Morgan Sang Casanova

Morgan Sang Casanova
Seratus Lima


Zhoya menggelengkan kepala, dia juga tidak tau siapa yang datang ke Villa mereka.


Zhoya dan Morgan terlihat panik begitu mendengar suara langkah kaki seseorang yang sedang berjalan menuju Villa. Mereka segera mencari pakaian Zhoya, karena lupa mengunci pintu.


"Aduh siapa sih?" gerutu Zhoya, dia meraih gaunnya yang tergeletak di lantai. "Kak tolong carikan bra dan cd aku!" suruhnya.


Morgan berhasil menemukan bra Zhoya, dia segera memberikannya pada Zhoya, lalu dia mencari cd Zhoya yang sudah dia lempar jauh tadi.


Zhoya dengan cepat memakai branya, lalu memakai gaunnya. Sementara Morgan sedang sibuk mencari cd Zhoya.


"Kak Morgan sih pakai acara melempar-lemparnya segala." gerutu Zhoya. Dia malah menyalahkan Morgan.


"Lha kan kamu yang pertama melemparkannya ke aku." Morgan malah balik menyalahkan Zhoya.


Mata Morgan berbinar-binar begitu melihat kain segitiga milik Zhoya di dekat lemari TV.


Ceklek!


Terdengar suara seseorang membuka pintu.


Tuiingg...


Morgan terpaksa menendang kain segitiga itu agar masuk ke kolong lemari, karena takut ketahuan oleh sang tamu.


"Mana kak?" tanya Zhoya.


Morgan tidak mungkin langsung membawanya karena sang tamu keburu masuk ke dalam villa, rupanya yang datang adalah Daddy Roy dan Mom Kia.


Padahal mereka memberikan waktu tiga jam pada Zhoya dan Morgan untuk saling melepas rasa rindu, namun rupanya dua sejoli itu malah menggunakan waktu tiga jam dengan mengobrol, karena ada banyak yang harus mereka bicarakan, giliran mau saling melepaskan rindu, eh ganguan datang.


Daddy Roy menepuk-nepuk pundak Morgan sambil tersenyum, dia pikir Morgan berdiri di depan pintu untuk menyambut kedatangan mertua tercinta.


"Om... Eh Dad," sapa Morgan, dia kemudian melirik Zhoya yang sedang mendelikinya dengan perasaan kesal, gara-gara Morgan kurang gercep, dia tidak memakai cd sekarang. Untung gaun yang dia pakai lumayan panjang.


Daddy Roy membalas sapaan Morgan dengan senyuman, dia nampak berseri hari ini, mungkin karena dia sudah mendapatkan hadiah dari sang istri karena sudah merestui hubungan Zhoya dengan Morgan.


"Ayah mertua kamu memang menyebalkan, masa malah menyuruh kamu kesini, padahal kamu pasti belum makan, kan?" Mom Kia memang sengaja datang ke Villa untuk mengantarkan makanan untuk sang menantu.


Morgan merasa tersentuh mendengarnya, "Harusnya gak usah repot-repot, Mom." Karena sebenarnya si joni lebih lapar dibandingkan perutnya, padahal tinggal satu langkah lagi. Namun dia sangat menghargai ketulusan hati Mom Kia.


"Gak apa-apa kok, Mommy sengaja membawa makanan yang banyak agar kita bisa makan bersama." Mommy Kia kemudian menoleh ke Zhoya yang sedang duduk di kursi sofa dengan cemberut, "Kamu kenapa, sayang?"


"Ah nggak, Mom. Zhoya lagi pengen duduk aja." Zhoya mengatakannya dengan wajah memerah, padahal Mom Kia dan Daddy Roy gak akan tau dia tidak memakai cd, namun tetap saja dia sangat malu dan merasa tidak nyaman.


"Tuh kan kataku juga apa? Pasti mereka masing ingin berduaan." celetuk Daddy Roy pada istrinya.


"Oh nggak Dad, aku malah senang bisa berkumpul dengan Daddy dan Mommy." Morgan tidak ingin membuat mertuanya kecewa.


Tak lama kemudian, mereka pun makan siang bersama di Villa itu.


Zhoya pun kembali bergabung dengan keluarganya diruang makan. Dia tersenyum melihat interaksi Morgan dengan kedua orang tuanya. Mereka terlihat akrab sekali. Sampai sang Daddy dan Morgan saling bercerita bagaimana pengalaman mereka menjadi seorang aktor.


Morgan sangat bahagia sekali, dia pikir dia akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan restu dari mertuanya, namun ternyata mereka malah memperlakukannya dengan sangat baik. Bahkan Morgan malah mendapatkan kabar yang sangat menggembirakan, Zhoya telah mengandung anaknya. Sebuah kebahagiaan yang sempurna.


Morgan menatap Zhoya yang masih terlihat kesal, dia berbisik pada Zhoya, "Udah ketemu cdnya?"


"Hmm... ya." jawab Zhoya dengan nada malu.


Morgan pasti sudah membuat Zhoya kesal, dia takut tidak mendapatkan jatahnya hari ini. "Tapi nanti malam tetap ngasih, kan?" Morgan mengatakannya dengan penuh rasa harap.


Zhoya tak langsung menjawab, dia mengunyah dulu makanan yang sedang dia makan, kemudian dia mengangukan kepala dengan malu-malu.


Morgan tersenyum mesem melihatnya. Sudah tak sabar ingin segera merasakan malam ketiga mereka.


...****************...


Malamnya...


Morgan, Zhoya, dan mertuanya menginap di Villa.


Padahal Morgan ingin sekali berbuka puasa malam ini, namun ayah mertuanya malah mengajaknya main catur sampai larut malam. Karena gak konsen, makanya Morgan kalah terus.


"Astaga, padahal kamu masih muda lho, masa gak bisa main catur?" Daddy Roy bosan menang terus.


"Aku jarang main catur, Dad." Morgan melirik jam yang bertengger di dinding, sudah menunjukkan jam 10 malam, dia takut Zhoya ketiduran. Namun dia tidak ingin membuat ayah mertuanya kecewa.


"Kalau kamu menang, kita akhiri permainan ini. kalau kamu kalah, kita lanjut terus sampai pagi, bagaimana?" usul Daddy Roy, kemudian dia memasukan es batu ke dalam minuman coklat yang sudah dingin, dia memberikannya pada Morgan, mengajaknya bersulang.


Morgan terperangah mendengarnya, dia harus menang, agar bisa menyusul Zhoya ke kamar, apalagi tadi Zhoya mengirim foto padanya dengan keadaan Zhoya sudah memakai lingerie.


"Baik Dad, aku setuju." Morgan mengatakannya dengan penuh semangat. Dia pun meraih segelas coklat, lalu bersulang dengan sang mertua.


...****************...


...Sebentar lagi tamat 🏃🏃🏃...


Yang ingin baca novel tentang Daddy Roy dan Mom Kia ada disini, cuma mereka bukan peran utama. Yang jadi peran utamanya ortunya Galvin, kakaknya Kia. Dan Roy pria yang naksir Ghea, kakaknya Kia. (Dijamin seru!)


...Gairah Cinta Adik Ipar...


Ghea yang sudah menikah selama tiga tahun dengan suaminya, dia tidak pernah mendapatkan sentuhan lembut dari suaminya karena sang suami sibuk dengan kekasihnya, hingga akhirnya dia harus terlibat dengan seorang playboy yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.


Gairah keplayboyan Gibran seketika menghilang setelah bertemu Ghea, membuat dia ingin menjadikan Ghea sebagai miliknya.


Padahal sebelum menikah dengan Romi, Ghea lebih dulu di jodohkan dengan Gibran. Tapi Gibran menolak perjodohan itu tanpa ingin tau dulu siapa yang dijodohkan dengannya.