PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
MEMINTA MAAF PADA SEKRETARIS HAN


Ratu terus memberanikan diri walau sebenarnya dia sangat merasa ragu dan tak karuan beberapa kali Ratu sudah berdiri dan hendak berjalan menghampiri meja sekretaris Han namun selalu saja gagal dan dia kembali duduk dengan cemas.


Hingga akhirnya malah sekretaris Han yang bicara padanya lebih dulu.


"Heh, kenapa kau bolak balik seperti itu terus?," tanya sekretaris Han.


"Ahhh.....ini sekretaris Han aku mau minta maaf soal kejadian tadi tapi aku ragu untuk melakukannya padamu, maafkan aku sekali lagi tolong maafkan aku," jawab Ratu sambil berjalan dan berdiri di depan sekretaris Han.


Setelah Ratu meminta maaf seperti itu sekretaris Han masih tak bergeming.


"Aku tau kau bukan tipe orang yang mudah memaafkan orang lain tapi saat melihat kebaikan yang sudah kau lakukan padaku selama ini bahkan saat kau tak mengenalku, aku merasa kau adalah orang baik, jika kau tidak bisa memaafkanku untuk saat ini aku tak apa, tapi aku mohon tolong maafkan aku suatu saat nanti," ucap Ratu lagi lalu dia kembali duduk di kursinya.


Suasana di sana sangat tidak enak dan tidak nyaman untuk Ratu apalagi setelah dia mengungkapkan permintaan maafnya dengan sungguh sungguh seperti tadi.


"Argjhh....itu sungguh memalukan," gumam Ratu.


Ratu pun memilih untuk pergi ke kamar mandi mencuci wajahnya agat kembali fress dan siapa tau saja dengan begitu dia bisa menyembunyikan semua perasaan khawatirnya, saat baru keluar dari kamar mandi Ratu mendapatkan panggilan telpon dari kak Zidan, sungguh Ratu bingung harus mengangkatnya atau tidak.


"Aduhh...kenapa kak Zidan nelpon aku di jam sebegini sih, padahal diakan tau aku sedang apa sekarang argjhhh dasar," ucap Ratu kesal.


kebetulan saat tengah kebingung seperti itu Cici datang dan Ratu langsung menarik Cici memintanya agar mengangkat telpon di ponsenya.


"Ci....tolong angkat panggilan ini yah lalu kamu bilang kalau aku sedang meeting atau apalah, ayo cepat Ci," ucap Ratu mendesak.


Cicipun menurutinya dan mengangkat telpon itu laku mengatakan bahwa Ratu tengah meeting bersama tuan Randi juga sekretaris Bay sedangkan ponselnya tak sengaja Cici temukan di kamar mandi, dia juga mengatakan kemungkinan Ratu lupa mengambil ponselnya, tak di sangka ternyata kak Zidan percaya dan dia langsung menutup panggilan dengan sendirinya, Ratu merasa sangat lega dan banyaj berterimakasih pada Cici karena selalu datang di waktu yang tepat untuk membantunya.


"Aaahhh....Cici kesayanganku, terimakasih, kamu benar benar malaikan penyelamatku," ucap Ratu memuji Cici.


"Hmmmm...tapi yang tadi tidak geratis yah, kau harus mentraktirku saat kau gajihan untuk pertama kalinya nanti, awas saja kalau tidak!," ucap Cici yang meminta imbalan.


"Hehe....iya iya tenang saja kau boleh memakan makanan apapun yang kau mau, oke," ucap Ratu sambil memberikan tangannya yang dibentuk hurup o pada Cici.


"Oke Tu, kau yang terbaik aku pergi dulu yah," jawab Cici menanggapi.


Ratu pun mengangguk dan mereka berpisah lagi, Ratu langsung mematikan ponselnya agar Zidan tak bisa menghubunginya lagi namun saat kembali ingat pada ancaman Zidan saat itu Ratu kembali menyalakan ponselnya dan dia uring uringan sendiri.


"Arghhh....ini benar benar merepotkan dan menggangguku," ucap Ratu sambil menghentakkan kakinya.


Ratu bingung kini dia harus kemana masuk kembali ke ruangan sekretaris Han namun dia akan canggung dan mati kutu tak bisa melakukan apapun dan berkata apapun di dalam, sedangkan jika dia masuk ke dalam ruangan CEO Randi itu justru menjadi sangat tidak mungkin, bagaimana nanti dia akan bicara pada tuan Randi jika dia menanyakan mau apa Ratu ke sana.


Akhirnya Ratu pun memutuskan untuk pergi ke ruangan sekretaris Bay tak peduli apa yang akan dia hadapi nanti saat bertemu dengan sekretaris Han, lagi pula nanti dia juga akan bertemu dengannya lagi, jadi menghindarinya seperti ini tak akan ada gunanya dan hanya akan mempersulit dirinya saja.


Saat masuk ke dalam ruangan ternyata sekretaris Han tengah fokus mengetik dengan cepat di laptopnya entah apa yang tengah dia lakukan Ratu juga tak perduli dan ada untung nya bagi Ratu jika sekretaris Han sibuk jadi dia tidak usah merasa cangung dan gugup lagi sebab sekretaris Han juga tidak akan memperhatikannya atau tidak akan tau dengan kedatangannya sebab saat diperhatikan lagi sekretaris sungguh sangat sibuk.


Ratu pun hanya duduk berdiam diri hingga tak lama sekretaris Han memanggilnya.


"Hey...kemari kau enak enakan kerja hanya diam saja, bantu aku," ucap sekretaris Han.


"Eihh....ternyata kau menyadari ada aku di sini yah, ku kira kau sangat fokus," jawab Ratu sambil berjalan dan duduk di depan sekretaris Han.


"Apa yang harus aku kerjakan?," tanya Ratu.


"Itu tolong susun semua dokumen yang baru saja aku print, dan jangan lupa pakaiakn klip lalu masukkan ke dalam maf berwarna merah," jawab sekretaris Han memberitau.


"Baiklah," jawab Ratu.


Ratu segera mengambil berkas berkas itu dan menyusunnya dengan sangat rapih lalu dia memasukannya ke dalam maf berwarna merah sesuai dengan yang diperintahkan oleh sekretaris Han, dia terus saja membantu sekretaris Han melakukan pekerjaannya mulai dari merevisi beberapa laporan yang banyak je salahan ketikan juga memeriksa kembali dokumen perjanjian kontrak dengan perusahaan anak yang sudah terjalin kerja sama dengan mereka, cukup lama Ratu dan sekretaris Han mengerjakan pekerjaan itu dan berkutik terus menerus di sana hingga akhirnya kini mereka selesai juga.


"Arghhhh....ternyata melelahkan juga bekerja di sini padahal hanya duduk saja tapi pinggangku berasa mau patah," ucap Ratu sambil meregangkan badannya.


"Hey...berhenti melakukan itu dihadapanku kau ini wanita atau pria sih," ucap sekretaris Han.


"Memangnya kenapa, apa hanya pria saja yang boleh meregangkan tubuhnya," ucap Ratu sedikit membentakan suaranya.


"Bukan begitu justru karena kau wanita kau harus menjaga dirimu dengan baik, jika dihadapanmu pria yang jahat mungkin kau sudah habis dia terkam saat itu juga bersyukurlah aku pria yang baik," ucap sekretaris Han yang membuat Ratu bingung.


"Apa maksud ucapannya arghh.....aku tidak peduli," gumam Ratu lalu dia hendak kembali ke kurisnya.


Tapi saat Ratu bangkit berdiri tiba tiba sekretaris Han membuka jasnya dan memakaikan jasnya pada Ratu lewat belakang sehingga seperti memeluknya.


Lantas Ratu sangat kaget dan di langsung saja membalikan tubuhnya dan mendorong sekretaris Han menjauh darinya.


"Sekretaris Han apa yang kau lakukan?," bentak Ratu.


"Aku hanya berusaha menutupi dadamu yang terbuka sejak tadi," jawab sekretaris Han dengan wajah yang datar sambil kembali duduk di kursinya.