
Melihat wajah Mala yang linglung seperti itu Han tidak bisa menahan tawa dan dia langsung tertawa lepas sambil menaruh gelas berisi air meja, dia tertawa terbahak bahak melihat wajah Mala yang kebingungan sambil membersihkan wajahnya yang basah.
"Ahaha....haha...wajahmu itu lucu sekali...hahaha" tawa Han yang begitu renyah,
Sedangkan Mala kebingungan karena menyadari tiba tiba wajahnya menjadi basah dengan air padahal dia rasa sebelum tertidur dia tidak mencuci wajahnya dahulu.
Mala terus melihat ke atap ruang kerjanya karena dia pikir ada sesuatu di atas sana sampai matanya mulai melihat sebuah gelas berisi air di atas meja sedangkan dia ingat jelas bahwa dia tidak pernah membawa segelas air masuk ke dalam ruangannya sebelum dia tertidur.
Tatapan tajamnya beralih pada Han yang masih asik tertawa puas dan Mala mulai menyadari bahwa tangan kanan Han basah sampai dia mengerti mengapa wajahnya basah dengan air padahal tidak ada apapun di sana.
"Ouhh....ternyata ini ulahmu yah, aishhh....kenapa kau berani sekali menyiram wajahku saat tidur!" Bentak Mala melepaskan emosinya.
Saking marahnya Mala bahkan berani bicara kasar dan keras kepada Han dia tidak memanggil Han dengan sebutan yang seharusnya, hal itu membuat Han ikut marah juga.
"Heh, berani beraninya kau memanggilku begitu, apa kau sudah lupa saat ini tengah berada di mana?" Balas Han dengan bentakkan yang tak kalah keras,
Sejujurnya saat itu Mala sudah mulai sadar jika dia masih berada di kantor dan hatinya juga menggerutu takut tapi dia tidak bisa membiarkan Han terus memperlakukannya semena mena seperti saat itu dan sebelumnya.
"Hah, aku sekarang tidak perduli sekalipun kau mau mengancam untuk memecatku, aku tidak takut silahkan saja kau pecat aku dan aku juga bisa menghabisi mu dengan satu pukulan di hidungmu itu" balas Mala sambil mengepalkan lengannya tepat ke depan wajah Han.
Han sempat kaget dan dia berjalan mundur dengan refleks, Mala pun mengambil tas nya dan pergi dari sana dengan menyenggol bahu Han cukup keras.
"Aishh....dasar wanita menjengkelkan!" Gerutu Han sambil memegangi pundaknya yang tadi di senggol Mala.
Han mematikan lampu ruangan Mala dan dia juga ikut keluar dari kantor, mereka masuk ke dalam lift yang sama sampai turun di lantai bawah namun saat mereka hendak membuka pintu rupanya pintu tersebut sudah terkunci dari luar.
Mala mulai panik karena dia tidak bisa membuka pintu itu.
"Euhghh....eughh...kenapa pintunya tidak bisa terbuka?" Bentak Mala mulai panik.
Han menghampiri Mala dan menyuruhnya untuk menyingkir.
"Hah, dasar lemah minggir biar aku yang membukanya, begini saja tidak bisa" ucap Han menyepelekan,
Saat dia mencobanya ternyata pintu itu memang tidak bisa di buka Han sudah menarik pintu itu sekuat tenaga namun tetap saja tidak bisa terbuka sampai dia sadar bahwa pintu itu sudah terkunci dari luar dan hanya satpam yang bisa membukanya.
"Aishh... Pantas saja tidak bisa terbuka pintunya sudah terkunci otomatis, aaahhh...bagaimana aku bisa lupa masalah ini, semua ini karenamu andai saja aku tidak membangunkanmu dulu pasti aku tidak akan terkurung di sini" gerutu Han sambil mengacak rambutnya frustasi,
"Heh, kenapa kau malah menyalahkanku, siapa suruh kau lembur sampai tengah malam begini pantas saja satpam mengunci pintu karena dia pikir tidak akan ada yang tinggal di kantor seperti kelelawar" balas Mala dengan mengatai Han,
"Apa?, Kau bilang aku seperti kelelawar!" Bentak Han dengan mata terbelalak sempurna,
"Iya kau bekerja keras saat malam seperti tidak akan ada hari esok, bukankah hanya kelelawar yang bekerja saat malam, sama sepertimu jadi apa bedanya" jawab Mala membuat Han sangat kesal,
"Arghhh terserah kau saja aku akan kembali ke ruanganku di sana ada kamar yang nyaman untuk aku tinggali dan tentunya tidak perlu melihat wajahmu yang menyebalkan!" Ungkap Han sambil berjalan pergi menuju lift.
"Heh, keluar kau kenapa kau, sedang apa kau di sini?" Perintah Han mengusir Mala dari dalam lift,
"A...apa aku juga mau kembali ke ruanganku aku akan tidur di sana malam ini" jawab Mala beralasan,
"Kau bisa menaiki lift setelah aku atau bisa menggunakan lift lain, jadi cepat keluar!" Ucap Han yang masih keras dengan keinginannya,
"Tidak aku tidak mau lagian kita menuju lantai yang sama kena juga aku harus keluar lagi, aku sudah mengantuk dan ingin segera tidur" balas Mala kembali beralasan dan dia berpura pura menguap untuk membohongi Han.
Han yang masih merasa kesal dengan Mala dia justru lebih memilih mengalah dan dia sendiri yang keluar dari lift tersebut saking tidak maunya berdekatan dengan Mala, melihat Han yang keluar dari lift Mala kembali mengikutinya keluar dan hal itu membuat Han jengkel.
"Heh, kenapa sekarang kau ikut keluar!" Bentak Han dengan wajah yang menyeramkan,
"K..kau jangan bicara begitu di tempat gelap itu menyeramkan tahu" balas Mala dengan raut wajah yang mulai ketakutan.
Sebenarnya Mala sangat takut gelap dan dia adalah orang yang parno dia sering menonton film horor namun dia juga memiliki mental yang buruk mengenai hal semacam itu, dia penakut saat malam namun begitu liar dan ganas saat siang.
Han yang mulai curiga bahwa Mala takut dengan kegelapan dia justru sengaja mempermainkan Mala untuk memastikan dugaannya itu, dia tiba tiba saja berlari ke dalam lift lagi dan membohongi Mala dengan menakut nakutinya secara sengaja.
"Mala lihat di belakangmu ada apa!" Teriak Han dengan ekspresi seperti ketakutan.
Mala mulai panik dan dia bahkan tidak berani melihat ke arah yang ditunjuk oleh Han dia langsung berlari masuk mengikuti Han dan berdiri di belakang Han, dia bahkan menyembunyikan wajahnya di balik badan Han.
Sampai pintu lift tertutup Han terus menahan tawa melihat Mala yang berdiri gemetar di belakang tubuhnya sambil memegangi jas yang dia kenakan dengan erat sampai membuatnya begitu geli.
"Ahahaha...ternyata kau penakut juga yah, tidak ku sangka wanita kasar sepertimu memiliki kelemahan juga hahaha" tawa Han pecah dan dia mengolok ngolok Mala dengan puas.
Mala kesal dan dia langsung melepaskan pegangan tangannya dari jas milik Han dia juga langsung berpindah tempat menjauhi Han.
"Kau...ternyata kau membohongiku yah, dasar pria menyebalkan kau akan mendapatkan balasan dariku nanti" ancam Mala sangat kesal.
Tak lama pintu lift kembali terbuka dan mereka sudah berada di lantai atas tempat ruangan keduanya berada, saat itu Han mengabaikan Mala dan dia langsung pergi masuk ke dalam ruangannya sedangkan Mala berjalan perlahan dengan kaki gemetar menuju ruangannya.
Mala ingin masuk ke dalam ruangannya namun ruangan itu sudah gelap sebab Han mematikan semua lampu sebelum dia pergi sebelumnya, Mala ingin menyalahkan lampu di ruangannya namun dia sama sekali tidak tau dimana saklar untuk menyalakan lampu itu.
Mala berjalan perlahan di pinggiran tembok dengan perasaan was was dan bulu kuduk yang mulai merinding, dia meraba raba ke dinding mencari saklar lampu.
Bukannya saklar yang dia temukan justru Mala seperti meraba tangan seseorang dan dia langsung menjerit ketakutan.
"Arkhhhh ..." Jeritan Mala yang kencang.
Mala langsung berjongkok di lantai dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan dia bahkan hampir menangis saat itu, tiba tiba setiap adegan fil horor yang pernah dia tonton mulai terlintas dalam pikirannya sehingga membuat dia membayangkan banyak hal.