Married With A Stranger

Married With A Stranger
Pesta Untuk Rafi


Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu, Raisa dan Bryan sudah menyiapkan semuanya, dia juga mengajak baby sisternya untuk mengurus baby Rayyan, Dimitri dan Yugo pun juga menyiapkan segalanya, tak lupa mereka mengajak Diandra untuk ikut serta.


Rafi dan Amanda sangat bahagia, karena sebentar lagi mereka akan melepas masa lajangnya, di sini hanya Gilang yang cemberut dia ingin sekali memiliki pasangan seperti teman-temannya.


"Hey bro sudah dong jangan cemberut, mau aku sewakan cewek untuk kamu." Rafi mencoba memberikan solusi untuk Gilang.


"Nggak usah, makasih," sahut Gilang.


Kini semua berangkat menuju villa Dimitri, semua sangat bahagia, sebenarnya Gilang juga sangat bahagia karena temannya Raffi akan mengakhiri masa lajangnya namun dia juga sedih karena dia belum juga mendapatkan jodoh.


Beberapa jam telah berlalu, kini mereka semua telah berada di villa Dimitri.


Semua memasuki kamar mereka masing-masing termasuk Rafi dan Amanda.


"Sayang aku sangat bahagia," kata Rafi sembari memeluk calon istrinya.


"Aku juga mas," sahut Amanda.


Mereka berdua asyik memadu kasih sembari melihat pemandangan gunung dari kamar mereka, Baik Rafi maupun Amanda saling berpaut menikmati setiap sentuhan masing-masing dari mereka.


Sebenarnya Rafi ingin sekali seperti muda-mudi zaman sekarang, yang bebas melakukan hubungan sebelum pernikahan, namun dia tidak ingin melakukan hal itu meski terkadang Amanda memintanya.


Amanda yang sejatinya sudah hidup bertahun-tahun di Barcelona tentu mengikuti budaya di sana, bagi orang luar khususnya orang barat berhubungan sebelum pernikahan itu sah-sah saja berbeda dengan orang timur yang melarang hubungan sebelum pernikahan.


"Kalau DP aku mau sayang tapi untuk ke hal itu aku masih belum berani, kita tetap harus menunggu." Rafi mencoba memberikan pengertian pada Amanda, dia hanya tidak ingin seperti Dimitri yang melakukan hubungan badan sebelum pernikahan.


Amanda mengerti akan keputusan Rafi, dia juga tidak memaksa Rafi untuk melakukan hubungan badan dengannya terlebih dahulu.


"Baiklah Mas aku akan menunggu, minggu depan kita juga sudah menikah." Amanda nampak tersenyum sembari menatap calon suaminya.


Tak terasa matahari sudah kembali ke persembunyiannya, mereka semua sudah menyiapkan pesta untuk Rafi dan Amanda, mereka duduk berpasang-pasangan hanya Gilang Lah yang duduk sendiri sembari memainkan ponselnya.


"Kasihan kak Gilang mas," bisik Raisa.


"Iya tapi bagaimana lagi," sahut Bryan.


Raisa terdiam lalu dia mengingat temannya semasa kuliah dulu Lala dan Rea. menurut kabarnya Lala telah menikah dan menetap di luar negeri dengan suaminya namun rea masih berada di ibukota bekerja di sebuah perusahaan yang cukup terkenal.


"Bagaimana kalau kita jodohkan dengan Rea Mas," bisik Raisa.


Bryan nampak tersenyum tentu dia sangat setuju, Rea adalah wanita yang baik meski dulu saat kuliah Rea sangat mengidolakan dirinya.


"Okelah sayang kita jodohkan mereka," sahut Bryan.


Setelah semua siap pesta pun dimulai, semuanya memberikan selamat pada Rafi dan Amanda, mereka berharap kehidupan Rafi akan lebih baik lagi setelah menikah.


"Kami doakan semoga kamu selalu bahagia dengan pasanganmu." Doa tulus dari Dimitri telah terucap.


"Terima kasih pak," sahut Rafi.


Rafi sungguh terharu, dia sangat bahagia karena memiliki teman-teman yang sangat perhatian padanya terlebih Dimitri, meskipun dia hanya seorang asisten namun Dimitri sangat menyayangi Rafi.


Setelah berbincang-bincang dan memberikan selamat untuk Rafi mereka semua kini membakar ayam serta daging untuk jamuan mereka, Yuke yang menyiapkan ayam bakar untuk Dimitri tiba-tiba mual, bau daging gosong sangat menyengat sehingga dia tak kuat dengan aromanya.


Huek


Huek


Huek


Yuke memuntahkan semua makanan yang dia makan, tiba-tiba kepalanya sangat pusing hampir saja Yuke ke pingsan untung Raisa menangkap tubuh Yuke dan membawanya masuk.


Semua nampak cemas dengan keadaan Yuke, di daerah villa yang dekat dengan pegunungan mana mungkin ada rumah sakit di sekitar sana sehingga mau nggak mau Raisa melakukan tindakan pertama sendiri pada Yuke dengan mengoles minyak supaya rasa mual teredam.


"Aku sangat mual mencium aroma daging gosong," kata Yuke.


Raisa membolakan matanya, kalau hal itu yang dialami Yuke berati fix dia tidak sedang sakit.


Raisa nampak tersenyum lalu menggenggam tangan Yuke.


"Bukan begitu maksud aku Yuke tapi kamu tengah hamil saat ini," sahut Raisa.


Seketika Yuke membolakan matanya, sungguh dia sangat bahagia namun Raisa memintanya untuk tetap tenang dan tidak memberitahu hal ini pada siapapun karena belum pasti juga.


Untuk mengetahui dia hamil tidaknya Raisa memberikan saran pada Yuke untuk mengetes kehamilannya menggunakan tespek keesokan harinya.


Raisa meminta Yuke untuk tetap istirahat saja, biar para lelaki yang melakukan pesta sendiri karena dia juga akan istirahat.


Raisa berjalan kembali menuju tempat pesta, di sana nampak para suami maupun calon suami maupun yang belum mendapatkan calon istri saling tertawa asik entah apa yang dibicarakannya.


"Amanda mana?" tanya Raisa.


"Dia pergi ke kamarnya dia bilang sudah lelah," jawab Rafi.


"Oh, ya sudah aku kembali ke kamar dulu ya," sahut Raisa.


Inilah yang ditunggu-tunggu para pria, mengobrol sepuasnya tanpa ada istri di samping mereka, karena menurut mereka kalau ada istri, mereka tidak bebas berbicara.


Entah apa yang mereka bicarakan hingga menjelang pagi para pria baru kembali ke kamar mereka masing-masing.


Keesokannya Yuke menarikan testpack yang menunjukan kalau dia hamil, Dimitri yang mengetahuinya tentu sangat senang akhirnya dia akan memiliki anak.


"Dania sayang, kamu kini akan memiliki adik," kata Dimitri dengan mata yang basah.


Semua yang melihat Dimitri pun ikut terharu hingga ada yang sampai menetaskan air mata.


"Selamat pak," kata Rafi.


************


Hari pernikahan Rafi dan Amanda telah tiba, semua nampak bahagia dan seusai Ijab Qabul, Dimitri menyiapkan hadiah untuk Rafi.


"Raf, ini hadiah untuk kamu." mimikri memberikan sebuah kunci mobil pada Rafi.


Melihat hadiah Dimitri sedikit bingung pasalnya dia tidak asing dengan kunci mobil yang diberikan oleh Dimitri.


"OMG, mobil kesayangan aku," kata Rafi lalu memeluk Dimitri.


Dia sebenarnya tidak yakin kalau Dimitri akan mengambil mobilnya dan ternyata benar mobil ini menjadi hadiah di pernikahannya.


"Ah tapi masa hanya mobil aku hadiahnya," gerutu Rafi.


"Brengsek, 5M itu, nggak bersyukur amat," sahut Dimitri dengan kesal.


Yuke mencoba melerai dia memberikan hadiah kunci rumah untuk Rafi.


"Ini aku tambah," kata Yuke.


Rafi dan Amanda sangat bahagia karena mereka mendapatkan hadiah spesial dari Dimitri dan Yuke.


Bryan dan Raisa juga memberikan hadiah spesial untuk Rafi, tak lupa Gilang juga.


"Maksih Bro, semoga dapat jodoh secepatnya," kata Rafi.


Lengkap sudah kebahagian mereka, Bryan dan Raisa, Dimitri dan Yuke kini Rafi dan Amanda tinggal Gilang yang masih sendiri.


Gilang yang ingin merokok memutuskan keluar ruangan namun di depan pintu dia menabrak wanita.


"Kak Gilang,"


Tamat.