PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
MENDAPATKAN BEASISWA


setelah berada di dalam ruang rektor ratu menunggu giliran namanya di panggil dan nampak ada beberapa orang yang menunggu di sana, tak lama nama ratu pun dipanggil dan ratu segera masuk ke ruang rektor lalu dia diberikan beberapa kertas ujian untuk mendapatkan beasiswa tahun ajaran baru, beberapa menit kemudian ratu selesai mengerjakan semua soal itu dengan sangat baik, namun tetap saja melihat persaingannya untuk mendapatkan beasiswa dikampus terfavorite tentu saja tidak mudah belum lagi hanya akan ada 10 mahasiswa yang terpilih.


setelah keluar dari ruangan ratu duduk untuk menunggu keputusan tak lama ada seorang perempuan yang menyapanya.


hai...gembel, omg hellowww gembel kaya loh ngapain di kampus ternama kaya gini, oh...gue tau apa jangan jangan lo mau mungutin sampah ya di sini hahahahah (ejek astrid bersama 2 temannya amanda dan diana)


ratu hanya melihat ke arah astrid sekilah dan dia tidak menghiraukan semua ejekan juga tertawaan dari astrid maupun teman temannya itu, bagi ratu meladeni orang seperti mereka hanya akan membuang waktunya saja, tapi di diamkan astrid, diana juga amanda malah semakin menjadi mereka terus saja membully ratu sampai mereka hendak menampar ratu, tapi untung saja dosen keluar untuk mengumumkan hasil ujian beasiswa hingga membuat astrid dan teman temannya itu segera pergi dari sana karena takut ulahnya diketahui oleh dosen.


setelah kepergian astrid juga teman temannya, dosen berdiri tegak memandang satu persatu mahasiswa yang mendaptarkan diri juga telah mengikuti ujian seleksi beasiswa, di sana ada sekitar 30 orang yang mengikuti seleksi sedangkan yang terpilih hanya akan ada 10 orang, saat dosen mulai berbicara dan mengucapkan prakata juga mengumumkan satu persatu nama orang yang mendapat beasiswa jantung ratu berdetak sangat kencang, dia benar benar takut kalo seandainya dia tidak mendapatkan beasiswa yang dia idam idamkan itu, sebagai satu satunya cara agar dia bisa melanjutkan pendidikannya.


sudah nama yang kelima yang telah dosen sebutkan, tapi nama ratu belum juga muncul hingga di urutan ke 6 dosenpun mengucapkan nama ratu.


dan pemenang beasiswa ke 6 diraih oleh ananda ratu salsabila dengan perolehan nilai ujian 97 (ucap dosen itu)


sontak ratu yang tadinya murung seketika berubah ceria sampai dia besujud ke lantai mengucapkan syukur tiada henti pada sang ilahi juga mengucapkan terimakasih pada dosen tadi, setelah pengumuman itu selesai ratu berniat untuk berkeliling dahulu di kampus, sekedar mencari tau di mana kelasnya nanti dan seberapa luas kampusnya itu.


ya...allah, terimakasih engkau sudah membukakan jalan menuju kesuksesan untukku, aku bahagia sekali ya allah, terimakasih....(gumam ratu sambil berjalan jalan di lorong kampus)


saat tengah menyusuri kampus tidak sengaja ratu menabrak seorang gadis gemuk yang tengah memakan permen dan berkaca mata.


brukkk,...aduh (ratu bertabrakan hingga membuatnya jatuh terungkur ke lantai)


sedangkan orang yang di tabrak ratu dia tidak goyah sedikitpun mungkin karena tubuhnya yang gemuk hingga dia kuat menahan tabrakan kecil dari ratu.


eh...maaf ka...maaf saya gak sengaja (ucap perempuan gemuk itu sambil menunduk)


lah....mba...mba kenapa?


harusnya saya yang minta maaf mba, dan saya juga hanya mahasiswa baru di sini mba, jadi tidak perlu memanggiku kaka, kenalkan namaku ratu salsabila, kamu bisa memanggilku ratu (ucap ratu memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya)


oh...kenalkan aku dita, aku juga mahasiswa baru di sini, kamu jurusan apa? (ucap dita gadis gemuk itu)


emmm...aku jurusan ekonomi bisnis, kamu? (jawab ratu dan bertanya balik)


wahhh...kebetulan banget aku juga sama, kita bisa jadi teman kan? (ucap gadis gemuk itu sumringah dan memegang tangan ratu erat berharap ratu mau menjadi temannya)


tentu saja, bahkan mungkin kita bisa menjadi sahabat, iya kan (ucap ratu ramah sambil menunjukkan senyum manisnya)


ohok..ohok...dita..bisa kamu lepaskan aku, dadaku sesak....(ucap ratu yang kehabisan nafas karena pelukan dari dita yang sangat erat)


dita segera melepaskan pelukannya lalu dia meminta maaf sambil cengengesan, ratupun memaafkannya lalu mereka berjalan jalan berdua mengelilingi kampus sampai menemukan kelas yang akan mereka tempati nanti, dan ternyata di kelas itu ada astrid, zidan dan steven juga.


saat dita sangat bersemangat dan menarik tangan ratu untuk masuk ke dalam kelas ratu justru menahan dita karena dia tidak mau astrid kembali mengolok ngoloknya apalagi di hari pertama dia menginjakkan kaki di kampus impiannya.


ratu itu kelas kita ayo kita masuk (ucap dita sambil menarik tangan ratu)


e..ee..ehhh, tunggu dit, aku tidak mau masuk, soalnya aku buru buru, ada pekerjaan yang harus aku lakukan, aku pergi dulu ya dit (ucap ratu sambil segela berjalan cepat menuju keluar kampus)


dita yang bingung melihat ratu seperti orang yang ketakutan dia pun segera berlari menyusul ratu, hingga dita berhasil menghentikan ratu tepat di dekat gerbang kampus.


ratu tunggu, kenapa kamu seperti orang yang ketakutan, dan kenapa tiba tiba kau sangat terburu buru? (tanya dita sambil ngosngosan)


enggak apa apa ko dit, nanti lain kali aku bakal ceritain sama kamu, tapi sekarang aku buru buru banget, aku pergi dulu ya sampai jumpa minggu depan dit, dahhh.....(ucap ratu sambil masuk ke dalam taxi yang baru saja lewat dan dia hentikan)


aneh...tapi ya sudahlah...(ucap dita dan berlalu pergi menuju parkiran, masuk ke dalam mobil miliknya)


sementara ratu di perjalanan pulang dia membuang nafas lega karena dia selamat dari orang orang yang selalu membuat dunianya kacau balau.


huft....syukurlah aku bisa kabur dari mereka, kalau sampai tadi aku masuk, aduhhhh gak tau deh bakal kaya gimana jadinya, eh...tapi, minggu depan aku bakal satu kelas dengan mereka bagaimana ini (gumam ratu dalam hati kecilnya yang mulai khawatir)


nona..mau di antar ke mana? (tanya supir taxi tiba tiba yang membuat lamunan ratu buyar begitu saja)


ahh...iya pak kita ke jalan mandala 1 ya pak (ucap ratu menyebutkan alamat rumahnya)


tiba tiba telponnya berbunyi dan ratu segera melihatnya ternyata itu adalah email dari kepala cleaning service perusahaan atmaja, dengan buru buru ratu segera membuka email itu dan tring.....


ternyata dalam pesan singkat itu mengatakan kalau ratu harus ke pereusahaan itu pukul 14.00, setelah jam makan siang untuk menghadiri CEO di perusahaan itu.


ratu semangat dan begitu bahagia mendapatkan kabar itu, namun terbesit sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya.


ehh...tunggu, aneh kenapa kepala cleaning service itu menyuruhku untuk ke kantor bertemu dengan ceo perusahaan, padahal aku kan hanya jadi cleaning service, apa hubungannya?.......


tapi ya sudahlah yang penting ini jalan yang bagus agar aku di terima di sana, semangat ratu!! (gumam ratu yang kebingungan namun tetap menyemangati dirinya sendiri)