PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
MEMPEREBUTKAN JAS


Ratu yang mendengar pengakuan dari sekretaris Han tadi dia langsung menatap pada dirinya dan dia langsung refleks menutupi bagian dadanya dengan setelan jas yang tadi diberikan sekretaris Han.


"Aaahhh.....astaga bagaimana ini sungguh memalukan," gumam Ratu salah tingkah.


"Heh...jangan menatapku begitu sejak kapan kau menatapnya hah?!," bentak Gina dengan suara yang keras memekakak telinga.


"Haissss....aku sudah menatapnya dari sejak kau duduk di hadapanku," jawab sekretaris Han.


"Apa?, .....arghhh.....keterlaluan kemari kau sekretaris mesum..," teriak Ratu dan dia berlari memukul sekretaris Han dengan sekuat tenaganya.


"Heh...heh.....heh...hentika hentikan, aku sudah menutupinya dan tak menatapnya selama itu dasar bodoh, mana mungkin aku melakukannya," ucap sekretaris Han sambil menahan lengan Ratu agar tak memukuli dirinya lagi.


Saat tengah bertengkar dengan sekretaris Han dan Ratu yanh terus memukuli sekretaris Han habis habisan tanpa ampun juga tak mempercayai apa yang dikatakan sekretaris Han padanya tiba tiba pintu ruangan sekretaris Han tebuka dan datanglah tuan Randi yang membuat Ratu langsung terdiam saat sekretaris Han menyebut nama tuannya itu.


"Tuan Randi," ucap sekretaris Han menyadarkan Ratu.


Ratu buru buru menjauh dari sekretaris Han dan dia mengambil jas sekretaris Han bersamaan dengan Han sendiri, akhirnya merekapun menjadi tarik menarik memperebutkan jas itu dihadapan tuan Randi.


Ratu menatap tajam sekretaris Han seakan hendak menerkamnya saat itu juga namun belum sempat Ratu berhasil merebut jas itu tuan Randi sudah membentak mereka dan membuat Ratu langsung berdiri tegak begitu juga sekretaris Han yang berhasil merebut jas itu.


"Berhenti....apa yang kalian lakukan dihadapanku saja mash berani bertengkar seperti anak kecil," bentak tuan Randi dengan mata yang melotot sempurna.


Ratu sungguh takut dan dia juga memegangi bagian dadanya untuk menutupi auratnya yang terbuka karena kancing kemejanya yang copot, selama tuan Randi memarahinya Ratu tak menurunkan tangannya sedikitpun dan dia terus menundukan kepalanya karena malu, sedangkan sekretaris Han berdiri tegak bak orang tak berdosa sedikitpun.


"Aduhh.....bagaimana ini.....aku tidak bisa terus seperti ini," gumam Ratu kebingungan.


Tuan Randi yang melihat raut wajah Ratu sedikit berbeda dan caranya berdiri sangat aneh, diapun mendekati Ratu dan meminta Ratu untuo menurunkan tangannya namun Ratu berih keras tidak mau dan saat tuan Randi menanyakan alasannya Ratu juga malu untuk mengatakannya sehingga dia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mengatakan tidak berulang ulang kali, walaupun tuan Randi membentaknya Ratu tetap bertahan tidak mau menurunkan tangannya sampai akhirnya tuan Randi yang geram melihat Ratu tak menuruti perintahnya terus menerus terpaksa dia sendiri yang memegangi tangan Ratu dan memaksanya untuk menurunkan kedua tangannya.


Saat tuan Randi berhasil menurunkan tangan Ratu, Ratu langsung memeluk erat tubuh tuan Randi karena dia tidak mau ada laki laki lain lagi yang melihat belahan dadanya yang terbuka walau sedikit dan sebentar saja, sontak sekretaris Han dan tuan Randi merasa heran dan bingung dengan apa yang dilakukan Ratu, tapi di sisi lain tuan Randi juga merasa senang karena mendapatkan pelukan dari Ratu.


Ratu memeluk tubuh kekar tuan Randi dengan erat dan memejamkan matanya menahan malu.


"Dasar gadis penggoda bisa bisanya dia memeluk tuan Randi di hadapanku begini," gumam sekretaris Han.


"Heh...kenapa kau memelukku?," tanya tuan Randi.


"Tuan aku mohon jangan lepaskan pelukanku, aku sungguh malu pakaianku terbuka dan aku tak mau siapapun melihatnya, sebenarnya aku malu mengatakan ini padamu namun kau terus memaksaku untuk mengatakannya, maafkan aku tuan," ucap Ratu masih dengan menutup matanya rapat.


"Ternyata karena itu, tapi apa yang kau lakukan dengan sekretaris Han tadi, sampai pakaianmu terbuka?," tanya tuan Randi mulai curiga.


"Ahhh....tidak tidak tuan itu tidak seperti yang kau bayangkan, hanya beberapa kancing kemejaku yanh terlepas karena tadi tersangkut pada ujung meja printer di sana, aku pikir saat sangkutannya lepas kancingnya tak ikut lepas," jawab Ratu jujur.


Dan dia juga baru ingat apa penyebab lepasnya kancing kemeja dirinya itu.


"Kalau begitu kenapa kau memukuli sekretaris Han?," tanya tuan Randi lagi dengan Ratu yang masih memeluknya erat.


Saat Ratu hendak menjawabnya lagi, sekretaris Han langsung menyerobot ucapan Ratu karena dia takut Ratu akan mengatakan semuanya sangat jujur dan terbuka pada tuan Randi sama dengan jawabannya yang sebelumnya tadi.


"Itu karena saya yang tidak mau meminjamkan jas untuk menutupi dirinya tuan," jawab sekretaris Han mendahului Ratu.


"Aishhh....kenapa orang itu baru ikut menjelaskan sekarang dasar licik, dia juga berbohong pada tuan Randi," gumam Ratu merasa kesal pada sekretaris Han.


Tuan Randi menatap lekat sekretaris Han lalu balik menatap Ratu yang ada di pelukannya karena tak cukup percaya dengan jawaban sekretaris Han, tuan Randi pun meminta jawaban lagi dari Ratu.


"Ratu apa itu benar?," tanya sekretaris Han.


"I..iya tuan itu benar, kau sendiri melihatnya bukan saat aku memperebutkan jas itu tadi," ucap Ratu mengiyakan karena dia juga malu jika harus mengatakan yang sebenarnya.


Tuan Randi pun percaya lalu dia menyuruh sekretaris Han agar keluar dari ruangan itu segera, sekretaris Han pun menurutinya tanpa banyak tanya, dan dia menunggu di luar sedangkan tuan Randi langsung menutup matanya dan menyuruh Ratu agar melepaskan pelukannya.


"Berhentilah memelukku, aku sudah menutup mataku kau tidak perlu malu atau takut aku akan melihatnya," ucap tuan Randi.


Ratu pun menengadahkan kepalanya dan setelah memastikan ternyata ucapan tuan Randi benar Ratu segera melepaskan pelukannya, saat itu pula tuan Randi langsung melepas jasnya tanpa membuka matanya lalu dia memberikan jas iti pada Ratu.


"Ini pakailah jasku," ucap tuan Randi.


Ratu pun segera mengambilnya dan memakainya lalu mengatakan bahwa tuan Randi bisa membuka matanya mulai saat itu.


"Terimakasih tuan, saya tidak tau harus berterimakasih seperti apa padamu untuk membalas kebaikanmu padaku," ucap Ratu merasa tidak enak.


"Tak apa mulai sekarang kau harus kembali ke ruanganku, jika dengan Han aku rasa kau tidak akan aman," jawab tuan Randi.


Ratu sebenarnya sedikit bingung dengan apa maksud dari ucapan tuan Randi yang sebenarnya namun karena dia sudah terlanjur kesal karena Han sudah melihat sedikit auratnya Ratu pun langsung saja mengiyakan ucapan tuan Randi dan dia ikut pergi ke ruangan tuan Randi saat itu juga sementara Han kembali masuk ke dalam ruangannya dan dia juga kembali terbebas dari gangguan Ratu.