Married With A Stranger

Married With A Stranger
Sah


Seusai Dimitri dan Yuke yang menikah kini gantian mama Yuke dan papa Raisa, meski sudah tua namun semangatnya tdiak kalah dengan Dimitri.


Sah


Sah


Sah


Teriakan sah terdengar, kini papa Raisa dan Mama Yuke telah menjadi sepasang suami istri.


Di pojokan ada Rafi dan Gilang yang jomblo, mereka mengamati orang-orang yang memiliki pasangan.


"Jadi kita yang jomblo." Rafi berbicara sembari melihat atasannya yang kini tengah bahagia.


"Tuh, ada pak David papa Bryan juga jomblo." Tangan Gilang menunjukan papa Bryan.


"Oh kita belum kenalan secara resmi, nama aku Rafi dari Dimitri Grup." Rafi menjulurkan tangannya.


Gilang menatap Rafi dengan tatapan tak biasa, meski tidak berkenalan secara resmi namun Gilang tau kalau Rafi dari Dimitri grup.


"Aku sudah tau kalau kamu dari Dimitri Grup, bukankah perusahan kalian selalu kalah tender." Gilang tertawa sambil menahan wajah Rafi yang nampak malu.


"Bukannya kalah, kami hanya memberikan kesempatan pada kalian." Rafi sungguh pintar sekali membuat alasan.


Gilang tertawa keras, ada aja alasan Rafi. Tapi Gilang nampak heran dengan sikap asli Rafi pasalnya saat bertemu di dunia bisnis Dimitri dan Rafi terkenal dingin berbeda dengan dirinya dan Bryan yang sedikit humble.


"Kamu sungguh berbeda Rafi," kata Gilang.


"Berbeda gimana?" tanya Rafi.


"Kalau kita bertemu diluar nama mau kamu menyapa aku," jawab Gilang.


Rafi tertawa memang begitulah dirinya namun entah mengapa kini dia sedikit berubah.


Gilang dan Rafi mengobrol panjang kali lebar hingga mereka sepakat untuk mencari wanita bersama.


"Malu aku diejek jomblo terus."


"Wajah kita itu tampan, pekerjaan ok tapi kenapa ya ga ada cewek yang mendekat." Rafi heran dengan dirinya maupun Gilang.


"Mungkin memang seperti itu kodrat seorang asisten yang nggak akan bisa memiliki kekasih," sahut Gilang.


Bagaiamana bisa memiliki kekasih jika seluruh hidup asisten seperti dibeli oleh CEO bahkan di dunia novel juga sama.


"Nggak hanya kita yang jadi jomblo abadi namun kebanyakan asisten di dunia novel juga sama.


mereka mengabdi pada CEO mereka, bayangkan dari beli celana da-lam saja asisten yang disuruh dan yang lebih parahnya lagi kita para asisten disuruh membeli pembalut kekasih ataupun istri mereka," ungkap Gilang.


Rafi tertawa mendengar ucapan Gilang, memang seperti itulah, waktu dan diri asisten seolah dibeli oleh CEO.


Tak terasa acara telah usai, mereka semua bersiap untuk pulang termasuk Bryan dan Raisa.


Dimitri dan Yuke memilih menghabiskan hari mereka di sebuah hotel bintang lima sedangkan mama Yuke dan Papa Raisa memutuskan untuk menghabiskan waktu di rumah saja karena mama Yuke harus menjaga Diandra.


"Sayang kita gulat sekarang ya." Dimitri yang nggak sabar meminta Yuke untuk langsung malam pertama padahal hari masih siang.


"Nggak menunggu malam?" tanya Yuke.


"Nanti malam kita gulat lagi," jawab Dimitri.


Siang pertama mereka berlangsung sangat khidmat, setiap sentuhan Dimitri membuat Yuke merasakan kenikmatan yang luar biasa.


********


Sepulang dari hotel Dimitri memutuskan mengajak Yuke dan Diandra untuk tinggal di rumahnya sedangkan Mama Yuke diajak papa Raisa untuk tinggal dengannya.


Hari berlalu dengan cepat, tak terasa sudah seminggu mereka menikah.


"Dimitri sangat mencintai istri Dimitri jadi sampai kapan pun Dimitri tidak akan pernah meninggalkan Yuke." Dimitri yang kesal memutuskan sambungan ponselnya secara sepihak.


Melihat Dimitri memilih dirinya membuat Yuke bahagia namun dia juga tidak ingin Dimitri durhaka pada Orang tuanya karena kembali lagi semua yang kita miliki saat ini juga karena orang tua.


"Mas kita harus bicara baik-baik dengan keluarga kamu karena memang kita menikah tanpa melibatkan mereka." Tangan Yuke mengelus punggung Dimitri.


"Aku sengaja melakukannya karena pasti mereka nggak akan setuju dan pasti mereka akan menggagalkan pernikahan kita," pungkas Dimitri.


Dimitri tidak peduli dengan orang tuanya, entah mereka memaksanya untuk meninggalkan Yuke atau yang lain dirinya tetap ingin mempertahankan Yuke apalagi Yuke kini tengah mengandung anaknya.


Sudah cukup dirinya tersiksa tanpa Yuke beberapa waktu yang lalu jadi kini dia akan mati-matian menjaga sang istri sampai titik darah penghabisan.


Papa Raisa ingin mengadakan pesta untuk memperingati seminggu pernikahan barunya, dia mengundang beberapa koleganya untuk turut meramaikan pestanya.


"Kita bertemu lagi Mr. Gilang." Rafi mendekati Gilang yang tengah minum di dekat kolam renang.


"Hai Mr. Rafi Ahmad." Gilang menggoda Rafi dengan menyebutnya Rafi Ahmad yang merupakan artis papan atas Nusantara.


Rafi dan Gilang tertawa, ada-ada aja candaan mereka.


"Kalau Rafi Ahmad artis papan atas aku asisten papan atas." Lagi-lagi mereka tertawa sungguh duo jomblo tiap bertemu selalu bercanda.


"Oh ya Rafi, tender kemarin kami menyerahkan ke perusahaan kamu tapi kenapa kalian tolak?" tanya Gilang.


Seketika raut wajah Rafi berubah, dia malu mengatakan keadaan perusahaan Dimitri pada Gilang.


"Nggak kenapa-kenapa Gilang, kami sudah mendapatkan tender lainnya." Rafi berbohong pada Gilang.


Gilang tersenyum tipis, dia cukup tau kalau ada masalah dengan perusahaan Dimitri.


Segelas minuman Gilang tenggak lalu dirinya menyesap lemon yang ada di dalam minuman tersebut.


"Jujurlah sayang aku tak mengapa, biar semua jelas tak berbeda...." Gilang malah menyanyikan lagu yang dibawakan band ternama tanah air.


Rafi tertawa mendengar lagu dari Gilang, dia bingung kini apa dirinya harus mengatakan yang sebenarnya pada Gilang?


Gilang yang nggak sabar menepuk bahu Rafi memintanya untuk bicara.


"Sebenarnya perusahaan pak Dimitri mengalami devisit, kalau sampai tidak ada perbaikan maka bisa bangkrut," jawab Rafi.


Gilang menepuk pundak Rafi mencoba menghibur Rafi yang sedang dalam masalah.


"Kenapa bisa mengalami devisit?" tanya Gilang.


"Panjang ceritanya," jawab Rafi.


"Nggak papa, ceritakan saja," Gilang meminta Rafi untuk menceritakan semuanya namun Rafi enggan untuk bercerita dengan alasan ini privasi Dimitri.


Pesta sudah dimulai, Bryan dan Raisa berada di samping papanya sedangkan Yuke dan Dimitri berasa di samping mama Yuke.


Keeoskannya, Gilang dan Bryan membahas soal tender yang ditolak perusahaan Dimitri padahal selama ini Perusahaan Dimitri sangat berharap menang.


"Sebenarnya perusahaan pak Dimitri mengalami devisit yang mengancam," ungkap Gilang.


Bryan nampak heran, bagaiamana bisa perusahaan besar mengalami devisit?


"Ada apa sebenarnya?" tanya Bryan.


"Entahlah pak, Rafi sendiri tidak mau bercerita," jawab Gilang.


Bryan dan Gilang mengagendakan untuk mengunjungi perusahaan Dimitri, dia ingin membantu Dimitri mengingat kini mereka telah menjadi satu keluarga.


"Apa perlu kita menanam saham disana pak?" Gilang memberikan saran lain pada Bryan.