Married With A Stranger

Married With A Stranger
Jatuh


Amanda sangat sedih melihat Raffi yang harus kehilangan mobil kesayangannya, dia merasa semua ini karena dirinya andaikan Rafi tidak mencintainya tentu dia tidak akan kehilangan mobil sportnya jadi Amanda ingin membelikan Rafi mobil sport meski Rafi tidak setuju.


Tabungan Amanda lebih dari cukup untuk membeli mobil sport seperti mobil sport yang Rafi miliki.


Selepas kepulangan Raffi Amanda pun meminta Dimitri untuk memesankan mobil buat Raffi.


"Untuk apa kamu membelikannya mobil untuk Rafi?ingat kamu itu wanita." Dimitri tidak setuju dengan Amanda yang ingin membelikan mobil sport untuk Rafi.


Amanda terdiam, memang benar apa yang dikatakan oleh Dimitri, tapi dia tidak bisa melihat Rafi bersedih.


"Aku hanya kasihan dengan Rafi, mobilnya jadi bahan taruhan," sahut Amanda.


Dimitri tersenyum dia tidak benar-benar ingin mengambil mobil kesayangan Rafi, lagi pula mobilnya sudah banyak, dia hanya ingin mengerjai Rafi saja.


"Aku hanya mengerjainya saja Amanda, aku tidak benar-benar ingin mengambilnya." Dimitri menjelaskan.


"Astaga Dimitri kan kasian Rafi," kata Amanda.


Amanda lega sekarang, karena ternyata Dimitri hanya mengerjai Rafi jadi Rafi tidak akan kehilangan mobil kesalahannya.


Dengan senyum-senyum sendiri Amanda berjalan menuju kamarnya, Mama Dimitri yang melihatnya pun nampak kesal karena Amanda mencintai pria lain.


Mama Dimitri yang lelah memutuskan membiarkan semuanya begitu saja, rencananya dia akan kembali ke Barcelona secepatnya, sudah terlalu lama dia tinggal di Indonesia meninggalkan suaminya yang berada di negara Spanyol.


Urusan dengan orang tua Amanda biarlah Amanda sendiri yang menyelesaikan, sekeras apapun Mama Dimitri memaksa kalau Dimitri dan Yuke saling mencintai dia bisa apa? ditambah Amanda kini telah mencintai pria lain.


"Kalian menang aku menyerah sekarang," gumam mama Dimitri lalu masuk ke dalam kamarnya.


Sisi lain Raffi pulang dengan sedih, dia mengingat kembali kenangannya bersama mobil sportnya tersebut, untuk membeli mobil tersebut Raffi harus menabung selama setahun, dibanding mobil sport di negeri mobil sport Rafi harganya jauh di bawah.


Mobil sport seharga 5 miliar bagi Rafi sudah fantastis namun berbeda dengan Dimitri yang menganggap mobil sport seharga 5 miliar itu sangat murah.


"Untuk bisa mendapatkan mobil sport lagi aku harus menabung lagi selama setahun, tapi aku kan akan menikah juga." Rafi bermonolog dengan dirinya sendiri.


Raffi mengusap rambutnya dengan kasar, dia menyesal waktu itu telah ikut taruhan dengan Dimitri. Dia baru menyadari kalau benar yang dikatakan Dimitri cinta itu berawal dari seringnya bertemu, dan memang inilah rencana Dimitri membuat Amanda dan Rafi saling jatuh cinta.


**********


Waktu terus berlalu tak terasa pagi hari pun telah menyapa kembali.


Saat sarapan Mama Dimitri meminta Dimitri untuk memesankan pesawat ke Spanyol secepatnya, Dimitri nampak kaget dengan permintaan mamanya.


"Jadi Mama ingin kembali?" tanya Dimitri.


Dulu dia berharap mamanya cepat kembali ke Spanyol, karena dengan begitu tidak ada lagi yang akan mengganggu rumah tangganya mengingat mamanya yang selalu ingin menjodohkan dia dengan Amanda namun saat ini Dimitri nampak sedih saat mamanya akan kembali ke Barcelona.


"Tidak bisa kah mama tinggal lebih lama di sini?" Dimitri yang membuat Mama menatapnya.


"Mama tidak memiliki alasan untuk lama-lama di sini kasihan papa kamu kamu yang sendirian di sana jawab Mama Dimitri.


"Papa tidak kembali saja ma?" tanya Bryan lagi.


"Papamu sangat sibuk di sana mana mungkin dia mau kembali ke Indonesia," jawab Mama Dimitri.


"Pesan Mama jaga anak kalian dengan baik," sambung mama kemudian.


Dimitri dan Yuke saling saling pandang dan tersenyum, apa ini artinya mamanya sudah merestui hubungan mereka?


"Mau nggak mau mama merestui kalian lagi pula kalian juga sudah menikah kan," jawab Mama Dimitri dengan sedikit kesal.


Meskipun dia merestui namun tak bisa dipungkiri ada rasa kesal sendiri di hati Mama Dimitri karena Dimitri menikah tanpa bilang-bilang pada padanya waktu itu.


"Maafkan kami ma yang menikah tanpa memberitahu mama," kata Yuke dengan menunduk.


"Dan semoga saja nanti Saat anak kalian lahir kalian lupa juga memberitahu mama," mama Dimitri menyindir Yuke dan Dimitri.


Dimitri dan Yuke nampak menyesal, mereka janji mereka akan mengabari mama saat anak mereka lahir.


Setelah mendapatkan tiket pesawat sama Dimitri memutuskan untuk segera kembali dia tidak akan menunda menunda waktu lagi, Mama Dimitri juga berpesan pada Dimitri untuk mengawasi amanda, bagaimanapun juga Amanda adalah amanah dari orang tua orang tuanya untuk mama Dmitri.


"Jangan biarkan dia pergi dari rumah anak gadis kalau tinggal sendiri lebih rawan," pesan mama Dimitri pada Dimitri.


"Siap ma, dia akan aman di sini bersama kami kata Dimitri.


Yuka memeluk ibu mertuanya, meski tidak menerima pelukan Yuke namun mama Dimitri juga tidak menolaknya sehingga ini membuat Yuke senang.


"Terima kasih ma," bisik Yuke.


Tak ingin terlambat, mama Dimitri segera berangkat dengan diantar sopir Dimitri ke bandara.


Waktu berlalu dengan cepat kehamilan Yuke telah memasuki trimester ketiga, yang mana janin di dalam sudah sempurna.


Kurang 3 bulan lagi Yuke akan melahirkan, dan ini membuat Dimitri senang. Dia sangat merindukan kehadiran anaknya.


"Mas apa sudah ada nama untuk anak kita?" tanya Yuke.


"Belum Sayang lagian kan masih 3 bulan lagi dia lahir," jawab Dimitri.


"Tapi harus tetap disiapkan mas," sahut Yuke


Selepas kepulangan mama Yuke, Diandra diajak kembali ke rumah Dimitri, dia sangat merindukan mamanya, sebenarnya sungguh kasian anak sekecil ini harus diurus bergantian.


Pagi ini Diandra bermain dengan Yuke di halaman, Yuke asik mendorong Diandra naik sepeda.


"Sayang biar art saja yang mendorong Diandra naik sepeda," pesan Dimitri saat akan berangkat bekerja.


"Iya Mas Ini lagi asik nggak apa-apa sebentar lagi," sahut Yuke.


"ingat kamu ini lagi hamil besar," pungkas Dimitri.


Selepas keberangkatan Dimitri, Yuke masih saja mendorong Diandra naik sepeda, bahkan Yuke yang mulai kelelahan mengabaikan rasa lelahnya.


Saat asik mengejar Diandra Yuke menginjak batu yang membuatnya jatuh dengan posisi tengkurap.


"Aaaaaaaa," Teriakan juga membuat seluruh art keluar.


Melihat juga yang berbaring kesakitan membuat art segera menghubungi Dimitri.


Sopir segera membopong Yuke masuk ke dalam mobil karena juga harus segera dilarikan ke rumah sakit.


Darah terus mengalir dari pangkal kaki Yuke, dan ini membuat semua panik, mereka berharap tidak terjadi apa-apa dengan bayi yang dikandung majikannya namun kalau dilihat dari banyaknya darah yang keluar jelas ini pertanda yang tidak baik.


Sesampainya di rumah sakit, Yuka segera dilarikan ke ruang UGD, dan benar saja bayi yang dikandung Yuke tidak bisa diselamatkan.