Married With A Stranger

Married With A Stranger
Pulang


Tiga episode terakhir.


Mendengar ucapan Miranda tentu membuat Rafi tersenyum licik, ibarat kata kucing disuguhi ikan tentu sudah pasti dimakan.


Tanpa pikir panjang mereka pindah ke kamar Amanda, Rafi yang sudah dikuasai hasrat untuk memakan Amanda segera membuka bajunya meski tidak melakukan penyatuan namun mereka bisa melakukan DP DP an.


"Oh sayang, aku sudah tidak sanggup menahannya, dia terus nyut nyutan." Nampak bagian Rafi yang berdenyut saat melihat Amanda bertelanjang dada.


Saat ingin menikmati kenikmatan kedua bukit calon istrinya Dimitri menghubungi Rafi, dia ingin Rafi menyusulnya.


"Astaga pak, ini tanggung banget udah mau naik," kata Rafi dengan sangat frustasi.


.


Tentu Dimitri bodoh amat dengan alasan Rafi Yang penting dia ingin Rafi segera menyusulnya sekarang.


Raffi yang kesal membuang ponselnya, dia segera memakai pakaian kembali meninggalkan Amanda dengan hasratnya.


Keduanya harus mengabaikan hasrat mereka masing-masing.


"Jadi bos tidak pengertian sama sekali, aku kurang apa coba, giliran aku yang senang kenapa selalu diganggu. Raffi menggerutu sendiri sembari memakai pakaiannya.


Amanda mencoba menenangkan Rafi, meski dia sendiri sudah sangat berhasrat.


Sebelum pergi Rafi mengecap sekilas kening amanda lalu dia pergi menyusul Dimitri.


Sepanjang perjalanan Rafi terus menggerutu, dia sungguh heran dengan Dimitri, menjemput istrinya saja mengapa harus mengandalkan dirinya.


"Badan saja yang besar tapi cemen," gerutu Rafi.


Beberapa saat kemudian dia melihat Dimitri di depan rumah Yuke, Dimitri nampak bingung karena beberapa kali menghubungi istrinya namun Yuke malah menolak panggilannya.


Rafi berjalan mendekati mobil Dimitri, dia mengetuk kaca mobil Dimitri. sebenarnya Rafi sendiri heran kenapa hanya berdiam diri di depan rumah mertuanya, kenapa nggak masuk saja.


"Kenapa masih di sini sih Pak kenapa nggak masuk?" tanya Rafi


Dimitri menggelengkan kepala.


"Yuke tidak menerima panggilan aku, aku rasa dia tidak ingin menemui ku," jawab Dimitri.


Rafi menghela nafas, dia sungguh kesal sekali dengan Dimitri karena hal sekecil ini Dimitri tidak bisa menangani.


"Kenapa sih menyusahkan diri dan diriku, kenapa nggak langsung masuk dan tanya sendiri pada orangnya alasan kenapa tidak mengangkat telpon," Rafi sungguh kesel sekali dengan Dimitri.


"Astaga heran aku," sambungnya.


Tak ingin berlama-lama di tepi jalan Rafi dan Dimitri bergegas masuk ke dalam, lebih tepatnya Rafi yang menarik Dimitri masuk ke dalam.


Dia mengucapkan salam dengan keras supaya orang yang ada di dalam mendengar salamnya.


Yuke yang kebetulan duduk di ruang tamu segera keluar, mendengar suara Rafi dia nampak senang.


Langkah Yuke terhenti saat melihat Dimitri berada di teras rumahnya lebih tepatnya teras rumah Papa Raisa, mata Yuke berkaca melihat sang suami berdiri di depannya.


Kerinduan yang mendalam pada sang suami membuat Yuke terpaku saat melihat Dimitri.


"Mas," katanya dengan mata yang berkaca.


Seperti di film-film baik Dimitri maupun Yuke berjalan selangkah demi selangkah hingga mereka bertemu di tengah-tengah.


Saat itu Dimitri menoleh ke arah Rafi, dia mengibaskan tangannya mengkode Raffi untuk segera pergi tentu hal ini membuat Rafi super kesal.


"Astaga segitu rendahnya kah diriku di matamu Pak Dimitri, habis manis sepah kau buang." ucapan lebay Rafi membuat Dimitri melotot sehingga Rafi segera berbalik arah dan pergi meninggalkan Dimitri.


Sepanjang perjalanan pulang Raffi lagi-lagi menggerutu, dia sungguh tak terima dengan sikap Dimitri yang mempermainkannya, kalau saja Dimitri tidak menghubunginya pasti ini dia sudah melakukan DP dengan Amanda.


"Dpku lenyap sudah, kini diusir tanpa perasaan, dikira aku ini robot apa." Gerutu Rafi sepanjang jalan.


Karena tak mungkin kembali lagi ke rumah Dimitri, Rafi memutuskan untuk pulang dan dia ingin melanjutkan proses DP yang tertunda keesokan harinya.


Di sisi lain Dimitri meminta Yuke untuk kembali ke rumah, dia sungguh menyesal karena telah menyalahkan Yuke atas apa yang menimpa keluarga mereka, dia sadar tak seharusnya menyalahkan Yuke atas kepergian buah hatinya.


"Maafkan aku sayang karena telah menyalahkan mu." Dimitri meminta maaf pada Yuke.


Yuke melempar pandangannya sembarangan, dia sebenarnya telah lelah akan sikap Dimitri. Dahulu Dimitri selalu menjadikannya budak ranjang, ini Dimitri malah menyalahkannya atas meninggalnya sang buah hati.


"Dua kali mas kamu memperlakukan aku seperti ini," kata Yuke dengan air mata yang jatuh.


"Aku tahu sayang oleh karena itu maafkan aku," sahur Dimitri yang membuat Yuke serba bingung.


Di sisi lain dia sangat kecewa akan sikap suaminya, namun di sisi lain dia sudah lelah dengan sikap Dimitri yang terus seperti ini yang menurutnya tidak pernah belajar dari kesalahan, dia selalu mengulang kesalahan yang sama.


"Apa setelah kita bersama kamu tidak akan bersikap seperti ini lagi Mas?" Yuke butuh kepastian dia tidak ingin terluka lagi seperti ini.


"Aku janji tidak akan seperti ini lagi." Begitu mudah janji terucap padahal kenyataannya janji itu selalu teringkari.


Mama Yuke dan papa Raisa keluar saat mendengar obrolan Dimitri dan Yuke.


Mama juga memperingatkan Dimitri agar tidak memperlakukan Yuke seperti ini lagi, seharusnya dalam rumah tangga, suami dan istri itu saling menguatkan jika terjadi musibah bukannya menyalahkan salah satu pihak, tidak ada yang menginginkan sebuah musibah semua sudah takdir dari yang di atas.


"Mama harap kamu benar-benar belajar Dimitri, jangan mengulang kesalahan yang sama, karena belum tentu ada kesempatan kembali," pesan Mama Yuke pada Dimitri.


Dimitri menatap Mama mertuanya dengan tatapan sayu, dia paham kalau dirinya salah.


"Ya sudah kalian selesaikan masalah kalian mama dan papa masuk dulu." Papa Raisa mengajak Mama Yuke untuk masuk, mereka tidak ingin mengganggu obrolan Dimitri dan juga Yuke.


Dimitri berkali-kali memohon pada juga, dia ingin Yuke kembali lagi ke rumah karena tanpa Yuke dirinya sungguh kesepian.


Bujuk rayu serta janji Dimitri membuat Yuke mau memaafkan suaminya, dia memperingatkan Dimitri kalau sampai Dimitri melakukan kesalahan yang sama maka dia akan pergi meninggalkan Dimitri untuk selamanya.


"Aku janji sayang aku nggak akan melakukan kesalahan yang sama lagi," Dimitri berjanji pada Yuke.


Setelah saling berpelukan mereka masuk ke dalam, mereka berpamitan pada papa dan Mama untuk pulang ke rumah mereka sendiri.


"Mama harap kamu tidak mengingkari janji kamu Dimitri," Mama Yuke meyakinkan Dimitri.


Mama dan papa jadi saksinya jika Dimitri mengulangi kesalahan yang sama maka mereka tidak akan memaafkan Dimitri.


Seperti orang yang lagi kasmaran Dimitri selalu menggenggam tangan Yuke sepanjang perjalanan pulang, ia benar-benar menyesal karena menyalakan istrinya atas semua yang menimpa rumah tangga mereka.


Biasanya gelut di atas ranjang adalah puncak penyelesaian masalah suami istri namun berhubung Yuke masih dalam masa nifas sehabis melahirkan jadi Dimitri harus menahan hasratnya.