
Ada sebuah sejarah dan rahasia besar di balik keluarga Atmaja juga keluarga Oma Rika dan hanya tuan Atmaja juga Oma Rika dan ibunya Zidan yang mengetahui rahasia besar tersebut.
Zidan pun berhenti memikirkan masalah itu dan dia sudah bertekad dalam dirinya sendiri bahwa akan membayar semua uang yang Oma Rika berikan padanya saat ini suatu saat nanti, dari situlah tekad Zidan mulai tumbuh semakin besar rasa ambisi mulai memenuhi seisi tubuh dan pikiran Zidan, dia bekerja dengan sangat keras seorang diri dan dia menelpon Ratu untuk kembali mempekerjakan dia sebagai sekretarisnya.
Dengan Ratu yang memiliki kemampuan bagus sebagai seorang sekretaris Zidan yakin Ratu bisa membantunya membangun kembali perusahaan itu sebesar dulu saat ayahnya memimpin.
"Halloo...Ratu datanglah ke perusahaanku besok, ada hal yang ingin aku bicarakan padamu" ucap Zidan memberi tau Ratu dari panggilan telpon,
Meski Ratu merasa heran dan sedikit kebingung karena itu tiba tiba dan Zidan tidak memberikan alasan apapun, alhasil Ratu hanya bisa menyetujuinya karena Zidan langsung menutup telpon begitu saja sehingga dia juga tidak sempat untuk bertanya.
"Ehh...Zidan tapi ada apa...hallo...Zidan..." Ucap Ratu berteriak namun panggilan sudah terputus.
Mala yang melihat itu dia langsung bertanya dengan penasaran.
"Kak...ada apa?, Apa itu dari kak Zidan?" Tanya Mala penasaran,
"Iya...tapi dia hanya meminta kakak datang ke perusahaannya besok lalu menutup panggilan begitu saja" jawab Ratu yang juga kebingungan.
"Ya sudah kakak datang saja siapa tau memang ada hal penting yang ingin di sampaikan kak Zidan pada kakak, atau mungkin kak Zidan akan melamar kakak dengan Oma Rika hehe" ucap Mala yang malah menggoda Ratu.
Alhasil Mala mendapatkan pukulan keras di bokongnya karena sudah berani menggoda Ratu dalam situasi yang tidak tepat.
"Bukkk...huuh...rasakan itu, kamu ini selalu saja menggoda kakakmu sendiri" ucap Ratu sambil tersenyum dan masuk ke dalam kamarnya.
"Aduhhh...kak Ratu ini sakit tau, tapi kakak tersenyum jangan jangan kakak sudah mulai menyukai kak Zidan yah...ayo mengaku..." Teriak Mala semakin menggoda Ratu,
Ratu tidak menanggapinya karena dia memang tidak menyukai Zidan sedikit pun dia hanya menganggap Zidan sebagai sahabat dan orang terbaik dalam hidupnya.
Ratu tidak bisa menyukai Zidan karena dia selalu berpikir bahwa Zidan adalah sosok pria yang terlalu baik.dan sempurna baginya, mengingat ibu Zidan dan Oma Rika yang selalu memperlakukannya dengan baik Ratu sungguh merasa tidak enak dan tidak pantas untuk Zidan.
"Zidan berhak mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik dariku dalam segala bidang" gerutu Ratu seorang diri sambil tersenyum menatap bekas panggilan telponnya dengan Zidan.
Oma Zidan sudah menyampaikan semua yang bersangkutan mengenai perusahaan pada ibunya Zidan dan nampak ibu Mira begitu senang karena dia berhasil membantu sang putra melepaskan perusahaan itu dari genggaman orang licik seperti nyonya Wulan, meskipun mereka menyukai tuan Randi.
Dan Oma Rika sudah mengenal tuan Randi sejak kecil karena Zidan, Steven dan Randi adalah sahabat sejak kecil sebelum urusan orang tua mereka merenggangkan hubungan mereka bertiga, tentu saja di mata Oma Rika tuan Randi adalah anak yang baik dan jenius hanya saja tuan Randi selama ini selalu menurut kepada kedua orang tuanya yang sudah terhasut oleh nyonya Wulan yang memiliki otak kelicikan.
"Terkadang aku merasa kasihan kepada Randi karena sudah dijadikan robot penghasil kekuasan dan uang oleh ibu kandungnya sendiri, entahlah kapan Wulan akan sadar" gerutu Oma Rika sambil menatap sebuah foto masa kecil anak anaknya.
Rasa sia diantara tiga keluarga besar yang berpengaruh di negara ini akan terus terkubul semakin dalam di setiap waktu ke waktu dan tahun ke tahun, mereka sengaja terus menyembunyikan semua rahasia itu karena jika sampai anak cucuk mereka mengetahui, yang ditakutkan itu akan menjadi persaingan ketat diantara mereka dan masalah yang berkepanjangan.
*****
Nyonya Wulan yang tengah menikmati perayaannya berdua bersama sekretaris Diah dia mendapatkan kabar yang membuatnya sangat kesal dari salah satu anak buah yang dia tugaskan untuk memata matai setiap kemajuan perusahaan Randi dan kedekatan Randi dengan Ratu.
"Apa kau bilang, Zidan berhasil mengembalikan semua dana?, Secepat itu...arghhhh...kalian memang tidak becus.. brakkkk" teriak nyonya Wulan dengan dipenuhi amarah dan dia langsung melempar ponselnya ke lantai dengan keras,
Sekretaris Dian mengerutkan kedua alisnya dan sedikit kaget lalu dia mulai bertanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat seorang nyonya Wulan begitu marah besar.
"Nyonya apa yang membuatmu sampai melempar ponselmu sendiri?" Tanya sekretaris Diah dengan penasaran dan tatapan menyelidik,
"Zidan berhasil lepas dari genggamanku, semua ini karena kelalaianmu!" Bentak nyonya Wulan yang menyalahkan sekretaris Diah tanpa asalkan yang jelas.
"Nyonya kenapa anda menyalahkan saya?, Semua ini bahkan tidak ada hubungannya dengan saya ini adalah pekerjaanmu yang gagal anda laksanakan jadi jangan melemparkannya pada saya" ucap sekretaris Diah dengan tatapan yang mengancam,
"Aaarhhhhh...iya terserah kau saja aku tidak peduli, yang pasti kita harus menyusun rencana baru untuk menjatuhkan perusahaan mengganggu itu" ucap nyonya Wulan penuh dendam dan emosi.
Sekretaris Diah yang menyukai tuan Zidan dia sama sekali tidak pernah berniat untuk menghancurkan perusahaan yang di pimpin oleh orang yang dia sayangi sedikitpun, dia hanya membenci Ratu dan ingin membalaskan dendamnya dengan cara membuat Ratu menderita dan menjauh dari Zidan.
"Hah...apa hubungannya denganku, aku tidak akan membiarkan iblis sepertinya mengancam orang yang aku sayangi" gumam sekretaris Diah.
Diam diam sekretaris Diah sudah menyusun rencana sendiri di belakang nyonya Wulan tanpa diketahui oleh nyonya Wulan sedikitpun.
Sekretaris Diah bukanlah tandingan nyonya Wulan meskipun dia jauh lebih tidak berhati namun nyonya Wulan cukup ceroboh dalam memilih orang yang dia beri kepercayaan untuk bersekongkol dengannya karena tujuannya jauh lebih biadab dari pada sekretaris Diah dan Astrid yang hanya menginginkan seorang pria di samping Ratu.
Tanpa banyak orang ketahui perusahaan Steven sudah diambang kebangkrutan, Astrid juga sudah mulai kesal dan tidak mencintai Steven lagi karena semua hartanya telah habis, setiap hari pernikahan mereka selalu diwarnai dengan pertengkaran dan kekerasan diantara keduanya.
Bahkan saat ini Astrid sudah mengambil alih seluruh aset harta kekayaan milik Steven dan dia dengan tega meninggalkan Steven yang tengah terbaring lemah dan sakit, Astrid mengambil seluruh barang dan harga yang tersisi lalu pergi begitu saja meninggalkan Steven tanpa belas kasihan.
"Astrid....tunggu aku masih suamimu kamu tidak bisa meninggalkanku setelah membuat ayah dan ibuku meninggal, kau sudah menghancurkan keluargaku...Astrid, kembalikan semuanya padaku...." Teriak Steven yang berusaha menahan Astrid.
Tubuh Steven yang tidak berdaya dan lemas jelas tidak bisa menyusul Astrid yang sehat dan licik dia sebelumnya sudah memasukkan obat pelumpuh tubuh kedalam minuman yang dia berikan pada Steven dan dia berhasil kabur membawa semuanya pergi keluar negeri tanpa meninggalkan apapun untuk Steven.
Saat itu Steven sudah tidak bisa melakukan apapun dan dia hanya bisa meminta tolong pada Zidan karena hanya Zidan yang masih berhubungan dengannya sesekali sampai saat ini.
Dengan tenaga yang tersisa Steven berusaha menelpon Zidan dan meminta bantuan padanya dengan suara yang sudah serak sampai akhirnya tak sadarkan diri dengan panggilan telpon yang masih menyala.
"Steven...halloo...stev...apa yang terjadi dengan?" Teriak Zidan yang cemas,
Tanpa basa basi lagi Zidan langsung meluncur pergi ke kediaman Steven dan dia mendobrak pintu yang dikunci dengan gembok besar oleh Astrid, Zidan sudah berteriak dengan keras memanggil Steven namun tidak mendapatkan sahutan dari dalam.
Sedangkan Zidan tidak berhasil mendobrak pintu itu meski sudah melakukannya berkali kali hingga dia merasa lemas, karena itu terpaksa Zidan harus menghubungi polisi untuk membantunya membuka gembok tersebut.
Beberapa saat menunggu akhirnya polisi tiba dan dengan menggunakan alat akhirnya pintu itu dapat dibuka dan nampak Steven sudah tergeletak dengan tak sadarkan diri di lantai, Zidan langsung menghampirinya dan berteriak berusaha membangunkan Steven.
"Steven... Steven....bangun ada apa denganmu...Steven..." Teriak Zidan yang tidak mendapatkan apapun dari Steven.
Zidan langsung meminta agar pisi menyelidiki kasus ini dan dia membawa Steven segera ke rumah sakit terdekat, dokter langsung memeriksa dan melakukan tindakan medis secepatnya pada Steven hingga beberapa saat Dokter memberitahunya bahwa semua racun dalam tubuh Steven sudah berhasil dikeluarkan.
"Tuan...semua racun dalam tubuh pasien sudah berhasil dikeluarkan, untunglah anda membawanya di waktu yang tepat jika terlambat sedikit saja mungkin pasien tidak akan terselamatkan" ucap dokter tersebut membuat Zidan kaget tak karuan,
"Apa dokter?, Racun..racun apa yang dokter temukan dalam tubuh sahabat saya?" Tanya Zidan kaget dan penasaran,
"Dari yang saya lihat untuk sementara saya bisa memastikan bahwa itu adalah racun rempah yang langka dan cukup berbahaya, sepertinya pasien meminum racun ini dalam beberapa waktu lalu, karena racun belum sempat menyebar terlalu dalam" ucap dokter menjelaskan.
Zidan mulai berpikir dan membuat dugaan sendiri.
"Tidak mungkin Steven berusaha membunuh dirinya sendiri, karena jika dia berniat bunuh diri dengan meminum racun mana mungkin dia menelponku dan meminta tolong dengan lirih tadi, dan Astrid di mana dia di saat suaminya seperti ini dia justru menghilang tanpa jejak" gumam Zidan memikirkan setiap kemungkinan yang dia curigai.
Zidan mulai menaruh kecurigaan pada Astrid dan dia meminta polisi untuk menyelidikinya lebih dalam tak lupa Zidan juga sudah menyuruh beberapa anak buah kepercayaannya agar mencari keberadaan Astrid.