
"Shh.... arrrggghhh!" Darwin meringis saat Morgan mengobati luka di wajahnya.
Karena Darwin sendiri yang meminta Morgan untuk menghajarnya, makanya Morgan mengabulkannya.
Walaupun Morgan hanya melayangkan dua pukulan ke wajah Darwin, satu pukulan itu dia persembahan untuk Disha yang telah dinodai secara paksa oleh Darwin, dan satu pukulan lagi karena Darwin telah membuat karir Morgan hancur.
Setelah itu Morgan mengobati wajah Darwin, dia sedang bersama Darwin di rumahnya Morgan.
Benci dan kecewa pastilah ada dibenak Morgan, namun karena Darwin sudah mengakui perbuatannya dan berusaha untuk memperbaikinya, Morgan pun memberikan kesempatan untuk Darwin agar bisa memperbaiki kekacauan yang sudah dia lakukan.
Walaupun Morgan tau dari Damar, sebenarnya Darwin sudah berusaha untuk membatalkan rencana liciknya, mungkin karena Darwin sudah tau kenyataan kalau dia adalah ayahnya Shiva makanya meminta Damar untuk membatalkan berita skandal tentang Morgan, sayangnya semua berkas itu dilihat Ervan dan tersebarlah berita yang menggemparkan itu.
Morgan yang sedang mengobati Darwin malah berdecak, "Bukannya kamu minta aku untuk menghajar kamu? Hanya dapat pukulan segini saja kamu sudah meringis kesakitan."
"Seumur hidup baru kali ini aku kena pukul." Darwin mengatakannya sambil meringis.
Morgan sudah selesai mengobati Darwin, dia membereskan kembali kotak PP3K diatas meja tamu, "Sebenarnya aku belum puas, tadinya aku ingin memukul kamu lebih banyak lagi. Tapi melihat kamu baru dapat dua pukulan saja sudah hampir mau pingsan, aku jadi tidak tega melihatnya."
Darwin pun terdiam, dua pukulan diwajahnya itu tidak seberapa dibandingkan perbuatannya pada Morgan.
Kemudian mereka sama-sama membuka amplop hasil tes DNA itu dengan hati yang berdebar-bedar.
Morgan sudah tau hasilnya seperti apa karena dia memang tidak pernah melakukannya dengan Disha, makanya dia langsung merebut hasil tes DNA Darwin, rupanya DNA Darwin dengan Shiva memiliki kecocokan 100%.
Morgan terperangah melihatnya, dia sama sekali tidak percaya orang seangkuh dan sok baik seperti Darwin bisa melakukan pelecehan pada Disha.
Sementara mata Darwin berkaca-kaca, sebelum melakukan tes DNA pun dia sudah yakin kalau Shiva adalah anaknya, dan tes DNA itu pun sebagai pembuktiannya. Ingin sekali rasanya dia memeluk Shiva, menangis meminta maaf padanya karena dia adalah seorang ayah yang kejam, tega menelantarkan Shiva dan ibunya.
Morgan melihat jam tangan, "Dua jam lagi DK Entertainment akan melakukan jumpa pers, karena itu aku memiliki banyak waktu untuk mendengarkan penjelasanmu."
Morgan menghela nafas, bisa-bisanya Darwin berpikir dia adalah ayahnya Shiva.
"Waktu itu ingin memberi pelajaran sama kamu karena sudah menelantarkan Shiva dan Disha. Padahal selama ini aku sangat merasa bersalah pada Disha. Dan aku juga ingin bisa memiliki Zhoya secepatnya, makanya aku ingin menghancurkan karir kamu." Darwin berbicara jujur apa adanya.
Morgan masih diam, dia membiarkan Darwin menjelaskan semuanya.
"Tapi setelah aku tau kenyataan kalau ternyata Shiva adalah anakku, aku menyuruh Damar untuk membatalkan rencanaku, aku menyuruh dia untuk melenyapkan semua berkas tentang kamu. Makanya aku kaget saat mengetahui berita itu menyebar. Semua terjadi atas kecerobohan aku." Darwin sungguh menyesali perbuatannya. Jika waktu bisa berputar, dia tidak akan melakukan hal sebejat itu.
"Tapi keinginan kamu terkabul, Zhoya sudah dibawa pergi oleh ayah mertuaku. Rasanya aku tidak memiliki harga diri untuk bertemu keluarga Zhoya." lirih Morgan.
Darwin semakin merasa bersalah pada Morgan, "Aku akan berusaha untuk memperbaiki semuanya, aku akan berusaha mengembalikan nama baik kamu, di media, dan juga ke keluarga Zhoya."
Morgan harap begitu, walaupun mungkin saja dia tidak bisa menjadi aktor nomor satu lagi di negeri ini, yang terpenting dia tidak berpisah dengan Zhoya. Baginya Zhoya adalah hal yang terpenting dalam hidupnya. Masalah karir dia bisa berusaha untuk bangkit lagi. Namun jika dia harus kehilangan Zhoya, dia tidak tau hidupnya akan seperti apa nanti. Dia benar-benar sangat mencintainya.
"Lalu kenapa kamu melecehkan Disha waktu itu?" tanya Morgan, Morgan hanya ingin membantu Disha sekali saja, untuk menebus rasa bersalahnya karena tidak bisa menjaga Disha dengan baik selama menjadi kekasihnya.
Darwin tak langsung menjawab, dia mengingat kembali kejadian 4 tahun yang lalu, "Temanku menjebakku dengan obat perangsang. Saat itu aku tidak bisa mengusai diriku, makanya temanku mencarikan wanita panggilan untukku. Malam itu aku melihat Disha masuk ke dalam kamar, aku pikir Disha adalah wanita panggilan yang dipesan oleh temanku, makanya aku memaksanya untuk..." Darwin tidak sanggup meneruskannya. Dia menudukan kepala sambil memegang keningnya.
Mata Morgan berkaca-kaca mendengarnya, nasib mantan pacarnya begitu malang, namun dia tidak bisa menyalahkan Darwin sepenuhnya, semua itu karena kesalahpahaman, walaupun tetap saja kesalahpahaman itu membuat Disha yang paling menderita.
"Setelah kejadian itu, aku terkejut melihat Disha tidak ada disampingku, aku lebih terkejut saat temanku bilang kalau aku salah orang. Makanya selama 4 tahun ini aku sudah berusaha untuk mencari Disha, aku ingin menebus kesalahanku padanya." Darwin mengatakannya dengan nada penuh penyesalan.
"Tidak ada kata terlambat, jika dulu tidak bisa, maka sekarang lah kamu harus menebus kesalahan kamu sama Disha." Walaupun Morgan memiliki masalah, namun dia juga harus memberikan saran yang terbaik untuk Darwin demi Shiva dan Disha.
Darwin mengerutkan keningnya, "Dengan cara apa? Aku pasti akan melakukannya."
"Jadilah ayah yang baik untuk Shiva, dan jadikan dirimu sebagai obat untuk menghilangkan rasa trauma Disha. Disha sudah tidak memiliki orang tua, dulu dia hanya punya aku. Dan sekarang aku percayakan dia padamu. Aku percaya kamu bukan pria jahat, kamu pasti bisa membahagiakan Disha dan Shiva." Morgan rasa itu adalah saran terbaik untuk Darwin, Shiva dan Disha.