
Karena pesan dari Darwin lah membuat Zhoya merasa dia harus mengabulkan permintaannya Morgan untuk tinggal bersama dengannya selama satu minggu, sebelum dia melayangkan gugatan cerai pada pria yang masih berstatus suaminya itu.
Sudah tiga hari dia tinggal bersama dengan Morgan di rumah Morgan, sebuah tempat yang memiliki banyak kenangan antara dia dengan Morgan.
Walaupun mereka tinggal satu rumah namun mereka tidak tidur satu kamar, sesuai permintaan dari Zhoya.
Selama tiga hari ini Morgan memperlakukan Zhoya begitu manis, walaupun Zhoya akui dari dulu Morgan selalu bersikap baik padanya, namun perlakuan Morgan sangat berbeda sekarang, dia jauh lebih perhatian dari sebelumnya.
Morgan tersenyum begitu melihat Zhoya turun dari tangga, dia sudah menyiapkan sarapan pagi untuk istri tercinta.
"Sarapan sudah siap." ucap Morgan sambil tersenyum manis pada Zhoya.
Zhoya berusaha sekuat hati untuk tidak luluh, hatinya masih sakit jika mengingat beberapa kali Morgan menolak cintanya. Zhoya pun duduk disamping Morgan. "Harusnya aku yang masak."
"Gak usah, biar aku saja. Aku tidak ingin kamu kecapean."
"Kak Morgan juga kerja, jangan kecapean juga."
Morgan tersenyum, ternyata Zhoya masih perhatian padanya walaupun Zhoya mengatakannya dengan nada dingin. Gadis itu masih bersikap dingin padanya.
"Untuk sekarang aku gak ngambil banyak job, hanya pemotretan saja, Karena mulai minggu depan mulai syuting di Inggris. Makanya aku ingin memiliki banyak waktu untuk kamu."
Zhoya menganggukkan kepalanya, dia rasa tidak seharusnya harus selalu bersikap dingin pada Morgan. "Hmm...baiklah, aku sarapan dulu."
Selama mereka tinggal bersama lagi, baru kali ini Zhoya tersenyum lagi pada Morgan, membuat hati Morgan berbunga-bunga. Dia ikut tersenyum, menganggukkan kepala.
Zhoya hampir saja tersendak begitu dia minum, saat melihat di gelas yang dia pegang itu ada tulisan I Love U Zhoy.
Morgan terkekeh, "Aku kemarin memesan gelas itu, biar kamu selalu ingat kalau aku sangat mencintai kamu."
Zhoya menghela nafas, menyimpan gelas di atas meja, "Tapi gak perlu ditulis juga di gelas kak."
Morgan menunjukkan kaos yang dia pakai, ternyata disana ada tulisan I Love U Zhoy juga. "Bahkan aku tidak malu jika aku harus memakai kaos ini ke lokasi pemotretan. Biar dunia tau kalau aku sangat mencintaimu kamu."
Zhoya hanya menganga, dia belum bisa menanggapi kekonyolan suaminya itu.
"Ah seharusnya aku memasang foto kamu di piring ini." Morgan menunjukkan sebuah piring.
"Hhh... sekalian aja di kompor, katel, kamar mandi, kloset juga kak."
Morgan malah terkekeh. Dia gemas sekali melihat Zhoya yang mendelikinya seperti itu. Zhoya tidak tau bahwa selama tiga hari ini berusaha keras menahan hasratnya untuk tidak menerkam Zhoya. "Hm... ide yang bagus." candanya.
Zhoya lagi-lagi menghela nafas, dia terus mengingatkan hatinya agar tidak luluh begitu saja pada pria itu.
Setelah selesai makan, Zhoya pun mandi di kamarnya, Zhoya merendamkan dirinya di dalam bath up yang sudah dipenuhi air, tanpa sadar dia tersenyum begitu mengingat Morgan memakai kaos yang bertuliskan I Love U Zhoy.
Zhoya menutup mulutnya, dia tidak boleh tersenyum, dia tidak boleh terbuai dengan semua itu.
Kemudian Zhoya meraih handuknya, menutupi tubuhnya dengan handuk. Dia baru ingat kalau sekarang ini sudah jam setengah 8 pagi, dia harus segera sampai ke restoran. Apalagi Disha belum masuk kerja juga selama tiga hari ini, makanya restorannya kewalahan dengan hanya mengandalkan 4 chef saja. Padahal Zhoya ingin sekali berbicara empat mata dengan Disha.
Semenjak restorannya di bantu promosi oleh Morgan, restorannya kini menjadi sangat ramai, banyak sekali pengunjung yang datang kesana.
Zhoya berjalan masuk ke dalam kamar dengan terburu-buru, sehingga dia kehilangan keseimbangan tubuhnya mungkin karena lantainya licin, ada air yang menetes dari tubuhnya, membuat dia jatuh tergelincir dilantai kamar itu. "Arrrggghhh!"
Morgan sangat terkejut begitu mendengar suara jeritan Zhoya, dia segera berlari ke lantai atas, membuka pintu kamar Zhoya. "Kamu kenapa Z..."
Mata Morgan membulat begitu melihat Zhoya yang terbaring dilantai dengan keadaan telanjang. Begitu juga Zhoya, padahal dia sedang berusaha meraih handuknya namun keburu Morgan masuk ke dalam kamar, sehingga Morgan melihat seluruh tubuhnya dengan begitu jelas. Tubuh yang sangat indah membuat Morgan begitu candu.
...****************...
...Apa langsung digabrug atau hokcay hehe?...