Morgan Sang Casanova

Morgan Sang Casanova
Empat Puluh Dua


Sudah empat hari Morgan syuting di kota B, selama empat hari itu Morgan dengan Zhoya tidak pernah komunikasi sama sekali.


Bahkan Zhoya menonaktifkan ponselnya, dia sengaja melakukan itu, karena takut lupa diri malah menghubungi Morgan, Zhoya harus bisa membuang perasaannya pada pria itu, karena Morgan sama sekali tidak bisa mencintai dirinya, walaupun dia berusaha untuk mengambil hati Morgan, namun rasanya percuma jika Morgan enggan untuk membuka hati.


Hari ini Zhoya melakukan interview untuk orang-orang yang sudah melamar pekerjaan di Restoran Tirai Bambu, sudah banyak karyawan yang dia terima.


Dan ini kebetulan interview terakhir yang dia lakukan, karena hari sudah mulai sore.


Tok... Tok... Tok...


"Permisi!"


Terdengar suara seorang wanita mengetuk pintu ruangannya.


Zhoya saat ini masih duduk di kursi kebesarannya, "Silahkan masuk!" suruhnya.


Zhoya melihat seorang wanita cantik masuk ke dalam restoran, wanita itu tersenyum manis pada Zhoya.


Zhoya membalas senyuman wanita itu, "Silahkan duduk." Zhoya mempersilahkan wanita itu untuk duduk di depannya.


Wanita menganggukkan kepalanya, dia pun duduk, dia tersenyum memandangi istri dari mantan pacarnya itu.


Saat ini Disha memang membutuhkan pekerjaan, untuk membiayai kebutuhan dirinya dan anaknya, dia sudah melamar kemana pun di kota ini, namun tidak ada yang menerimanya, karena itu dia terpaksa harus melamar pekerjaan kesana, sekalian dia ingin bisa melihat Morgan lebih dekat, selama 4 tahun ini dia hanya bisa melihat Morgan dari kejauhan.


Zhoya memperhatikan biodata tentang Disha dengan seksama, rupanya Disha pernah bekerja sebagai chef di restoran bintang lima di kota A, kebetulan Hana tidak jadi menjadi chef disana dikarenakan kondisi kandungnya yang mulai membesar, karena itu Zhoya membutuhkan beberapa chef disana.


"Nama saya Disha Miranda, usia 26 tahun, pendidikan D3, saya akan bekerja dengan keras jika Nona menerima saya sebagai chef disini." Disha memperkenalkan dirinya pada Zhoya.


Zhoya menganggukkan kepalanya, dia rasa Disha sangat cocok untuk menjadi chef disana, "Padahal dulu anda bekerja di restoran terkenal di kota A, mengapa berhenti bekerja disana?"


"Karena saya ingin tinggal di kota ini lagi, kota ini adalah kota yang banyak sekali kenangan untuk saya."


Zhoya memberikan pertanyaan lagi padanya, dia ingin terlihat elegan dan berwibawa di depan para calon karyawannya. "Apa pengetahuan anda tentang standar keamanan dan kebersihan makanan?"


"Bagi saya standar keamanan dan kebersihan makanan itu sangat penting. Kebetulan saya juga memiliki sertifikat keamanan dan kebersihan makanan yang saya dapat dari pelatihan. Saya bisa mendemonstrasikan beberapa standar keamanan sekarang jika Anda ingin."


Zhoya menganggukkan kepala lagi, dia sudah benar-benar mereka takjub dengan perempuan bernama Disha ini, "Baiklah, kamu diterima bergabung dengan restoran saya, nanti kamu mulai bekerja hari senin, tiga hari lagi, sekalian akan diadakan Grand Opening di restoran kami nanti."


Disha tersenyum lebar, dia sangat senang akhirnya dia bisa diterima bekerja disana. "Terimakasih banyak Nona, saya janji saya akan bekerja dengan baik."


Zhoya menganggukkan kepala, "Iya."


"Kalau begitu saya permisi," Disha berpamitan padanya.


Zhoya menganggukkan kepala, dia memperhatikan Disha yang keluar dari ruangannya, padahal dia seorang wanita, tapi dia memuji kecantikan wanita itu, apalagi penampilannya yang sangat dewasa sekali.


Apa mungkin perempuan seperti itu yang disukai Morgan?


Zhoya menggelengkan kepala begitu dia teringat dengan Morgan, sudah empat hari dia menahan dirinya untuk bisa membuang perasaannya pada pria itu, dia harap selama mereka tidak bertemu, dia bisa melupakan perasaannya pada Morgan, walaupun pasti rasanya sangat sulit.


...****************...


Disha memperhatikan seluruh isi restoran tempat dia bekerja nanti, dia sudah yakin dengan keputusannya untuk bekerja disana, dia sadar dulu seharusnya dia tidak lari dari masalah, sejujurnya dia sangat menyesali keputusannya yang meninggalkan Morgan begitu saja.


Namun nasi sudah menjadi bubur, dia hanya ingin mendapatkan pekerjaan dan bisa melihat Morgan dari jarak lebih dekat.


Apakah Morgan benar-benar bisa move on darinya selama 4 tahun ini? Sementara dirinya masih sangat mencintai pria itu.


Disha kaget begitu melihat ke balik dinding kaca, dia melihat ada seorang pria yang sangat dia benci, pria yang telah merenggut kehormatannya 4 tahun yang lalu, dia segera membelakangi Darwin begitu Darwin masuk ke dalam restoran.


Beruntung Darwin sedang sibuk berteleponan sambil berjalan melewatinya, dia tidak fokus dengan wanita yang membelakanginya itu.


"Kamu pending dulu pekerjaan aku sebentar, aku ingin bertemu dengan seseorang dulu. Ini sangat special." ucap Darwin kepada asistennya.


Mengapa pria itu datang menemui Zhoya? Ada hubungan apa diantara mereka? Mengapa pria itu mengatakan Zhoya sangat special untuknya?


Hati Disha bertanya-tanya begitu melihat Darwin membawa sebuket bunga mawar untuk Zhoya.