
Biasakan Like bab-nya😉...
Masukin list Fav juga ya🥰
Komentar positifnya biar Author
makin semangat Up, apalagi dapet hadiah🥰
So... I Hope Enjoy The Story
......................
Liora dengan sengaja menumpahkan Wine yang ada diatas meja hingga hampir mengenai dress Karin, beruntung wanita itu segera berdiri menghindari aliran Wine yang mengalir di atas meja. "Ups, maafkan aku Karin, aku tidak sengaja."
Karin menahan emosinya, tangannya mengepal sempurna, lalu ia menyematkan senyum miring dan duduk tepat di sebelah kiri Liora, kini wanita itu berada di tengah Karin dan Liam.
Karin sesekali menyimpan kekesalannya atas sikap Liora yang meremehkan dirinya terlebih sangat ganjen pada Liam. Uh, Karin muak melihat sikap manja Liora pada suaminya.
Beruntung Liam hanya diam sedari tadi tanpa menggubris ucapan Liora dan malah fokus menatap Karin yang sedang melakukan sesuatu.
Karin menatap punggung Liora yang membelakanginya dengan menopangkan pipinya pada tangan Kiri yang bertumpu di atas meja. Namun tanpa sengaja tatapannya dan Liam bertemu dan sialnya lagi pria itu tersenyum dan ikut menopangkan pipi nya sama seperti Karin. Dengan cepat Karin membuang wajah semetara Liam tersenyum kecil.
Liora yang melihat itu menoleh kebelakang dan menatap tajam Karin.
Karin hanya mengangkat kedua alisnya tapi ekspresi wajahnya jelas sekali sedang mengejek Liora. Membuat Liam menahan senyum saat melihat ekspresi istrinya itu.
Liora mendengus kesal dan bangun dari kursinya bersamaan itu Karin juga bangun dan perlahan mundur, "one, two, and-"
Brakh!
"Ups!" Karin menutup bibirnya yang sedang tersenyum.
"Kau tidak apa-apa?" Bukan Liora, tapi pria itu bertanya pada Karin yang terlihat kaget sebenarnya dibalik itu dia tersenyum. Sementara Liora terdiam sambil menunduk, tatapan para tamu tertuju padanya lebih tepatnya pada alas meja yang terikat di dress miliknya. Semua benda kaca yang tadinya ada di atas meja kini pecah berhamburan.
Astaga Karin hampir tidak sanggup menahan tawanya, membuatnya mengulumkan bibir menutup rapat mulutnya.
Beberapa tamu berbisik, sebagian menertawakan dan tidak ada yang membantunya. Dia dengan cepat melepas alas meja yang terikat pada tali pinggang dress nya.
Sebelum pergi, Liora menatap Karin dan Liam yang terlihat diam saja. Bahkan dia sadar Liam tidak berpihak padanya lagi. "Sial, awas saja!Tunggu balasanku" cepat Liora pergi meninggalkan acara.
Sebenarnya Karin bingung siapa yang mengundang Liora ke acara malam ini.
Dan kita semua mengetahui siapa yang melakukan itu pada Liora? Benar, Karin. Dia jijik dan kesal sendiri melihat sifat Liora, membuat sifat jahilnya keluar dan sengaja mengikat tali pinggang Liora dengan alas meja selagi wanita itu sibuk merayu Liam seperti jala*ng.
Liam menoleh pada Karin "Kau yang melakukannya kan?" tembaknya yakin.
"Kenapa? Kau marah aku menjahili mantan kekasihmu?"
Liam tidak menjawab, tapi hanya menggeleng pelan berusaha memahami istrinya yang tiga tahun lebih muda darinya itu.
Semua orang kembali ke posisinya masing-masing, dan Karin pergi ke toilet untuk mencuci tangannya sekaligus memperbaiki riasannya.
Liam ikut duduk bersama jajaran petinggi MK Group menemani Ayah mertuanya.
Baru saja Karin keluar dari toilet wanita, ia tersentak saat melihat Felix bersandar di dinding menunggunya keluar.
Karin mendengus senyum dan segera melangkah pergi dari sana. Mempercayai ucapan Felix tentang Liam itu salah. "Oh Sh*it. Berhenti menggangguku Felix! Aku akan melaporkanmu ke polisi jika terus seperti ini" maki Karin berbalik menatap Felix yang kepergok mengikuti langkahnya.
Baru saja Felix ingin buka mulut, "APA? APALAGI YANG KAU INGINKAN!" suara Karin meninggi sambil meremat kuat dress-nya.
Felix tersentak, ia kaget sifat Karin berubah drastis empat tahun terkahir ini. Tapi dia tidak mau gagal dia masih menginginkan Karin.
Tangannya meraih lengan Karin, namun dengan cepat di tepis oleh Karin yang cepat menarik Felix dan menendang masa depannya dengan lututnya, "Rasakan itu! Berhenti menggangu ku breng*sek!"
Karin pergi meninggalkan Felix yang sedang berlutut menahan rasa sakit yang sebelumnya Liam rasakan.
"Kenapa lama sekali?"
Karin mengerutkan dahinya, bingung. "Kenapa memangnya" tapi pria itu malah diam, dia melihat Felix pergi beberapa saat setelah Karin pergi. "Kau bertemu Felix?"
"Tidak!" jawab Karin beralih pada tamu yang sedang menyapanya.
......................
Liora berdiri didepan kaca, kedua tangannya meremas kuat sisi wastafel. "Berani sekali jala*ng itu mempermalukan ku!"
"Sudah ku katakan bukan, Liam sudah tidak berpihak lagi padamu" ucapnya seraya menyampirkan handuk ke bahu Liora.
Liora menggeleng, dia benar-benar marah dan kesal. "Aku pasti akan membalas wanita itu" ucapnya melempar kasar tisu ke dalam bak sampah yang terdapat botol yang bertuliskan 'Alkaloid takson'
Liora duduk bersila di sofa, ia meraih gelas yang ditawarkan pria di depannya. Emosinya masih belum reda dan beberapa kali memukul bantal sofa.
......................
Beberapa hari ini Lea tidak terlihat membuat Karin menanyakannya pada karyawan lain.
"Apa Lea tidak masuk juga hari ini?" tanyanya berdiri di dekat meja para karyawan tim-nya sambil menyesap es Americano di tangannya "Tidak Bu, sudah seminggu dia tidak masuk" jawab salah satu karyawan seraya mengambil kopi yang memang di berikan Karin untuk anggota tim-nya.
Ia kembali ke ruangannya dimana ternyata ada Nichole di sana. "Apa Ayah mencari ku?" tanyanya seraya duduk.
Nichole meletakkan sebuah amplop yang lebih terlihat seperti surat pengunduran diri "Lea mengundurkan diri karena harus pulang untuk menjaga orang tuanya" jelas Nichole diangguki oleh Karin yang sedang meraih amplop tersebut.
Benar, isinya memang surat pengunduran diri lengkap dengan tanda tangannya tapi Karin tidak semudah itu untuk percaya, satu minggu yang lalu Lea sendiri yang cerita padanya kalau dia akan mengambil cuti untuk pergi berlibur.
Setelah Nichole pergi, ia mencoba menghubungi Lea tapi tidak di jawab seolah sengaja dibiarkan berdering.
Karin meletakkan ponselnya dan melihat kembali isi surat pengunduran diri yang di serahkan Nichole tadi.
......................
"Kenapa aku tidak melihat Karin akhir-akhir ini?"
Juan memindai ke seluruh ruangan mencari keberadaan Karin dan berakhir menyerah kemudian mengikuti Jayden bersiap diruang tamu "Astaga, padahal aku ingin meminjam karakter game-nya. Rank-nya kan baru meningkat." Keluh Juan mengatur hiro miliknya.
"Karin bermain game online?" Tanya Jayden penasaran.
Juan mengangguk. "Hm... ternyata dia pro. Aku bahkan merasa seperti beban jika menjadi rekannya dalam satu arena. Dia selalu menyelamatkan nyawaku."
Jayden menganggukkan kepala. "Boleh juga, nanti kita main bertiga. Oke?"
Juan tersenyum kemudian menaikkan sebelah alisnya. "Oke!"
"Tapi, Juan benar. Aku juga tidak melihat Karin akhir-akhir ini? Biasanya kalian selalu ribut?"
Liam sibuk memainkan ponselnya kali ini dia tidak ikut bermain, hanya Juan dan Jayden saja. Jika dilihat kembali, apartemen Liam sudah seperti markas untuk mereka.
Liam menyipitkan matanya curiga pada dua pria di sebelahnya itu, "Kenapa kalian yang mencari Karin?!"
"Kau cemburu?" ejek Jayden.
"Tidak mungkin!" jawabnya sambil mendengus.
"Jangan begitu, buktinya melihat Karin dengan Felix saja kau sudah kebakaran jenggot, kalau bukan cemburu apalagi?!"
"Kapan?!" Liam mengangkat dagunya menantang tak mau mengaku.
Bukannya menjawab, Jayden dan Juan hanya terkekeh, jelas sekali mereka sedang menertawai Liam.
......................
.
.
.
.
.
...🌻🌻🌻🌻...