PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN


Waktu berlalu begitu cepat hingga telah lewat 6 bulan lamanya ayah Steven yang menderita penyakit parah kini sudah tidak dapat tertolong lagi meski Astrid terus membiayainya tanpa henti dan berusaha keras membawanya berobat ke semua tempat dan dokter ternama namun kembali lagi tuhan lah pemilik segalanya, takdir tetap tak berpihak sampai pada hari itu Steven merasakan kepedihan yang mendalam, kehilangan sosok ayah yang selama ini menjadi alasan mengapa hidupnya harus menderita dan menuruti Astrid, wanita kejam dan orang yang sudah merusak keluarganya, semua kebenaran sedikit demi sedikit mulai terungkap Steven kini mengetahui bahwa Astrid lah penyebab penyakit ayahnya kambuh dan mereka sempat terlibat percekcokan yang sangat besar sampai Steven memutuskan meninggalkan Astrid untuk selamanya, kini Steven berusaha untuk kembali mengejar Ratu wanita yang sangat ia kagumi sejak dulu namun tak sempat ia miliki, Steven berusaha mencari keberadaan Ratu tapi sayangnya waktu berlalu sudah terlalu lama, kini Ratu sudah tidak tinggal di kota itu lagi, dia sudah merubah masa lalunya yang terpuruk dulu menjadi setenang saat ini, meski Ratu tak bisa mendapatkan kembali warisan dan harta peninggalan ayahnya namun kini Ratu sudah bisa mengumpulkan pundi pundi uang itu seorang diri, bahkan saat ini Ratu sudah tak terlibat lagi dengan tuan Randi maupun ibu sambungnya.


6 tahun silam sepulang bekerja dari kantor tuan Randi Ratu melihat ibu sambungnya tergeletak di lantai rumah sewaannya dengan mulut yang mengeluarkan busa, karena panik Ratu segera berteriak meminta pertolongan hingga beberapa tetangga membantunya dan segera membawa mamah Diva ke rumah sakit sayangnya nyawa mamah Diva tak tertolong, Ratu mencoba mencari tau apa penyebab meninggalnya mamah Diva dan dokter mengatakan bahwa itu keracunan, saat Ratu mencari tau dari mana Racun itu berasal, ternyata itu terdapat pada sebuah cake cokelat yang ada diatas meja makan, nampak ada sepotong lagi sisa cake itu dan Ratu membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa ternyata dugaannya benar di dalam cake itu terdapat racun yang sangat berbahaya, Ratu menangis sejadi jadinya dia sungguh tidak bisa menahan rasa sakit yang terus datang menghampiri dirinya dengan bertubi tubi, kini hidupnya benar benar seorang diri, Ratu mencoba memberikan kabar duka ini pada Astrid namun saat ini kebetulan bersamaan dengan hari dimana Astrid dan Steven bertengkar sangat hebat sehingga Astrid mengabaikan semua pesan dan telpon dari Ratu bahkan saat Ratu mencoba mendatangi kediamannya Ratu malah mendapatkan penghinaan tanpa sempat menjelaskan maksud kedatangannya ke sana, dengan hati yang hancur berkeping keping Ratu akhirnya memilih pergi dan bungkam mengenai kematian mamah Diva.


Setelah kepergian ibu sambungnya Ratu sudah memutuskan pergi ke sebuah desa yang cukup jauh dari perkotaan dia juga mengirimkan surat pengunduran diri pada kantor yang dipimpin oleh tuan Randi, dia memilih pergi dari keramaian, menjauh dari hirup pikuk kehidupan kita yang membuat dadanya sesak, selama 6 bulan berlalu Ratu hidup di desa dan hanya mengandalkan kebun bunga yang ia tanam sendiri dan ia jual hasil panennya di toko kecil yang dia dirikan sendiri, kehidupannya di desa sedikit damai dan sejahtera, walaupun dia kadang merasa kesepian karena tidak ada siapapun yang dia kenal di sana, namun baginya itu jauh lebih baik dibandingkan hidup dikota yang besar namun membuatnya teringat akan semua masa lalu kelam yang dia alami.


Layaknya seorang burung yang tengah belajar terbang, kehidupan Ratu selalu diterpa ujian dan diombang ambingkan tanpa arah, kebahagian tak kunjung datang menghampirinya, kini dia sungguh sendirian di dunia ini, ayah yang mati karena korban ibu dan adik tirinya, serta ibu tiri satu satunya tempat dia berteduh kini sudah tiada sebab anaknya sendiri, Astrid benar benar sudah tidak waras, cintanya terhadap Steven sudah membutakan mata kemanusiaan dalam dirinya, keputusan Ratu untuk pergi menjauh dari semua orang yang dia kenal sebelumnya sudah sangat tepat, sebab tidak ada yang lebih baik daripada menjaga hati serta pikiran kita sebagai bentuk menyayangi diri sendiri, tapi tidak bisa dipungkiri meskipun Ratu sudah membuang semua kenangan pahit itu terkadang dia masih sempat terpikir masa masa sulit bersama mamah Diva ataupun bersama ayahnya dulu, luka yang membekas sangat sulit untuk sembuh meskipun dia nampak baik baik saja di luar.


Pagi ini Ratu bangun cukup awal dan dia segera bergegas menuju kebun untuk memetik beberapa bunga segar yang sudah dipesan seorang pelanggan setianya, sudah sekitar 1 bulan belakangan ini ada seorang pelanggan misterius yang selalu mengenakan masker di wajah juga kacamata hitam yang tidak pernah dilepas, dia selalu datang di waktu dan jam yang sama setiap satu Minggu sekali, dia datang ke toko bunga Ratu dan selalu memesan jenis bunga yang sama, belum lagi dia selalu menginginkan bunga segar yang harus dipetik langsung oleh Ratu sebagai pemilik toko bunga tersebut, awalnya Ratu sempat menaruh curiga pada pelanggannya itu namun lama kelamaan Ratu menepis pikiran negatifnya dan meladeni pelanggan itu dengan sebaik mungkin, lagipula bagi Ratu yang penting pelanggan itu jujur dan tidak menipu dirinya, hingga hari ini tepat hari Minggu dan ke 6 kalinya Ratu menyiapkan jenis bunga yang sama untuk diberikan pada pria misterius itu, kebetulan karena Ratu memetik bunga tersebut lebih awal hari ini sehingga dia bisa berangkat ke toko lebih awal dan bisa melihat juga memberikan pesanan bunga itu pada pria pemesannya secara langsung, karena biasanya pegawai Ratu lah yang memberikan bunga itu pada pelanggan misteriusnya, biasanya Ratu hanya melihat dari kejauhan tapi sekarang karena entah kenapa dia merasa sangat penasaran sehingga ingin memberikan pesanan bunga itu secara langsung pada pelanggannya tersebut.


Saat baru saja Ratu sampai di depan toko bunganya dia melihat ada sebuah mobil mewah terparkir di samping tokonya itu, dan Ratu merasa sangat familiar terhadap mobil itu, dia menatapnya lekat dengan alis yang dikerutkan menekuk tajam.


"Mobil siapa ini, kenapa ada di sini pagi pagi sekali, dan....Eunmm....sepertinya aku tidak asing dengan mobil ini" ucap Ratu memikirkannya.


Ratu berjalan menghampiri mobil tersebut untuk memastikan keraguan dalam dirinya namun belum sempat Ratu berjalan lebih dekat karyawan Ratu yang bernama Mala memanggilnya dari dalam toko.


Sontak Ratu segera berjalan cepat menghampirinya, saat di lihat ternyata Mala khawatir karena melihat banyak sekali bunga yang layu di dalam toko, Ratu hanya tersenyum dan segera memunguti bunga bunga yang layu itu lalu menggantikannya dengan bunga yang baru saja dia bawa dari kebunnya, sebelumnya Ratu memang sudah menduga bahwa bunga bunga pajangan yang ada di tokonya pasti sudah layu maka dari itu Ratu memetik lebih banyak bunga untuk hari ini, Mala yang melihat majikannya sama sekali tidak marah padanya dia merasa aneh lalu memberanikan diri untuk bertanya.


"Eumm..kak..anu itu..." ucap Mala terbata bata,


"kenapa mala?" tanya Ratu merasa bingung,


"anu kak, kok kakak gak marah sih kan bunganya habis banyak yang layu padahal belum sempat terjual, apa kakak gak rugi ini udah yang ke 3 kalinya loh kak, biasanya gak terlalu banyak loh" ucap Mala mengutarakan kekhawatirannya.


Ratu tersenyum dan menjelaskan semuanya dengan lemah lembut pada Mala.


"Begini Mala, kita ini menjual bunga segar dan memang karakteristik setiap bunga berbeda dulu kita menjual jenis bunga yang memang ketahanannya berbeda dengan jenis bunga yang sekarang kita jual makanya seperti ini, dan saya juga tidak rugi lagi pula bunga bunga yang layu ini bisa di daur ulang dan dijadikan bibit baru, tergantung bagaimana kita mengolahnya" jawab Ratu dengan santai memberikan pengarahan dan pengertian pada Mala agar dia tidak khawatir berlebihan lagi.