Meet In Trap

Meet In Trap
MIT - HIDDEN INTENTIONS


Biasakan Like bab-nya😉...


Masukin list Fav juga ya🥰


Komentar positifnya biar Author


makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰


So... I Hope Enjoy The Story


......................


Liam berlalu ke arah deretan sepeda dekat food court tanpa menunggu jawaban Karin.


"Kau tidak mau ikut? cepat naik, sebelum aku berubah pikiran, Kapan lagi bisa dibonceng sepeda oleh Presdir tampan sepertiku?" Liam hanya terkekeh saat Karin mencibirnya


Karin duduk di bonceng dan menata roknya agar tidak tertarik ke atas lalu berpegangan pada jok sepeda.


Liam mulai mengayuh sepeda di antara rimbunnya daun kering yang bertebaran di jalan.


Dia melirik Karin dari balik bahu lalu menambah kecepatan dan sengaja digoyang-goyangkan. Liam tertawa puas saat Karin terkejut melingkarkan tangan di pinggangnya seraya memukuli punggungnya.


"Kalau sampai jatuh dan anggota tubuhku lecet, awas saja!" ancam Karin di belakang mengeratkan pegangannya.


Sementara Liam hanya bisa tertawa, sudah lama ia tak pernah tertawa lepas seperti ini. Ia mulai melambatkan kayuhan sepeda.


"Tapi ini tidak gratis, aku sudah membawamu sejauh ini" sontak Karin mengerutkan dahinya.


"Jangan minta macam-macam dariku, aku tidak sedermawan itu" Jawab Karin to the point.


Dibelakang Karin reflek menengadah mencoba menangkap cahaya yang menyentuh tangannya. Kemudian barulah dia menyadari jika lengan kanannya masih berpegang erat pada Liam.


Mereka terlihat menikmati keindahan pantai menggunakan sepeda menyisiri jalanan.


......................


"Kau tahu?" Juan menghentikan ucapannya membuat Jayden penasaran. "Cepat lanjutkan atau ku katakan pada paman kalau kau-" Dengan cepat Juan menyela dengan tangannya bahwa dia kan segera mengatakannya.


"Dasar cepu" cibir Juan. "Katakan saja apa yang tadi mau kau bilang?"


"Ada yang mencari identitas Kak Liam" Juan notabennya memang berjarak 5 tahun darinya.


"Siapa? Bukankah di situs pencarian bisa di lihat." Sahut Jayden asik memainkan ponselnya.


"Makanya aku bilang. Pria ini mencari informasi lain tentang Kak Liam- "Informasi apa adikku tersayang jangan berbelit" Sela Jayden merangkul leher Juan setelah meletakkan ponselnya.


Juan tidak menjawab, tapi hanya memperlihatkan laptopnya kepada pria di sampingnya itu.


Jayden terkesiap, iris matanya melebar dan segera meraih ponselnya lagi. "Hubungi Adam"interupsi nya pada Juan.


Setelah mereka semua berada di satu panggilan yang sama termasuk Kelvin, Juan memberitahu semuanya dan di benarkan oleh Jayden.


"Sepertinya mereka belum jera" Kata Adam di angguki setuju oleh Kelvin, sementara Liam hanya diam memikirkan sesuatu. "Menurutmu bagaimana Dam? Apa kita beri pelajaran lagi?" tanya Jayden, dengan cepat Adam mengangguk.


"Tunggu dulu, Kalian yakin ini orang yang sama?" tanya Liam memastikan.


"Siapa lagi Liam, mereka sudah di beri kesempatan tapi masih saja tidak jera" balas Jayden yang ikut kesal. "Bukan hanya Infomasi yang dia cari, tapi berusaha menembus sistem keamanan data untuk seluruh rancangan Rez Holding" tambah Juan.


"Kali ini habisi saja, Rez bisa terganggu karena masalah ini. Mereka masih tidak jera, padahal perusahaan internasional tapi pekerjaannya seperti ini" Umpat Adam yang mengetahui masalah Rez Holding di masa lalu.


"Seluruh Password dan sistem keamanan untuk Rez File selalu ku perbaharui secara bertahap setiap bulan. Mungkin mereka berfikir password-nya berasal dari informasi data pribadi lagi, karena itu mereka mengakses lagi informasi pribadi" Jelas Juan, karena dia sendirilah yang merancang sistem keamanan untuk seluruh data perusahaan Rez Holding, bahkan Sky Group juga di pegang olehnya sebagai pemilik J-IT. perusahaan IT yang Juan bangun sendiri dengan mengarahkan kemampuannya serta di dukung oleh Jayden selaku pewaris utama Sky Group.


Liam menyeringai, ini sudah kedua kalinya pelaku berusaha membobol data rahasia perusahaannya, sekali saja masih Liam maklumi karena pasti ada persaingan dalam dunia bisnis.


"Juan. Biarkan saja dulu mereka bersenang-senang, baru serang balik. Rebut seluruh informasi dan data rahasia perusahaan. Aku ingin menghancurkan mereka sampai ke akar di tanggal yang sudah ku tentukan" Perintah Liam tersenyum licik. Sebelumya perusahaan yang sama berhasil membobol data rancangan untuk lelang proyek bernilai besar. Liam dan Tim nya bahkan lembur berhari-hari untuk menyiapkan presentasi agar bisa memenangkan tender bernilai milyaran itu.


Saat hari H, tim lain sudah lebih dulu mempresentasikan ide perusahaannya dan berhasil memenangkan tender bernilai 1,5 Milyar dollar atau 21,5 Triliun. Dari sana Liam benar-benar di buat menggila dan kali ini perusahaan yang sama berniat melakukan hal itu lagi, setelah tanggal lelang tender untuk pembangunan gedung pencakar langit milik pemerintah yang bernilai dua kali lipat dari tender sebelumnya. 3,1 Milyar dollar di umumkan.


Juan paham dan segera memberikan perintah pada timnya untuk segera bekerja sesuai instruksi.


Mereka melanjutkan obrolan mereka untuk mengatasi tikus nakal yang ingin mencuri keju untuk kedua kalinya.


......................


"Aku sudah mengirim Kelvin ke rumahmu untuk mengambil keperluanmu, jadi kau bisa menunggu di rumah saja "Ucap Liam menempelkan kartu akses untuk masuk kedalam unit penthouse miliknya.


Karin melepas sepatunya dan mengganti dengan sendal berwarna abu-abu, baru saja ia akan memasuki lebih dalam apartemen mewah itu, aroma wangi dan menenangkan dari pengharum ruangan menusuk indera penciumannya. Semua perabotan di dominasi dengan warna putih, dengan desain arsitektur yang modern, dan balkon luar yang luas, membuat Karin sempat terlena akan kemewahan tempat itu.



Penthouse yang dimiliki Liam, adalah tempat sama yang ingin di miliki Karin saat nanti dia menjabat sebagai CEO MK Group. Bahkan sebelumnya ia sempat meminta hal yang sama pada Ayahnya untuk di belikan sebagai hadiah ulang tahun, tapi Tuan Morgan menolak ingin Karin berusaha sendiri mendapatkan apa yang dia inginkan.


Liam menekan tombol pada remote untuk membuka tirai putih yang menutupi jendela kaca di depan Karin yang sedang duduk.


"Pernikahan ini mau di bawa kemana?" tanya Karin buka suara. Tapi Liam yang mendengar itu malah mengernyitkan dahinya, bingung.


"Mau di bawa kemana, maksudnya?" Perjelas Liam ikut mengambil tempat di sebelah Karin. Tapi tiba-tiba pria itu sadar arah pembicaraan Karin.


"Aku tidak ingin menjalani hidup seperti Drama televisi. Kau berpikir aku menikahimu dengan perjanjian, kan? Aku tidak berpikir kesana, anggap saja ini benar-benar tanggung jawab dariku, dan kau" Liam menunjuk Karin, "Lakukan tugasmu sebagaimana seharusnya. Kau istriku yang sah secara hukum."


"Orang gila macam apa lagi ini" gumam Karin menggeleng pelan, "Kau Gila?" tanyanya memastikan.


"Kita tidak saling kenal, dan bahkan tidak sedekat itu untuk menjalankan drama rumah tangga ini, bahkan waktu itu aku setuju menikahi Regard karena mudah untuk diceraikan" Sambung Karin. Apa sekarang Karin tidak bersyukur? Tapi dari sisi pandang Karin, tinggal bersama orang asing itu sulit, terlebih niat utamanya menyetujui usulan Riana karena ingin membalas perbuatan ibu tirinya itu.


Dari awal Karin memang belum menargetkan dirinya untuk menikah, terlebih Riana bukanlah musuh yang bisa dia remehkan. Wanita itu licik, selicik bunglon yang dengan mudah berubah wujud dan memperdaya orang lain untuk tertarik karena keunikannya.


"Tapi aku tidak berniat melakukan hal konyol itu, pria sepertiku memang menyukai dunia malam, tapi aku tidak mempermainkan pernikahan sakral seperti ini"Jawab Liam. Padahal jika saja ada Jayden, Adam dan Juan, mereka pasti sudah tertawa nyaring mendengar bualan Liam.


"Tapi Tuan, istri sah mu ini tidak tertarik untuk bermain drama keluarga seperti keinginanmu"


"Kalau begitu aku akan membuatmu menginginkannya, dan kau harus belajar. Bukankah itu yang Ayahmu inginkan?" Jawab Liam bersikeras seolah memiliki niat lain terdengar dari jawabannya.


"Jalani saja dulu" tambahnya.


......................


.


.


.


.


.


...🌻🌻🌻🌻...