PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
PURA PURA PINGSAN


ratu terus saja membersihkan mobil milik randi dari mulai menyiramkan air lalu menyabuni mobil itu hingga mengkilat dan kembali membasuhnya dengan air, tapi energi ratu sangatlah terkuras apalagi tadi saat di rumah dia makan siang sangat sedikit akibat terlalu bersemangat untuk mencari pekerjaan, dan sekarang dia harus memcuci mobil randi belum lagi dia hanya boleh membersihkannya dengan ember saja, ratu terus bolak balik mengisi ember sedang itu dengan air dari selang yang dekat dengan garasi lalu berjalan mengangkatnya dan membasuk kannya pada mobil lamorgini milik randi, hingga kini semuanya sudah hampir selesai dan ratu tengah mengelap kaca mobil satu persatu hingga nampak bening dan beraih setelah di rasanya bersih ratu langsung mengusap peluh di dahinya yang terus mengalir sejak tadi sudah seperti orang yang mandi dengan keringat, karena sangat lelah dan lemas ratu pun duduk bersimpuh di lantai tepat di depan mobil sambil memegangi ember di sampingnya, nampak sekali wajah ratu yang sangat lelah hingga akhirnya randi merasa iba akan kondisi ratu dan segera menghampirinya dengan membawa handuk kecil di tangannya.


sini (ucap randi memegang dagu ratu lalu dia mengusap lembut keringat di wajah ratu dengan handuk yang dia bawa tadi)


ratu menatap penuh kebingung melihat sikap lembut randi yang tiba tiba seperti itu, ingin rasanya ratu menolak dan menghindari pria itu tapi tiba tiba saja ide gila muncul di kepalanya untuk berpura pura pingsan agar randi panik dan ketakutan.


tak berselang lama ratu langsung saja jatuh tergeletak di lantai namun dengan sigap randi menahan kepalanya agar tidak terbentur dan ratu mulai melancarkan aksinya untuk berpura pura pingsan yang sukses membuat randi panik setengah mati.


bahkan randi berteriak sangat kencang memanggil ibunya,oma, opa bahkan ayahnya atmaja.


ayah....ibu.....oma...ofa...kalian di mana hei kalian semua apa yang kalian lihat kenapa dengan ratu, cepat panggilkan dokter (teriak randi memekikan telinga setiap orang yang mendengarkannya)


semua orang terlihat kebingungan dan malah mondar mandir gak jelas saking paniknya mendengar teriakan randi yang tidak berhenti memanggil nama ratu untuk bangun.


hey...ratu...bangun...kau jangan mati dulu, ratu...bangun....aku mohon kau bangun hei gadis gila...aku mohon bangunlah, aku tidak mau dipenjara gara gara ulahmu (teriak randi sambil terus menepuk nepuk pipi ratu perlahan dan menggoyang goyangkan tubuh ratu)


huh...dasar pria sinting, saat aku seperti ini saja, dia masih sempat sempatnya mengataiku gila, yang ada sekarang dia yang gila huh (gumam ratu yang masih pura pura pingsan)


beberapa saat kemudian dokter khusua keluarga randi datang dan segera memeriksa kondisi ratu, sementara saat dokter sudah selesai memeriksa dan memberikan beberapa vitamin lalu dia hendak melangkah pergi serta berpamitan terlebih dahulu sebelumnya pada randi,tapi saat mobil dokter sudah tidak terlihat datanglah ibu, ayah, oma sera opa randi yang baru pulang entah dari mana, mereka langsung masuk kedalam rumah.


randi.....randi...kamu dimana hah (teriak ibu sisil)


randi yang mendengar teriakan seorang wanita yang sangat dikenalnya dia segera berlari ke sumber suara dan mendekati ibu nya.


ibu...ya ampun ibu dari mana saja, sedari tadi aku panik bu mencari kalian semua (ucap randi)


memangnya kamu panik kenapa sampai mencari kami hah,biasanya juga kamu cuek (jawab ibu sisil)


itu bu....ada wanita gila yang pingsan karena kecapean aku suruh membersihkan mobil sejak siang tadi (ucap randi jujur)


apa.... (teriak ibu, ayah, oma dan opa randi bersamaan karena merasa tidak menyangka anak yang selama ini sangat dingin dan tidak perduli pada perempuan sekarang sudah berani membawa seorang perempuan masuk ke dalam mansion mereka)