
Ratu tetap tak ingin membukanya dan tidak mau memberikan kesempatan apapun untuk Steven lagi, tuan Randi yang melihat ekspresi wajah Ratu murung dan lesu dia sangat memahaminya jika itu di sebabkan oleh Steven sehingga tuan Randi menginjak pedal gas mobilnya secara tiba tiba dan membuat Steven jatuh ke tanah karena kehilangan keseimbangan dan hampir terserempet oleh bodi mobil.
Tuan Randi tertawa puas melihatnya dan terus melajukan mobilnya diiringi tawa yang puas sedangkan Ratu langsung membalikkan badan melihat ke belakang untuk memastikan kondisi Steven di belakang sana.
"Ahaha...rasakan itu, aku senang sekali dia terjatuh cukup keras ahaha" ucap tuan Randi di sela sela tawanya,
"Ahh ..kak Steven...." Teriak Ratu yang kaget melihat Steven jatuh ke tanah dengan jelas.
Melihat tuan Randi yang begitu puas menertawakan Steven yang jatuh, Ratu pun menduga jika itu dilakukan oleh tuan Randi dengan sengaja sehingga dia terus menatap tuan Randi sambil menyipitkan matanya dan siap untuk memarahi tuan Randi saat itu juga.
Sedangkan tuan Randi masih terus tertawa puas sampai akhirnya dia terdiam ketika mendengar bentakkan dari Ratu.
"Tuan apa kau sengaja melakukan itu pada kak Steven?" Bentak Ratu dengan tatapan tajam yang melekat,
"Eh..., A..ada apa denganmu tentu saja tidak" jawab tuan Randi berniat berbohong.
Tuan Randi sengaja menyembunyikan yang sebenarnya karena dia takut Ratu akan memarahinya atau menjadi tidak menyukai dia hanya karena kelakuannya barusan.
Walau tuan Randi sudah menyembunyikannya dan berbohong pada Ratu, tetap saja Ratu bukanlah seorang anak kecil lagi, tapi dia sudah dewasa tentu Ratu mengetahui mana ucapan dan perbuatan yang jujur serta di sengaja atau mana yang tidak di sengaja.
"Tuan apa sekarang kau mencoba membodohi ku?" Bentak Ratu lagi sambil menyipitkan matanya,
"A..apa?, Tidak aku memang tidak sengaja melakukannya apa maksudmu bicara begitu?" Balas tuan Randi sedikit gugup dan berpura pura fokus menyetir ke depan,
"Tuan jangan ulangi perbuatanku seperti tadi lagi atau aku tidak akan pernah menjawab pernyataan darimu sebelumnya!" Ancam Ratu memberikan peringatan.
Tuan Randi kaget dan menatap pada Ratu sekilas dengan wajah yang terperanga dan langsung ditekuk, sangat muram.
"Huuh apa apaan Ratu ini, hanya karena pria menyebalkan itu dia bisa memberikan ancaman padaku, jika bukan demi dia aku sudah lama menghabisinya" gumam tuan Randi menggerutu sendiri.
Karena kejadian itu suasana menjadi sangat canggung dan hening, tidak ada lagi percakapan diantara mereka berdua dan Ratu hanya terus diam memalingkan pandangannya ke luar jendela, sudah hampir satu jam berlalu namun Ratu masih belum sampai juga ke rumahnya sampai saat tiba di persimpangan jalan Ratu baru sadar bahwa itu bukan arah menuju rumahnya.
"Tuan kau mau membawaku ke mana, arah menuju rumahku bukan ke sini" bentak Ratu merasa kaget dan menatap pada tuan Randi dengan serius,
"Diam, aku hanya meminta sedikit dari waktumu lagi pula tempat ini sangat indah kamu pasti akan menyukainya nanti" ujar tuan Randi sambil tersenyum.
Mendapatkan senyuman dari tuan Randi tiba tiba saja jantung Ratu terasa berhenti berdetak dalam beberapa saat, dia juga terperangah sendiri merasa heran pada dirinya yang tiba tiba saja menjadi gugup lalu langsung kembali tenang dan memalingkan pandangannya lagi.
"Ya ampun apa yang barus saja aku rasakan, kenapa perasaanku seperti ini?" Gumam Ratu kebingungan sendiri.
Di sisi lain tuan Randi hanya tersenyum saat melihat Ratu yang nampak gugup dan pipinya tiba tiba tersipu memerah, melihat reaksi seperti itu dari seorang Ratu yang sulit di taklukan oleh pria tentu saja tuan Randi merasa sangat senang dan kini dia semakin percaya diri untuk segera mengutarakan perasaannya lagi kepada Ratu.
Tiga puluh menit berlalu akhirnya mobil yang dikemudikan oleh tuan Randi tiba di sebuah taman bunga yang terletak di di pegunungan, berbagai macam bunga berwarna warytengah mekar dengan cantik dan dapat di lihat dari kejauhan.
Saat baru turun dari mobil barulah Ratu langsung terperangah dan menutup mulutnya dengan kedua tangan saking kagetnya melihat banyaknya bunga bunga bermekaran dan terdapat berbagai jenis di sana.
Bunga bunga indah itu seperti di tanam secara acak dengan sengaja sehingga menimbulkan kesan estetika di dalamnya.
"Wahh...ya ampun apa aku tidak sedang bermimpi?" Ucap Ratu saking kagumnya melihat taman bunga diatas pegunungan dan bermekaran begitu indah,
"Tentu saja tidak, ayo apa kau mau melihatnya lebih dekat?, kita bisa naik ke puncak bersama" ajak tuan Randi menawarkan.
Tanpa pikir panjang Ratu langsung menganggukkan kepalanya dan mereka segera pergi menaiki dataran tinggi tersebut, di sana juga ada beberapa orang lainnya yang ternyata itu adalah tempat wisata baru yang dibuat secara khusus oleh perusahaan tuan Randi beberapa tahun lalu.
Tuan Randi dan Ratu berhasil menaiki dataran tinggi sampai berada di puncak paling atas dengan mudah dan penuh tawa, mereka sangat kompak saling membantu satu sama lain, hingga ketika sampai di puncak Ratu tidak hanya disuguhkan dengan hamparan bunga yang cantik namun disuguhkan juga dengan pemandangan pedesaan yang luas dan masih terjaga ke asriannya.
Melihat itu lagi lagi Ratu terpukau dan matanya berbinar melihat betapa indahnya ciptaan tuhan yang tengah dia nikmati saat itu.
"Wwaaahhh....ini luar biasa, benar benar hebat, siapa orang yang membuat tempat ini dia pasti orang yang menyukai alam" ujar Ratu terus terpukau,
"Haha.. kamu ingin tahu siapa yang membuat tempat sebagus ini?" Tanya tuan Randi memancing Ratu,
"Memangnya tuan tahu?" Balas Ratu balik bertanya,
"Tentu saja, karena yang membuat semua ini adalah aku haha" jawab tuan Randi dengan penuh kebanggaan.
Ratu menaikkan kedua alisnya dan seketika wajahnya berubah dia tidak lagi terpukau melihat semua tempat itu dan wajahnya berubah biasa saja tanpa ada ekspresi apapun.
"Ohh...jadi tuan yang membuatnya, pantas saja" balas Ratu berubah drastis.
Melihat perubahan ekspresi pada Ratu, tuan Randi membelalakkan matanya sempurna dia merasa sangat heran karena Ratu bisa berubah dalam waktu beberapa detik saja.
"Ehh...apa maksud dari perubahan ekspresimu itu?, apa kau tidak senang karena aku yang membuat tempat ini?" Ujar tuan Randi bertanya memastikan,
"Tidak, aku senang hanya sedikit menyayangkan jika orang seperti anda yang membuatnya" balas Ratu membuat tuan Randi semakin tercengang,
"APA?, Ratu bagaimana kau bisa bicara seperti itu, sudah jelas tadi kau sangat menyukainya, kenapa berubah tiba tiba seperti ini?" Ucap tuan Randi dengan sedikit kesal dan menekuk wajahnya.
Sebenarnya Ratu hanya berpura pura dia hanya sengaja melakukan itu untuk memberikan pelajaran pada tuan Randi karena sudah mempermainkan Steven sampai membuatnya jatuh tersungkur ke tanah, maka dari itu Ratu juga mencoba mempermainkan tuan Randi.
Ratu juga sengaja tidak membalas ucapan tuan Randi dan dia langsung meminta agar cepat kembali ke bawah.
"Sudahlah tempat ini tidak bagus lagi aku akan kembali sekarang" kata Ratu sambil hendak bergegas pergi.
Sebenarnya Ratu tidak akan benar benar pergi dia sengaja melakukannya karena tahu bahwa tuan Randi akan menahan dirinya dan dugaan dia benar, tuan Randi langsung menarik lengannya dan memaksa Ratu untuk tetap berada di sana bersamanya.