Married With A Stranger

Married With A Stranger
Jadi Sekertaris Dimitri


Berkat bantuan Bryan kini perusahaan Dimitri perlahan membaik, tentu ini juga tak lepas dari kerja keras Dimitri dan juga Raffi.


"Akhirnya kita melewati masa sulit kita." Raffi seperti jelangkung yang tiba-tiba masuk ke


dalam ruangan Dimitri.


Dimitri yang tengah fokus menghadap layar laptopnya menjadi kaget karena ucapan Raffi.


"Astaga aku kira siapa." Dimitri menatap Raffi yang kini duduk berseberangan dengan dirinya.


Raffi ingin melaporkan keuangan perusahaan Dimitri yang perlahan membaik selain itu dia juga mau melaporkan kalau harga saham perusahaannya kini juga ikut naik.


"Syukurlah kita nggak jadi bangkrut." Dia bersyukur sekali.


"Iya pak, saya sungguh was was takut berpisah dengan anda." Mendengar ucapan Rafi membuat Dimitri ingin muntah.


"Jijay aku sama kamu Rafi."


Di kantor Dimitri berusaha keras untuk menstabilkan perusahaannya sedangkan di rumah Yuke berusaha keras untuk mengambil hati Mama mertuanya.


"Mama mau makan apa?" tanya Yuke saat mamanya pergi ke dapur untuk mengambil minum.


"Nggak usah sok baik deh kamu Yuke." Sungguh repot berhadapan dengan haters, ini salah itu salah.


Yuke menghela nafas dia sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi kelihatannya Mama mertuanya sulit untuk ditaklukan.


"Ya sudah lah." Yang bisa dilakukan hanya pasrah.


Di dalam kamarnya Mama Dimitri dan Amanda merencanakan sesuatu karena kalau mereka begini terus Yuke dan Dimitri tidak akan berpisah.


"Jadi Apa rencana tante?" tanya Amanda.


Mama Dimitri tersenyum licik dia ingin Amanda bekerja di kantor Dimitri sebagai sekretarisnya karena dengan begitu dia bisa selalu dekat dengan Dimitri.


"Jadilah sekretaris Dimitri Amanda," jawab Mama Dimitri.


Amanda nampak mengerutkan alisnya apa Dimitri akan mengizinkan dia untuk menjadi sekretarisnya?


"Apa Dimitri mengizinkan saya tante untuk bekerja di kantornya?" Amanda tidak yakin.


"Itu bisa diatur serahkan semua pada Tante," jawab Mama Dimitri.


Entah terbuat dari apa hati Mama Dimitri sungguh persis dengan mama mertua yang ada di film-film ikan terbang begitu jahat dan tidak punya hati.


Dimana-mana para mama mendoakan supaya pernikahan anak-anaknya langgeng sampai maut memisahkan sedangkan mama Dimitri malah ingin anaknya berpisah.


Pada umumnya seorang Mama ingin melihat kebahagiaan anaknya namun tidak dengan mama Dimitri yang terus memaksakan kehendaknya pada Dimitri padahal dia tahu kalau Yuke tengah mengandung anak Dimitri yang tak lain adalah cucunya.


Setelah Dimitri pulang Mama Dimitri mengungkapkan maksudnya pada Dimitri untuk mempekerjakan Amanda di kantornya sebagai sekretaris.


Mendengar hal itu tentu Dimitri tidak setuju, bagaimana mungkin Amanda bekerja sebagai sekretaris di kantornya jelas ini bisa membuat Yuke cemburu.


"Tidak Ma aku tidak setuju," Dimitri menolak kemauan mamanya.


Mama Dimitri nampak marah dia tidak peduli Dimitri setuju apa tidak yang terpenting Amanda bisa bekerja sebagai sekretaris Dimitri.


"Mama nggak mau tahu pokoknya Amanda harus jadi sekretaris kamu." Mama tetap bersikeras dengan keinginannya.


Dimitri mengusap rambutnya dengan kasar dia bingung harus bagaimana di sisi lain ia tidak ingin membuat istrinya cemburu tapi di sisi lain mamanya terus memaksa dirinya untuk menjadikan Amanda sebagai sekretaris.


"Kenapa sih Mama selalu memaksakan kehendak mama," tanya Dimitri dengan menatap mamanya


"Karena Mama ingin yang terbaik untuk kamu Dimitri," jawab mamanya.


Dimitri heran dengan mamanya, menjodohkan dia dengan Amanda bukanlah yang terbaik untuknya melainkan terbaik untuk mamanya


"Jelas itu bukan terbaik untuk Dimitri ma tapi untuk mama," sahut Dimitri.


"Terbaik untuk Mama gimana yang nantinya akan menikah dengan Amanda kan kamu bukan mama sahut mama." Sungguh mama terobesesi menjadikan Amanda mantu.


"Sudahlah, jangan membantah perkataan mama pokoknya Amanda akan menjadi sekretaris kamu." mama segera pergi karena dia tidak ingin dibantah oleh Dimitri.


Dimitri nampak putus asa tapi bagaimana lagi dia tidak bisa melawan ucapan mamanya karena Dimitry tau betul watak mamanya yang bisa menghalalkan segala cara, dia takut kalau Mamanya akan menyakiti Yuke dan calon bayinya


***********


"Sayang," panggil Dimitri saat masuk ke dalam kamar.


Yuka tersenyum mendengar panggilan Dimitri, namun senyumannya menghilang saat melihat Dimitri dengan raut wajah sedih.


"Ada apa mas?" tanya Yuke.


"Nggak ada apa-apa kok Sayang aku cuma lelah." Dimitri berbohong dia tidak ingin Yuke tahu kalau mamanya telah memaksanya untuk menjadikan Amanda sebagai sekretaris di kantor.


"Jangan bohong Mas aku tahu kamu tidak baik-baik saja." Yuke menangkupkan tangannya di wajah sang suami.


"Bicaralah," titah Yuke.


Mau nggak mau Dimitri mengatakan yang sebenarnya pada Yuke kalau mamanya ingin Amanda bekerja sebagai sekretaris di kantornya


Yuke menghela nafas merasa kesel dengan mama mertuanya yang ingin membuat mereka berpisah


"Biarin saja Mas yang penting kamu tidak tergoda oleh si brownies Amanda itu," kata Yuke.


"Mana mungkin aku tergoda oleh dia sedangkan hatiku telah terpatri untuk kamu sayang," sahut Dimitri dengan memeluk istrinya.


Yuka tersenyum dia percaya pada suaminya dia yakin kalau suaminya tidak akan tergoda oleh perempuan lain.


"Aku yakin padamu mas Kamu tidak akan menyakiti aku kan," kata Yuke.


Dimitri menatap Yuke dia meyakinkan istrinya kalau dirinya tidak akan tergoda oleh pesona wanita lain


"Aku janji sayang," kata Dimitri


"Aku pegang janjimu Mas," sahut yuke


Benar saja keesokannya Mama Dimitri meminta Amanda untuk ikut Dimitri ke kantor dia ingin Amanda menjadi sekretarisnya di kantor.


Tak habis akal Dimitri meletakkan meja Amanda di ruangan Rafi biar rafilah yang tergoda oleh Amanda.


Di ruangannya Dimitri tertawa sendiri sungguh-konyol tapi bagaimana lagi daripada dirinya yang tergoda.


Beberapa saat kemudian Raffi datang menemui Dimitri di ruangannya dia komplain kenapa sekretaris Dimitri malah diletakkan di ruangannya.


"Kenapa sekretaris Anda diletakkan di ruangan saya Pak?" tanya Rafi.


"Daripada menggoda aku lebih baik kan menggoda kamu," jawab Dimitri dengan terkekeh.


"Tapi dia bukan tipe aku pak," protes Rafi.


"Sudahlah memangnya kamu mau cari yang seperti apa terima saja yang ada di depan kamu."


"Aku carinya tuh yang seperti artis Hollywood yang bodynya aduhai." Rafi membayangkan artis-artis yang bodinya wao.


"Pantes menjomblo seumur hidup yang digapai wanita seperti itu ngaca dulu dong kamu itu model gimana kok nyari wanita yang model begitu," Maki Dimitri.


"Apa bapak tidak pernah mendengar pepatah bermimpilah setinggi mungkin karena itu akan menjadi motivasi kita untuk menggapai mimpi itu." sungguh ada aja alasan Rafi.


Dimitri tertawa mendengar ucapan Raffi sungguh asistennya lawak sekali.


"Kamu tuh ada-ada aja, sudah, sana kembali bekerja ajari Amanda bekerja juga."


Dimitri mengusir Raffi untuk kembali ke ruangannya.


"Baiklah baiklah," Dengan langkah lemas Rafi kembali ke ruangannya.