
Di Las Vegas...
Om Roy tertegun mendengar kesungguhan hati Morgan, dari sorot matanya, dia bisa melihat kalau Morgan sangat mencintai putrinya.
"Aku akan melakukan apa saja demi Zhoya, Om. Aku sangat mencintainya." Morgan mengatakannya bersungguh-sungguh.
"Apa kamu yakin akan melakukan apapun yang aku pinta?" tanya Om Roy dengan nada menekan.
"Iya, Om."
Om Roy melambaikan tangan pada Morgan, menyuruh Morgan untuk mendekatinya, Morgan mangut saja, dia mendekatkan dirinya pada Om Roy.
Kemudian Om berbisik pada Morgan, membuat Morgan terkejut mendengar bisikan dari Om Roy.
"Apa kamu sanggup melakukannya?"
...****************...
Zhoya dan Mom Kia telah tiba di depan Mansion. Mereka keluar dari mobil sambil membawa paper bag yang berisi susu khusus ibu hamil dan makanan bernutrisi untuk Zhoya.
Lalu Albert datang menghampiri mereka, dia ingin memberitahu sang nyonya kalau Morgan tadi datang kesini, sayangnya Morgan sudah pergi satu jam sebelum Zhoya dan Mom Kia tiba di mansion.
"Maaf nyonya, tadi suaminya Nona Zhoya datang kesini." ucap Albert dengan nada hati-hati, takut terdengar oleh Dady Roy.
"Kak Morgan datang kesini? Lalu dimana dia sekarang?" Zhoya mengatakannya dengan penuh rasa bahagia, dia memang sangat merindukan Morgan.
"Tuan Morgan sudah pergi satu jam yang lalu." jawab Albert.
Zhoya terperangah mendengarnya. Pasti Daddy Roy telah mengusir Morgan. Membuat mata Zhoya berkaca-kaca, dia segera menghampiri sang Daddy di paviliun.
Zhoya melihat Daddy Roy sedang duduk santai di paviliun. Zhoya saat ini benar-benar kesal padanya. "Dad, apa benar kak Morgan datang kesini?"
"Hm." Jawab Daddy Roy sambil bermain ponsel.
"Tapi kenapa dia malah pergi? Apa Daddy mengusirnya?"
"Iya, Daddy memang mengusirnya."
Mom Kia kebetulan datang ke paviliun juga, dia sangat kecewa sekali pada suaminya itu. "Kok tega banget sih Dad? Morgan datang kesini untuk menjemput Zhoya lho Dad."
"Dia sedang menunggu kamu di villa kita." ucap Daddy Roy lagi dengan santai.
"Maksudnya?" Zhoya tidak mengerti apa yang dimaksud oleh sang Daddy.
"Pergilah Zhoya, suami kamu menunggu kamu disana. Tadi Daddy hanya nyuruh dia membereskan Villa."
Tanpa berpikir panjang, Zhoya langsung lari, dia pergi mengendarai mobilnya, butuh waktu setengah jam untuk sampai ke Villa.
"Nggak, sebenarnya disana sudah bersih, sayang. Siapa tau kan Zhoya dan Morgan butuh waktu berbicara berdua, makanya aku nyuruh dia untuk membersihkan Villa, padahal sudah bersih lho."
"Ishh... tapi bercanda kamu gak lucu. Hampir aja aku marah sama kamu, kirain kamu ngusir menantu kita."
"Ya gak lah, sayang. Aku sekarang ingin mencoba mempercayai Morgan, aku yakin dengan keputusan aku untuk menerima dia menjadi menantuku, aku yakin dia bisa membahagiakan anak kita. Apalagi sekarang Zhoya lagi hamil, aku gak mungkin tega membiarkan Zhoya melahirkan tanpa seorang suami." Daddy Roy sudah yakin dengan keputusannya.
Mom Kia merasa lega mendengarnya.
"Hmm... jadi sudah ya, kita tidur satu kamar lagi." celetuk Daddy Roy. Dia sudah paham betul menahan hasrat cuma satu malam saja itu rasanya sangat menyiksa.
"Emm... Eh??"
Mom Kia belum sempat menjawab karena Daddy Roy malah langsung menarik Mom Kia ke kamar yang ada di paviliun itu, mumpung Zhoya gak ada. Soalnya selama di Las Vegas, Zhoya malah nempel terus sama Mommynya, belum lagi sang istri malah lebih memilih tidur bareng Zhoya dibandingkan dirinya.
...****************...
Morgan saat ini sedang berada di Villa, dia disuruh ayah mertuanya untuk membersihkan Villa jika ingin ayah mertuanya merestui hubungan dia dengan Zhoya, namun ternyata keadaan Villa yang megah itu begitu bersih, makanya dia nampak kebingungan harus membersihkan bagian yang mana.
Padahal sebenarnya ayah mertuanya menyuruh dia kesana agar dia dengan Zhoya bisa memiliki waktu untuk berbicara berdua, mereka pasti ingin menghabiskan waktu bersama untuk berduaan untuk melampiaskan rasa rindu mereka. Karena Om Roy juga pernah muda.
Akhirnya Morgan melihat ada sedikit debu di cermin, "Akhirnya aku menemukan debu juga." Dia segera membersihkan debu itu dengan kain lap basah.
Morgan melihat sebuah mobil berhenti di depan Villa, matanya berbinar-binar begitu melihat orang yang sangat dia rindukan keluar dari mobil.
"Kak Morgan!" Mata Zhoya berkaca-kaca begitu melihat Morgan yang sedang berdiri di depan Villa. Rasanya sangat tidak percaya, akhirnya dia bisa bertemu lagi dengan Morgan. Pria yang sangat dia cintai.
Zhoya berlari menghampiri Morgan, dia berhamburan memeluk pria itu, menenggelamkan kepalanya di dada bidang Morgan.
Morgan menjatuhkan sapu lantai dan kain lap basah yang sedang dia pegang ke lantai, dia membalas pelukan Zhoya. Begitu terdengar jelas Zhoya sedang terisak, menangis penuh rasa bahagia, akhirnya mereka bisa bertemu lagi.
"Aku sangat merindukan kamu, kak."
Mereka lama sekali saling berpelukan.
Morgan melepaskan pelukan, dia memegang wajah Zhoya. Menghapus air matanya. "Apa itu artinya kamu ingin kembali padaku? Kamu masih mencintaiku kan, Zhoy?"
Zhoya menganggukan kepala, melihat semua perjuangan Morgan, membuat Zhoya yakin Morgan pasti sangat mencintainya.
Morgan tersenyum penuh rasa bahagia, dia menekan tengkuk Zhoya, menyatukan kedua bibir mereka. Zhoya melingkarkan tangannya ke punggung Morgan, dia membalas ciuman Morgan. Membuat ciuman mereka terasa teramat dalam dan menggebu, dengan penuh cinta.
...****************...
...Apakah harus sediakan es batu?...