PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
PENGUMPULAN


dita pun duduk perlahan di samping ratu dan mulai menyapa dan bertanya perlahan padanya.


hai...tu, kamu lagi ngapain ngelamun sendirian di sini?


apa ada masalah? (ucap dita sambil menatap lekat ratu)


ehh..dita, enggak ko, aku baik baik aja (ucap ratu menutupi semuanya dengan senyuman)


ratu, walaupun kita baru kenal, tapi jujur aja ya dari smp sampai sekarang cuman kamu yang mau jadi temen sekaligus sahabat aku, jadi aku harap kamu bisa mempercayaiku, kalo ada masalah cerita saja, aku pandai menjaga rahasia (ucap dita)


hmmm...aku tau kamu orang yang seperti itu dit, makanya aku menjadi sahabat kamu sekarang (jawab ratu sambil memeluk dita)


makasih dit lo udah ada di saat gue terpuruk, tapi maaf gue belum bisa terbuka sepenuhnya sama lo, karena cuman seli yang gue percaya 100 persen (gumam ratu dalam hati kecilnya)


makasih ya tu, ehh..btw gimana lo udah dapet semua tandatangan belum? (tanya dita)


hmm...itu yang jadi beban gue dit (jawab ratu lesu)


lah...apanya yang beban sih? (tanya dita bingung)


gue belum dapet tandatangan ka stev dit (jawab ratu jujur)


ya udah yuk mungpung masih ada waktu 5 menit lagi, sekarang kita ke sana dan lo minta tandatangannya, dia baik ko (ucap dita bersemangat)


hmmm....kayanya enggak deh dit, gue lebih baik di hukum aja (jawab ratu pasrah)


yahhh..ko lo gitu sih (ucap dita)


kalo lo gimana dit udah dapet berapa tandatangan? (tanya ratu balik)


hah?


kok empat?, bukannya semua kelas ada 5 ya (tanya ratu heran)


iya karena kelas yang satunya lagi itu gak termasuk bahkan gak ada yang mau masuk ke sana, ka zidan juga udah ngasih tau semua mahasiswa baru ko tadi (jawab dita)


hah?, kapan zidan ngasih tau? (tanya ratu kaget)


tadi pas lo kabur gitu aja, pas di depan ruang kelas ka steven (jawab dita)


pantes aja aku gak tau hmmm (gumam ratu terdiam)


heh! tu ko lo malah diem? (ucap dita membuyarkan lamunan ratu)


ahhh..enggak gue gak papa ko, yuk kita ke kantin aja kumpulin tandatangannya (ajak ratu)


mereka berdua pun pergi ke kantin dan nampak di sana sudah banyak mahasiswa baru lainnya yang berjajar rapih untuk mengumpulkan hasil pencarian tandatangan mereka masing masing, ratu dan dita ikut berbaris, hingga tak lama kemudian tibalah saatnya mereka yang memberikan hasil pencarian tanda tangannya, ratu begitu gugup untuk mengumpulkan tandatangannya karena kebetulan steven lah yang menerima uluran tangan ratu saat hendak mengumpulkan tandatangan tersebut.


ini ka (ucap ratu mengulurkan bukunya)


hmmm...kenapa tidak ada tandatangan ku? (tanya steven pada ratu)


aku tidak sempat ka, permisi (ucap ratu beralasan dan segera pergi)


sementara steven langsung menandatangani buku ratu hingga kini ratu bisa selamat dan tidak mendapatkan hukuman karena sudah mendapatkan tandatangan dari steven.


kini tibalah saat pengumuman dimana yang mendapatkan tanda tangan paling banyak dan sempurna maka dialah yang akan mendapatkan sebuah hadiah spesial dari senior, sebaliknya pula yang tidak berhasil maka akan mendapatkan hukuman spesial juga, ratu duduk di barisan paling depan bersama dita, rasanya ratu sudah benar benar pasrah dengan nasibnya karena dia yakin pasti dialah yang akan menjadi orang pertama yang kena hukuman.