
masuk (ucap zidan singkat padat dan jelas)
maaf ka, sebelumnya tapi saya tidak bisa, karena harus segera pergi ke rumah sakit (ucap ratu menolak secara halus)
kalo aku bilang masuk ya masuk, atau kau mau aku tabrak hah? (ucap zidan membentak)
euhhhhhhhrrrgggggg....menyebalkan sekali, andai saja dia bukan majikan yang memberiku uang, aku akan memukulnya sekarang juga uhhhhhh......tolong sabarkan aku ya allah (gumam ratu sambil menghentak hentakan kakinya masuk kedalam mobil)
setelah ratu masuk ke dalam mobil, zidan langsung saja menginjak pedal gas tanpa memberi aba aba pada ratu secara tiba tiba, sontak ratu yang belum siap dalam posisi duduknya jadi terpentok ke depan mobil sampai kepalanya memar karena dia belum memakai sabuk pengaman jadi kepalanya terpentok ke depan.
brukkkkk....awwww (ucap ratu yang merasakan sakit di kening kanannya sekaligus merasa terkejut)
heiii...tuan zidan apa anda mau membunuh saya hah, kenapa anda ceroboh sekali apa anda tidak lihat saya baru saja hendak memakai sabuk pengaman (bentak ratu sambil memonyongkan bibirnya juga melipat kedua tangannya di dada karena kesal)
zidan yang menyadari kesalahannya hanya mampu terdiam saat dirinya mendapatkan bentakan demi bentakkan dari ratu karena semua ucapan yang dikatakan ratu tadi memanglah benar, zidan memang ceroboh karena dia sangat terburu buru untuk mengantar ratu ke rumah sakit saat itu.
ratu yang sudah sangat cemas akan keadaan ibu sambungnya itu langsung saja berlari menuju ruang rawat inap mamahnya, benar saja kata perawat yang menelponnya tadi, karena setibanya ratu di dalam ruangan itu, ratu melihat mamah diva tengah terpejam sambil terus memanggil nama ratu namun tubuhnya sama sekali tak bergerak, hanya kepalanya saja yang terus menggeleng.
ratupun segera menghampiri dan memegang erat kedua tangan mamanya itu.
mah...bangun mah, ini ratu ada di sini menemani mamah (ucap ratu lemah lembut sambil mencium tangan mamahnya itu)
tak lama mata mamah diva terbuka dengan perlahan dan matanya langsung menatap sayu netra mata yang coklat milik ratu sang anak tiri yang dulu dia benci dan dia lukai, perlahan matanya mulai berkaca kaca dan meneteskan air mata.
nak.....bisakah kamu memeluk mama (ucap mamah diva lirih)
tanpa menjawab ratu langsung saja memeluk diva erat, sambil mengusap pucuk kepala mamah diva untuk memberikan ketenangan, setelah diva sudah sedikit tenang ratu mulai melepaskan pelukannya dan tersenyum hangat pada diva, setra dibalas senyuman hangat juga oleh diva, nampak terpancar jelas rasa kasih sayang diantara mereka walaupun mereka bukan ibu dan anak kandung namun semua perjalanan hidup dan takdir yang sudah mereka lalui, memberikan pelajaran berharga bagi keduanya dan membuat diva yang tadinya gila akan kasih sayang pada anak nya hingga membuat dia menghalalkan segala cara untuk menyenangkan serta mengikuti kemauan anaknya kini sudah berubah drastis dan menjadi sosok ibu yang jaih lebih baik dari sebelumnya