
Pagi ini Darwin sedang joging di track joging, dia sudah berlari selama dua jam penuh membuatnya kelelahan, sehingga dia duduk kursi besi yang tersedia disana.
Darwin melihat ponselnya, dia beberapa kali mengirim pesan pada Zhoya, namun Zhoya sama sekali gak pernah membalas pesan darinya, padahal bagi Darwin gadis itu adalah cinta pertamanya.
Darwin masih ingat saat pertama kali melihat Zhoya yang masih remaja di pesta ulang tahun Adva milik keluarga Zhoya, dia melihat Zhoya yang terlihat begitu sangat cantik.
Bahkan cinta Darwin untuk Zhoya begitu buta, dia tidak peduli dengan status Zhoya yang masih menjadi seorang istri dari Morgan Xavier, Darwin akan bersedia menunggu mereka bercerai.
Tiba-tiba Darwin teringat dengan kejadian 4 tahun yang lalu, saat dia mengira seorang wanita bernama Disha itu adalah seorang pela-cur yang disewa oleh temannya, namun rupanya Disha hanyalah seorang pegawai magang bar yang datang ke kamarnya hanya untuk mengantarkan minuman yang dipesan oleh temannya.
Sampai Darwin terkejut rupanya tanpa dia sadari dia telah memper-kosa seorang wanita, apalagi setelah dia tahu ternyata dialah yang pertama melakukannya begitu melihat bercak darah di seprai kasur tempat dia memaksa Disha untuk tidur dengannya.
Darwin memang mencintai Zhoya, namun dia tidak ingin lepas dari tanggungjawabnya, dia menyuruh orang lain untuk mencari keberadaan Disha, dia takut Disha akan hamil anaknya, jika ternyata Disha hamil maka dia akan bertanggungjawab entah itu dengan cara membiayai anaknya ataupun jika Disha bersedia dia akan menikahinya.
Namun karena ternyata keberadaan Disha tidak ditemukan juga, makanya Darwin sudah hampir lupa dengan kesalahannya itu. Mungkin Darwin mengira Disha tidak hamil makanya Disha tidak meminta tanggungjawab darinya.
"Hiks.. hiks..."
Darwin mendengar suara tangisan anak kecil, membuatnya celingak celinguk mencari sumber suara, dia melihat ada seorang anak kecil perempuan sedang menangis tak jauh dari tempat dia duduk.
Darwin menghampiri anak kecil yang kemungkinan usianya sekitar kurang lebih tiga tahunan itu.
"Hiks...hiks... mama... Shiva takut."
Darwin tidak tau harus berbuat apa pada anak itu, karena kebetulan disana agak sepi, mungkin karena masih pagi sekali.
"Mamanya kemana dek?" tanya Darwin.
Darwin baru ingat kalau dia memiliki coklat di saku celana pendeknya itu, dia memberikan coklat pada Shiva. "Kamu mau coklat hm?"
Shiva berhenti menangis, dia dengan ragu-ragu menerima coklat dari Darwin.
Darwin tersenyum dia membantu membukakan kemasan coklat itu, lalu memberikannya kembali pada Shiva.
"Adek tau rumah adek dimana?"
Shiva menggelengkan kepala.
Darwin rasa dia harus menyerahkan Shiva ke pihak berwajib, dia tidak mungkin sembarangan membawa anak orang lain ke rumahnya.
...****************...
Rupanya Shiva adalah anaknya Disha, tadi pagi Disha sedang sibuk dengan pekerjaan rumahnya, dia lupa tidak mengunci pintu, rupanya Shiva keluar dari rumah, dia melihat ada seekor kucing melewati rumahnya.
Mereka tinggal di sebuah kontakan kecil di ibu kota ini.
Shiva mengikuti kucing itu karena ingin menangkapnya. Sampai dia berada di track joging yang jaraknya lumayan jauh dari rumah kontrakannya. Mungkin karena Shiva masih baru disana, dia tidak tau arah jalan pulang.
"Shiva... Shiva...." Disha yang baru selesai mencuci baju, dia terkejut begitu menyadari Shiva tidak ada dirumahnya, dia segera pergi keluar untuk mencari anaknya.
"Ahhh... Shiva, kamu dimana?" Disha sangat panik sekali, dia segera mencari Shiva dengan perasaan tidak tenang, sayangnya dia mencari ke arah berlawanan.