PENDERITAAN RATU KECIL

PENDERITAAN RATU KECIL
BERSAMA OMA


setelah mendengar ucapan dari ratu yang sungguh membuat hati oma bahagia, omapun langsung memeluk ratu dalam dekapannya, sementara zidan mulai menyunggingkan senyumnya saat melihat oma nya kembali tersenyum saat memeluk ratu, bahkan berani mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada ratu.


Baiklah oma karena sekarang sudah ada ratu yang akan menjaga oma, kalo gitu zidan pergi ke kantor dulu ya oma (ucap zidan sambil mencium punggung tangan kanan oma)


Ya sudah sana kamu pergi saja, hati hati dijalan (ucap oma)


Lah...sejak kapan oma berani mengusirku secara halus begini, biasanya oma selalu marah kalo aku tinggal, huh ini pasti karena ada ratu (gumam zidan sambil berjalan masuk ke dalam mobil amorgini miliknya)


Setelah kepergian zidan, oma langsung menarik tangan ratu dan mengajaknya untuk mengobrol bersama di taman belakang rumah.


ratu, mari sini nak, temani oma untuk bercerita (ucap oma dan dibalas anggukan oleh ratu sambil tersenyum)


merekapun duduk berdua di bangku taman yang indah serta berwarna putih bersih itu, nampak banyak bunga mawar merah bertebaran di sekitar taman, bahkan hampir seluruh bagian taman itu dipenuhi dengan bunga mawar merah yang indah, ratu menatap takjub melihat keindahan taman itu, karena walaupun di rumahnya juga terdapat taman namun tidak seluas dan tidak seindah itu.


waawww...oma tamannya indah sekali, bahkan taman bunga di rumahkupun kalah dengan ini (ucap ratu)


jelas ini sangat bagus siapa dulu dong yang membuatnya (ucap oma sedikit menyombongkan diri)


memangnya siapa yang membuatnya oma? (tanya ratu penasaran)


sementara ratu membulatkan matanya sempurna, karena setau dia oma tidak bisa berjalan atau sedang sakit sehingga duduk di kursi roda, ternyata hari ini dia melihat oma bisa berjalan sangat bagus seperti orang yang sehat saja.


kenapa kamu begong gitu ratu, kamu heran ya, kenapa oma bisa berjalan seperti ini (ucap oma seperti tau saja isi pikiran ratu)


i...iya..oma, haru heran (jawab ratu jujur)


oma rika pun mendekati ratu dan duduk tepat di samping ratu, lalu dia mengusap lembut pucuk kepala ratu sambil mulai memberikan penjelasan.


nak, sebenarnya oma tidak sakit atau apapun, oma hanya diperlakukan sangat istimewa oleh zidan ya, walaupun ini lebih terlihat seperti mengekang, zidan selalu melarang oma melakukan apapun, bahkan dia meminta agar oma duduk di kursi roda, supaya tidak cape berjalan, padahal oma ingin sekali bisa seperti dulu, berjalan semaunya kemanapun oma pergi, oma tau umur oma tidak muda lagi tapi kaki oma ini masih sangat kuat untuk berjalan (ucap oma rika yang terlihat sangat sedih )


apa sebegitu posesivnya ka zidan sama oma, sampai dia minta oma duduk di kursi roda gini, kasian banget oma, aku harus bisa menghiburnya (gumam ratu penuh keyakinan)


oma, jangan sedih gitu dong, ratu tau ka zidan pasti punya alasan lain kenapa dia melakukan ini pada oma, dia sangatlah menyayangi oma makanya seperti ini, tapi oma tenang aja ya, karena sekarang sudah ada ratu, nanti ratu janji akan ajak oma jalan jalan ke tempat pavorite ratu (ucap ratu menghibur oma rika)


benarkah, tapi kamu harus benar benar berjanji ya, jangan kamu ingkari janjimu itu kalau tidak oma akan menghukummu paham! (ucap oma mengancam)


aaasiyap oma (ucap ratu sambil menunjukkan jempol kanannya pada oma)