PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
MEMPERTEMUKAN IBU DAN RATU


wanita? siapa yang kau sebut wanita gila itu randi..... (bentak opa sambil menjewer telinga cucuk satu satunya)


ahhh...opa tolong lepaskan, aku bukan anak kecil lagi kenapa kalian selalu saja menjewer telingaku (ucap randi kemudian opa melepaskan jewerannya)


habisnya kamu aneh sih, biasanya juga kamu tidak mau melihat wanita manapun kecuali sahabatmu itu, bahkan kau juga tidak pernah membawa sahabat perempuanmu ke mension utama, nah sekarang kau malah membawa wanita gila ke sini! siapa yang tidak kaget randi atmaja (ucap ibu randi sedikit melototkan matanya )


ya...itukan diluar dugaanku bu, lagipula aku membawanya ke sini hanya untuk memberikan dia hukuman karena sudah mengotori mobil kesayanganku (ucap randi sambil menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal)


ahhh...dasar anak mudah susah sekali ditebak sikapnya, sudahlah aku lelah, kalian urus saja putramu itu atmaja (ucap oma sambil berlalu meninggalkan mereka yang diikuti opa dari belakang, merekapun masuk ke dalam lift menuju kamar mereka)


bu sepertinya ayah sangat lelah, jadi ibu saja yang urut anak ini (ucap ayah kemudian berlalu pergi)


hmmmm....lagi lagi harus aku yang menghadapimu randi, tapi saat aku mau menjodohkanmu, kau selalu menolaknya (ucap ibu pada anaknya randi yang keras kepala)


hehe...maafkan aku bu, ibukan tau cinta itu tidak bisa dipaksakan (ucap randi cengengesan)


sudahlah....sekarang di mana gadis itu, ibu ingin melihatnya (ucap ibu penasaran)


dia ada dikamarku bu, tadi dokter sudah memeriksanya namun tetap saja sampai sekarang dia belum sadarkan diri (ucap randi yang berubah menjadi cemas)


apa...kau membawanya ke kamarmu...ini sungguh aneh seperti apa rupa gadis itu sampai kau bisa membawanya ke kamarmu haduh rasanya kepala ibu sudah mulai sakit (ucap ibu yang tak habis pikir pada randi yang berubah tiba tiba)


ehhhh...tunggu dasar anak ini, jelas ibu harus melihatnya (teriak ibu sambil menyusul randi masuk ke dalam lift)


merekapun menuju kamar randi yang ada di lantai paling atas mension tersebut, setelah sampai di lantai atas ibu elis segera berjalan mendahului randi menuju kamar anaknya dan menerobos masuk ke dalam kamar itu, di lihatnya dari jauh seorang gadis kecil yang terbaring di ranjang king size milik randi dengan keringat di sekujur tubuhnya namun masih tetap terlihat cantik dan manis.


wahhh. gadis kecil ini sangat cantik dan imut pantas saja randi sampai bisa membawanya ke sini, hmmm sepertinya gadis inilah yang akan memikat putraku....semoga saja gadis ini anak yang baik (gumam ibu sisil dalam hati saat menatap lekat ratu yang tengah tertidur)


ibu...kenapa ibu malah diam di sini, tadi ibu sangat bersemangat ingin melihatnya kenapa sekarang malah diam saja (tanya randi membuyarkan lamunan ibu sisil)


ahhh...iya, lihatlah randi bahkan saat pingsan saja gadis ini begitu imut dan manis pantas saja kamu mau membawanya ke sini, atau jangan jangan...ahhhh...ibu tau kau menyukainya kan...ayolah mengaku pada ibu....iya kan? (ucap ibu menggoda sembari menyelidik)


ahhhh...ii..ibu apaan sih, mana ada aku suka dengan gadis kecil dan cempreng sepertinya, mendengar suaranya saja kupingku akan pecah (ucap randi menutupi kegugupannya)


ayolah nak, kamu ini sudah dewasa umurmu sudah 26 tahun, ibu tau kau menyukainya...kau tidak bisa membohongi orang yang sudah mengurusmu sejak kecil, kalau kau tidak menyukainya lantas kenapa kamu gugup nak (ucap ibu sisil sengaja menjebak randi)


entahlah bu tapi saat ini aku belum mencintainya, ya sudah ibu jaga lah dia aku mau beristirahat sebentar di kamar tamu (ucap randi kemudian berlalu pergi keluar dari kamarnya sengaja untuk menghindari ibunya)


sementara ratu memang ketiduran sejak dokter memeriksanya karena keasikan berpura pura pingsan namun saat merasakan kasur empuk ya tentu saja dia langsung merasa nyaman dan mengantuk tanpa menunggu lama ratu yang sudah kecapean dia pun langsung tertidur dengan pulasnya di ranjang king size milik randi yang super empuk dan nyaman.