Morgan Sang Casanova

Morgan Sang Casanova
Saratus Tujuh


Morgan merebahkan tubuh Zhoya diatas kasur, Zhoya sudah tidak memakai kain sehelai pun sehingga telihat begitu jelas indahnya tubuh Zhoya. Sementara Morgan masih memakai boxer berwarna hitam.


Morgan memberikan banyak sentuhan pada tubuh Zhoya, dari ujung kepala ke ujung kali, membuat Zhoya meremang. Pria itu selalu saja sukses membuat Zhoya hanyut ke dalam permainannya.


Apalagi saat Morgan memberikan sentuhan pada area intinya dengan lidahnya yang bergerilya disana.


"Mhhh... ahhh... " Zhoya mendes-ah penuh rasa nikmat, menahan kegelian saat merasakan benda lunak itu bergerak menyusuri kelembutan area intinya.


Zhoya menggeliatkan badannya, tangannya mencengkram seprai dengan kuat. Morgan telah berhasil membawa dirinya dibuat mabuk melayang-layang di udara.


"Owhhh... kak..." Zhoya meremang saat Morgan memberikan sesapan kecil dibawah sana.


Rupanya Morgan sangat tau sekali bagaimana membuat wanita menggila, area mana yang bisa membuat wanita di buat terbang melayang. Sampai Zhoya dibuat terus mendes-ah dan meremang.


"Kak... ahh...." Zhoya memarasakan tubuhnya bergetar begitu gelombang itu keluar, begitu banyak, sampai deru nafasnya terdengar begitu berat.


Morgan tersenyum, dia mengusap bibirnya yang basah, kemudian dia membuka celananya, sehingga terlihat begitu jelas sebuah benda yang berurat itu berdiri dengan kokoh.


Morgan membuka lebar paha Zhoya, lalu mengarahkan senjatanya ke area pusat inti Zhoya. Dengan pelan sang jantan mulai menyeruak masuk ke dalam, sampai akhirnya miliknya berhasil memenuhi milik Zhoya, membuat Morgan menganga menatap langit-langit, mengisyaratkan betapa nikmatnya saat sang jantan merasakan milik Zhoya berkedut menjepitnya.


"Ahhh..." Keduanya mendes-ah.


Morgan mencodongkan badannnya berada diatas Zhoya, mencium bibirnya, sambil menggerakkan pinggulnya yang berotot itu.


"Kamu membuatku candu, Zhoy. Demi Tuhan, hanya tubuh kamu yang ku mau." Morgan meracau sambil beberapa kali memberikan kecupan pada bibir Zhoya.


Morgan bermain dengan hati-hati karena tau kondisi Zhoya yang tengah hamil muda, namun dia tidak akan melepaskan Zhoya begitu saja, mereka akan melakukannya secara pelan, namun tetap saja pastinya harus dilakukan beberapa ronde sampai dirinya puas.


Zhoya menyambut ciuman Morgan, dia memeluk punggung Morgan, menatap pria yang sedang mengguncang tubuhnya.


Kemudian Morgan menghisap buah dada Zhoya, dia menyesapnya dengan begitu rakus.


"Mmmhhh... kak Morgan." Zhoya mere-mas kepala Morgan yang sedang menghisap buah dadanya.


Zhoya menggelengkan kepala, dia masih ingin terus bercinta dengan sang suami terkasih, dia tersenyum sambil mencium bibir Morgan.


Morgan mengerti dengan apa yang dimaksud Zhoya, wanita itu belum ingin mengakhiri percintaan panas mereka, karena itu dia semakin bersemangat menghentakkan miliknya semakin dalam.


"Mmhhh... ahh... ahh..." Semakin dalam rasanya semakin nikmat tak tertahankan.


...****************...


Tiga hari berlalu...


Morgan kini sudah berada di Inggris, dia sedang menjalani syuting film laga Hollywood, yang kebetulan negara Inggris menjadi lokasi syutingnya. Tepatnya dikota London.


Morgan adalah seorang aktor yang sangat profesional, makanya dia jarang menggunakan pemeran pengganti, dia sangat menyukai tantangan, karena itu aktingnya selalu terlihat begitu keren dan memukau.


"Morgan, can I have your phone number, please?" pinta lawan mainnya, Katie. Dia meminta nomor ponsel pribadi Morgan. Dia sangat tertarik pada Morgan saat pertama kali melihatnya.


Kebetulan saat ini Morgan sedang beristirahat sebentar bersama Boy, setengah jam lagi mereka akan syuting kembali.


"Sorry, I'm married and have a wife. So we have to work professionally." Morgan enggan memberikan nomornya pada Katie, kalaupun ada yang perlu dibahas dalam masalah pekerjaan, Katie bisa menghubungi Boy, managernya.


Katie sangat kecewa mendengarnya, dia pikir Morgan belum memiliki istri. "Too bad, I thought you weren't married yet."


Sang casanova kini telah berubah menjadi pria yang sangat setia, dia tidak ingin menyakiti Zhoya, karena dia ingin hidup dengan Zhoya selamanya, ingin menghabiskan masa tua bersama dengannya. Sampai maut memisahkan.


Boy menatap kagum pada pria itu, padahal dia sangat tau belangnya seorang Morgan Xavier, setiap ada wanita yang mengajaknya berkencan ataupun untuk sekedar menghabiskan cinta satu malam, dengan senang hati dia akan meladeninya. Kini Morgan benar-benar menjadi sosok pria yang sangat diidamkan. Padahal banyak sekali yang ingin berkecan dengan artis sekelas Katie, dengan tanpa ragu Morgan menolaknya.


...****************...


...Harusnya hari ini tamat, tapi karena ada yang masih penasaran dengan kisah Disha dan Darwin, mulai besok akan ada bonchapnya. Walaupun bonchapnya gak akan panjang, Zhoya dan Morgan juga pasti ada bonchapnya....