
Hari ini kebetulan Daddy Roy dan Mom Kia sedang tidak ada di mansion. Mereka ada acara makan malam dengan para rekan bisnis mereka. Karena itu Zhoya berusaha untuk melarikan diri dari mansion.
Namun sayangnya penjagaan di luar mansion begitu ketat membuat Zhoya kesulitan untuk keluar dari gerbang mansion yang tinggi itu.
"Ehm, maaf nona. Anda tidak boleh pergi. Tuan Roy melarang nona untuk keluar dari sini." Albert menyuruh Zhoya untuk masuk kembali ke dalam mansion.
"Aku hanya ingin cari angin, sebentar saja." pinta Zhoya.
"Lihat lah ini sudah larut malam, Nona." Albert menunjukkan jam tangannya. Di Amerika saat ini memang sudah malam berbeda dengan di Indonesia, di sana masih siang hari.
"Hanya sebentar, please!" Zhoya mengatakannya dengan nada manja.
Albert menggelengkan kepala, dia memang sangat patuh kepada Tuannya. Albert malah menyuruh dua bodyguard lain untuk membawa Zhoya masuk ke dalam mansion.
Zhoya mencoba berontak, sayangnya tenaga pada bodyguard itu sangat kuat sekali, sampai Zhoya tidak bisa melawan mereka, dia dibawa paksa masuk ke dalam mansion, lalu mansion itupun di kunci dari luar.
"Aish!" Zhoya hanya bisa mengeluh, entah otaknya kurang encer atau memang penjagaan disana sangat ketat makanya selama ini Zhoya belum pernah berhasil kabur dari mansion, waktu remaja dia pernah mencoba ingin pergi dari sana malam-malam karena janjian nonton film bareng teman sekolahnya, sayangnya usahanya gagal. Dan selalu gagal.
Zhoya naik lift yang ada di mansion itu, menuju kamarnya di lantai tiga. Lalu dia keluar dari lift, masuk ke dalam kamar, merebahkan dirinya diatas kasur.
Zhoya memandangi langit-langit di kamarnya, matanya berkaca-kaca mengingat saat kebersamaaannya bersama Morgan di kediaman mertuanya. Morgan sengaja memasang wajah Zhoya di langit-langit kamar Morgan, katanya untuk mengobati rasa rindu Morgan padanya.
Rupanya memang benar, semalam pun Morgan mamasang kembali foto Zhoya di langit-langit kamarnya. Karena semalam Morgan tidak bisa tidur, dia hanya merebahkan diri diatas kasur, menatap foto Zhoya diatasnya.
"Aku merindukan kamu, kak." lirih Zhoya.
Zhoya tiba-tiba merasa mual, dia segera pergi ke wastafel yang ada di kamarnya.
"Hueekk...Huekkk!"
Zhoya muntah dua kali di wastafel, dia membasuh mukanya dengan air, kemudian berjalan menuju cermin, memandangi dirinya di pantulan cermin itu. "Apa aku salah makan? Atau masuk angin? Kenapa perutku rasanya tidak enak?"
...****************...
Di waktu yang berbeda, karena di Indonesia sekarang ini masih siang. Perbedaan waktu 12 jam dengan Amerika.
Bukan hanya itu, di luar gedung DK Entertainment banyak sekali para penggemar Morgan yang setia mendukung Morgan, walaupun mereka harap-harap cemas, berharap Morgan tidak bersalah.
"Morgan, kami percaya padamu. Kamu pasti tidak bersalah." teriak salah satu dari penggemar Morgan.
Lalu ada yang berteriak juga, "Apapun yang terjadi, kami akan selalu mendukungmu."
Mungkin karena mereka menjadi penggemar Morgan saat Morgan masih menjadi aktor pendatang baru, makanya mereka yang hadir saat ini adalah penggemar setia dari seorang Morgan Xavier, walaupun jumlah penggemar Morgan saat ini sudah banyak berkurang karena banyak yang kecewa dengan skandal Morgan saat ini.
Sebuah Mobil berhenti di depan gedung DK Entertainment, terlihat ada seorang pria keluar dari dalam mobil. Dikawal oleh beberapa bodyguard disana.
Para penggemar langsung berteriak histeris, "Morgan!"
Mereka pikir pria itu Morgan, namun mereka terdiam begitu melihat wajah pria itu dengan jelas, ternyata yang datang bukanlah Morgan, tapi Darwin.
"Lho Morgan kemana?"
"Mengapa Morgan tidak datang?"
Semua yang ada disana bertanya-tanya.
Bahkan para wartawan terkejut saat melihat Darwin datang ke tempat jumpa pers, dia duduk di kursi yang seharusnya tempat duduk Morgan. Darwin duduk di tengah-tengah, sementara di sebelah kirinya sudah ada Pak Zacky duduk disana dari tadi. Dan di sebelah kanannya Pengacara Janson.
Bukan hanya para penggemar dan wartawan yang terkejut, Pak Zacky dan Pengacara Janson pun sama terkejutnya saat melihat Darwin duduk di kursi tempat jumpa pers.
"Mengapa anda duduk disini, Pak Darwin?" tanya Pak Zacky kepada Direktur CSTV itu.
Darwin belum bisa menjawab, karena para wartawan pun demikian, mereka bertanya dengan pertanyaan yang sama.
"Mengapa anda disini, Pak Darwin?"
"Dimana Morgan Xavier?"
Darwin memegang mic speaker di depannya, dia mencoba untuk bersikap tenang walaupun sebenarnya dia sangat gugup sekali. "Morgan sama sekali tidak bersalah, dia hanya korban. Karena itu yang seharusnya ada disini bukan dia, tapi aku."