
"Shiva!"
Disha terkejut begitu melihat Shiva berlari ke arah jalan raya, dia berlari secepat mungkin untuk mengejar Shiva.
Saat itu Disha sedang berada di toko kue, memilih makanan untuk bekal Shiva sebelum dia mengantarkan Shiva ke tempat penitipan anak. Namun Shiva tiba-tiba saja berlari begitu melihat sebuah balon yang terbang ke arah jalan raya, anak usia 3 tahun memang belum tau apa-apa.
Beruntung mobil yang dikendarai Morgan berhenti dengan begitu cepat, sehingga nyawa Shiva tertolong.
Alangkah terkejutnya Dhisa begitu melihat Morgan keluar dari mobilnya, begitu juga Morgan, dia melihat Disha berlari ke arah anak kecil yang hampir saja dia tabrak.
"Mama!" Shiva berdiri, dia memeluk sang mama, sambil menangis.
Morgan mengerutkan keningnya, mengapa Shiva memanggil Disha mama? Apakah Disha sudah memiliki anak? Itu artinya Disha sudah berkeluarga?
Disha melihat lutut Shiva terluka, "Astaga, kaki kamu terluka sayang."
...****************...
Morgan mengantarkan Shiva dan Disha ke rumah sakit, bagaimanapun juga dia harus bertanggungjawab terhadap Shiva yang terluka karenanya.
Beruntung Shiva hanya mengalami luka ringan, makanya tidak sampai harus di rawat. Dan diperbolehkan untuk pulang hari itu juga. Karena itu Disha terpaksa harus cuti, tidak bisa masuk kerja hari ini.
Tak ada pembicaraan sedikit pun diantara Morgan dan Disha, karena Morgan sibuk mengurus biaya perawatan Shiva, sementara Disha sibuk menemani Shiva yang lututnya harus dijahit.
Sore itu, Morgan mengantarkan Shiva dan Disha ke rumah kontrakan tempat mereka tinggal.
Disha terdiam, dia memeluk Shiva yang tengah tertidur dipangukannya. Kemudian dia memberanikan diri untuk bertanya pada Morgan, "Sampai kapan kamu akan bersikap seolah tidak mengenali aku?"
Morgan menghela nafas, "Untuk apa? Diantara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi."
"Apakah kamu tidak penasaran mengapa aku pergi meninggalkan kamu?"
Morgan terdiam sejenak, kemudian dia berkata, "Dulu iya, namun setelah bertemu dengan kamu, aku tidak penasaran lagi, ada hal yang lebih penting yang harus aku pikirkan."
"Apakah itu istrimu?"
Morgan tidak menjawab iya atau tidak.
"Istrimu adalah wanita yang sangat beruntung, dia terlahir dari keluarga kaya raya, dia tidak tau bagaimana menjalani hidup susah dan menderita seperti aku. Apalagi sekarang dia cintai olehmu. Sementara aku, aku tidak pernah bahagia menjalani hidup ini, karena aku telah meninggalkan orang yang sangat berarti di dalam hidup aku." Disha mengatakannya dengan mata berkaca-kaca.
Morgan terdiam begitu lama, kemudian dia menatap Disha, "Sekarang ini kita sama-sama sudah berkeluarga, kamu sudah punya anak. Lebih baik kita lupakan masa lalu kita. Awalnya aku sangat penasaran mengapa kamu pergi dari hidupku, namun sekarang aku tau apa alasannya, mungkin kamu sudah menemukan pria yang lebih baik dari aku."
Disha malah terisak, "Aku... aku belum berkeluarga. Shiva tidak memiliki ayah. Itulah alasan mengapa aku meninggalkan kamu dulu,"
Morgan tidak mengerti dengan apa yang Disha ucapkan, "Maksud kamu apa?"
Disha semakin terisak, "Malam itu aku dilecehkan, aku benar-benar terpuruk, aku merasa hidup aku hancur. Aku tidak ingin menjadi beban kamu, apalagi kamu seorang aktor. Makanya aku pergi. Namun aku sangat menyesali keputusanku, selama ini aku sangat merindukanmu, Morgan."