentilah mengacaukan urusanku Han, lebih baik kau keluar dari sini atau aku sendiri yang akan menyeretmu!" ancam tuan Randi dengan sorot mata yang tajam.


Jujur saja Ratu sebenarnya merasa senang melihat tuan Randi yang belum berubah dia masih mau membela dirinya di saat sekretaris Han musuh bubuyutan yang selalu menyebalkan untuknya.


Mendengar bentakkan dari tuan Randi sekretaris Han langsung ciut dan dengan terpaksa dia pergi keluar dari toko bunga dengan lesu dan menahan kesal pada Ratu bahkan dia masih sempat membanting pintu toko yang membuat Ratu berteriak mengancamnya.


"Brakkk...." suara pintu yang dibanting keras oleh sekretaris Han,


"Hei... awas yah kau, jika sampai pintu tokoku bermasalah kau harus menggantinya!!" teriak Ratu kesal.


Tuan Randi memegang tangan Ratu dan mengajaknya untuk duduk sebentar karena ada hal yang ingin dia bicarakan padanya.


"Ratu bisakah kita bicara sebentar" ujar tuan Randi,


Ratu mengangguk dan ikut duduk di salah satu bangku yang ada disamping jendela toko, karena tidak mau berurusan terlalu lama dengan tuan Randi Ratu langsung saja menanyakan niat tuan Randi menemuinya.


"Ada apa tuan menemui saya, apa karena kejadian di mall saat itu, jika iya tenang saja saya akan mengganti kerugian pakaianmu" ucap Ratu tanpa basa basi,


Tuan Randi hanya tertawa kecil dan dia mulai berbicara menjelaskan maksudnya.


"Hahaha.... Ratu kau ini terlalu serius, saya ke sini hanya ingin menemuimu dan mengajakmu untuk kembali bekerja di perusahaanku bagaimana?, aku bahkan bisa menggajimu diatas sekretaris Han" ucap tuan Randi dengan sorot mata penuh harapan.


Ratu termenung dan dia merasa syok tak percaya dengan apa yang ditawarkan tuan Randi padanya, pasalnya dia juga bukan lulusan terbaik dan kuliahnya pun tidak sampai selesai, mana bisa dia mendapatkan gajih yang begitu besar bahkan melampaui seorang sekretaris Han.


Ditambah Ratu tau betul reaksi apa yang akan diberikan sekretaris Han padanya jika sampai dia tau mengenai hal ini, namun mustahil juga jika disembunyikan darinya karena sekretaris Han adalah sekretarisnya.


Lama Ratu terdiam memikirkan hingga akhirnya tuan Randi menanyakan kembali keputusan Ratu.


"Maaf tuan tapi kau sudah melihatnya sendiri aku sudah punya usahaku sendiri meskipun tidak seberapa tapi aku sangat senang di sini, terimakasih untuk tawarannya" ucap Ratu menolak tawaran Randi.


Meski pun Ratu sudah menolaknya dengan jelas namun tuan Randi masih terus berusaha keras membujuk Ratu agar dia mau menerima tawarannya itu.


"Ratu jangan mengambil keputusan terlalu awal, kau pikirkan saja dulu, kapanpun kau menerimanya lowongan itu masih tetap berlaku untukmu, aku sangat tau skill mu Ratu, dan jangan berpikiran aneh aneh" ucap tuan Randi berusaha membujuk Ratu dan memberikannya waktu untuk memikirkan dahulu,


"Baiklah saya akan memikirkannya tuan" jawab Ratu,


Randi pun berpamitan pergi dan dia segera kembali menuju kediamannya tak lupa saat di dalam perjalanan Randi masih sempat memberikan perintah pada sekretaris Han agar membuat usaha bunga Ratu merosot, karena Randi pikir hanya dengan cara itu Ratu akan menerima tawaran darinya, sementara Randi tidak memikirkan dampak apa yang akan dia terima di kemudian hari jika sampai Ratu mengetahui semua adalah rencananya.


"Han... kau tau harus melakukan apa pada toko kecil itu" ucap tuan Randi,


"Baik tuan saya akan melakukan yang terbaik" jawab sekretaris Han dengan senyum yang puas.


Han sudah mengerti meski tuan Randi tidak menjelaskan secara spesifik apa yang harus dia lakukan, dia sangat senang dan puas karena bisa membuat Ratu menerima pelajaran, karena sekretaris Han belum tau kalau itu hanyalah rencana yang sudah diatur oleh tuan Randi sendiri.


Setelah mengantarkan tuan Randi di kediamannya sekretaris Han segera melaksanakan tugas dari tuan Randi, dia membuat rumor dan menahan orang orang yang hendak pergi ke toko bunga Ratu, sekretaris Han dengan beberapa orang bayarannya sengaja menyebarkan rumor tentang bunga Ratu yang berkualitas jelek dan mengatakan bahkan toko itu sudah tutup, alhasil banyak orang yang tadinya hendak pergi membeli bunga menjadi mengurungkan niatnya dan toko bunga Ratu menjadi sepi pembeli secara mendadak.


Awalnya selama beberapa hari berlalu Ratu hanya berpikir kalau itu karena cuaca yang tidak menentu dan karena dia pikir orang orang tidak terlalu menyukai bunganya, dia pun memutuskan mengganti konsep tokonya itu namun justru tiba tiba malah datang seorang pembeli yang dia tidak kenal masuk ke dalam toko dan melakukan kekacauan.


Pembeli itu tiba tiba saja protes dengan bunga yang dijual di toko Ratu dengan alasan bunga itu sudah layu dan rusak dan dia tidak puas dengan bunganya, dia protes dengan merusak beberapa pot dan bunga lainnya dihadapan para pengunjung lain dan itu membuat mereka berhamburan keluar dari toko tidak melanjutkan berbelanja.


Ratu berusaha menahan orang itu namun dia terus saja bersi keras dengan ucapannya sendiri tanpa memberikan luang untuk Ratu berbicara.


"Mba... tunggu mba... jangan merusak bunga bungaku, aku bisa mengganti bunga mba yang rusak itu" ucap Ratu sambil menahan konsumen yang menggila tersebut,


"Hah aku sudah tidak menginginkan ganti pokoknya aku kecewa berbelanja di sini, dan untuk kalian semua jangan mau di tipu oleh toko ini lebih baik pergi berbelanja di toko lain yang jauh lebih bagus" ucap wanita itu yang membuat semua orang pergi.


Setelah membuat kekacauan wanita itu pergi begitu saja tanpa menghiraukan Ratu yang berteriak meminta ganti rugi padanya.


"Mba tunggu, kamu tidak bisa pergi begitu saja setelah menghancurkan tokoku, apa salahku padamu kenapa tega sekali melakukan ini, kamu harus mengganti semua kerugianku" ucap Ratu dengan menahan lengannya.


Wanita itu tetap merasa tidak bersalah dan dia malah mendorong Ratu sampai tersungkur ke lantai yang sudah berserakan pecahan pot dan bunga bunga miliknya.


Wanita itu pergi begitu saja dan Ratu hanya terdiam kebingungan melihat sekeliling toko yang sudah hancur tak karuan, semua kerugian yang dia alami benar benar tidak bisa dia tutupi.