
Sekretaris Han bingung dan tertegun melihat Diah keluar dari ruangan Randi dengan keadaan seperti itu.
"*A*pa dia sudah dimarahi?," gumam sekretaris Han.
Lalu sekretaris Han masuk ke dalam ruangan Randi dan melihat tuannya yang seperti tengah menahan amarah.
"*P*ermisi tuan ini ada beberapa berkas yang harus anda tandatangani dan 10 menit lagi kita akan ada meeting bersama perusahaan bratawijaya," ucap sekretaris Han sambil menyimpan berkas di atas meja Randi.
Tanpa menjawab ucapan dari sekretaris Han, Randi langsung memeriksa dan membaca berkas tersebut lalu menandatanganinya satu persatu hingga selesai.
"*H*an...kamu panggil sekretaris Diah dan Ratu kemari," ucap Randi memerintah.
"*B*aik tuan," jawab sekretaris Han.
Sekretaris Han segera pergi ke ruang tamu dan menyuruh sekretaris Diah menemui tuan Randi di ruangannya, lalu dia pergi ke ruangan cleaning service dan mencari Ratu hingga ketemu dan memintanya untuk datang ke ruangan ceo, tanpa menunggu jawaban Ratu sekretaris Han langsung pergi ke ruangannya lagi.
"*C*ihhhh...anak buah ama bos sama sama ngeselin, jangan sampai gue punya suami kaya gitu ihhhhh amit amit dehh," ucap Ratu pelan.
Ratu segera pergi ke ruangan Randi walaupun dia merasa sangat gugup tapi dia terus memberanikan dirinya dan mulai mengetuk pintu pelan.
"*T*ok...tok..tok..," pintu di ketuk Ratu.
"*M*asuk," ucap Randi.
Ratu pun masuk ke dalam ruangan dan melihat ada sekretaris Diah yang tengah berdiri di samping meja kebesaran Randi Atmaja, Ratu berjalan perlahan dan berhenti tepat di samping sekretaris Diah.
"*P*ermisi tuan ada yang perlu saya bantu?," tanya Ratu.
"A..apa...tuan?, saya harus minta maaf sama dia, untuk apa?," tanya sekretaris Diah tidak terima.
"*A*pa kau lupa tadi kau sudah menghinanya di depan umum sampai membuatnya menangis hah?!!!," ucap Randi.
"*L*ohh....kenapa dia tau soal itu, dan aku juga tidak menangis karena hinaannya," gumam Ratu merasa heran.
"*Sa*ya tidak mau tuan sebab yang salah dia, karena sudah menumpahkan teh panas ke rok saya," jawab sekretaris Diah.
"*M*inta maaf padanya atau kerjasama Bratawijaya dengan ku dibatalkan saat ini juga," ucap Randi mengancam.
"Ti..tidak tuan maafkan saya, saya akan minta maaf sekarang," ucap sekretaris Diah.
"*T*idak perlu tuan Randi, terimakasih kau sangat bijak sana, tapi sekretaris Diah tidak pantas meminta maaf padaku, karena memang aku yang salah, permisi," ucap Ratu kemudian pergi begitu saja dari ruangan itu.
Sekretaris Diah hanya tersenyum kecut menatap Ratu, sementara Randi berdecak kesal karena Ratu yang malah pergi setelah dia membelanya.
"*Ci*hhhh...dasar gadis itu kenapa dia malah merendah sih, padahal aku sudah membelanya kalau seperti ini sekretaris sombong itu akan semakin besar kepala," gumam Randi menatap benci pada Diah.
Lalu Randi mengusir Diah untuk keluar dari ruangannya, sekretaris Diah pun keluar lalu menemui Zidan di ruang tunggu dan mereka bersiap siap untuk melaksanakan meeting.
Randi merasa sedikit kesal karena dia pikir dengan dia membela dan memperlakukan Ratu seperti tadi maka Ratu akan berterimakasih dan merasa kagum padanya tapi ternyata tidak dia malah menolak semuanya dan pergi begitu saja dengan beraninya.
Randi terus saja uring uringan merasa kesal hingga tak lama sekretaris Han datang ke ruangan itu dan memberitaukan bahwa meetingnya akan segera di mulai akhirnya Randi pun pergi bersama sekretaris Han untuk menghadiri meeting dahulu bersama Zidan.