
Papa Raisa lupa tidak menyampaikan pesan Brian pada Raisa sehingga membuat Raisa dan Bryan berselisih lagi.
Raisa nampak marah pada Bryan karena tidak pulang, Bryan berusaha menjelaskan kepada Raisa kalau dia telah menitip pesan pada papanya namun Raisa tidak percaya.
"kemarin pulang dengan mabuk sekarang alasan pergi keluar kota, Aku tahu kamu di luar sana memiliki wanita kan," Raisa menuduh Brian telah memiliki wanita lain.
Bryan nampak sedih membaca pesan yang dikirimkan Raisa, dia membuat video dan mengambil gambar lalu mengirimkannya pada Raisa agar Raisa percaya.
karena memikirkan suami istrinya yang marah padanya membuat Brian tidak fokus, Gilang nampak khawatir dengan Brian karena Brian hanya diam saja.
"Pak lupakan sejenak masalah rumah tangga anda lebih baik kita fokus untuk menyelesaikan masalah di sini agar kita bisa cepat pulang," Gilang menasehati Brian agar tidak memikirkan Raisa di rumah.
Brian mengangguk lalu dia segera mencari tahu siapa saja yang telah korupsi di kantornya, anak buahnya yang korupsi merasa terancam saat Brian menyelidiki mereka sehingga mereka berniat untuk mencelakai Brian dan juga Gilang.
Bryan yang merasa sangat pusing pamit pulang terlebih dahulu ke hotel dia meminta gilang Untuk memantau keadaan kotor sampai semuanya pulang.
anak buahnya yang melakukan korupsi sudah berjaga di luar kantor mereka sengaja merencanakan ini semua untuk mencelakai Bryan maupun gilang agar jejak mereka tidak tercium oleh pimpinannya tersebut.
Brian yang tidak tahu kalau anak buahnya telah mengincar dirinya melajukan mobilnya dengan santai, sepanjang perjalanan dia terus melihat foto Raisa bahkan dia juga mengirim pesan dan mengatakan kalau dirinya memang benar-benar di luar kota karena urusan pekerjaan.
Bryan mencoba menghubungi Raisa dia berharap istrinya mau mengerti dan mengangkat teleponnya, meski kesal kali ini dia mengangkat panggilan Brian, sungguh Bryan sangat senang sekali karena Raisa mau mengangkat panggilannya.
"Maafkan aku sayang aku benar-benar di luar kota." Bryan mencoba klarifikasi pada istrinya
"untuk soal mabuk semalam aku minta maaf aku sangat kesepian karena kamu selalu sibuk mengurusi anak kita dan mengabaikan aku." Brian menambahkan.
Raisa terdiam mendengar ucapan suaminya dia paham kalau semua ini adalah salahnya bukan salah suaminya.
"Maafkan aku Mas aku yang salah," kata Raisa meminta maaf.
Ucapan maaf Raisa membuat Brian sangat bahagia bahkan dia tidak melihat jalan di depan dia hanya fokus dengan video call Raisa.
saat inilah anak buahnya langsung menabrak mobil Bryan dari belakang sehingga mobil Brian menabrak pembatas jalan dan terbalik.
Raisa yang melihat sendiri suaminya mengalami kecelakaan sangat historis bahkan dia berlari keluar ingin menyusul Brian saat bersamaan datanglah Papa Brian dan papanya di rumah.
"Mas Bryan pa," kata Raisa lalu dia pingsan
Papa Raisa dan papa Bryan tentu heran kenapa tiba-tiba Raisa pingsan ada apa dengan Bryan sehingga menyebabkan Raisa pingsan seperti ini?
Di tempat kejadian Brian segera dilarikan ke rumah sakit Gilang yang mendapat telepon dari pihak kepolisian segera menyusul ke rumah sakit, dia sangat panik saat melihat Bryan yang sudah berlumuran darah.
"Pak saya mohon pak kuatlah,"kata Gilang.
para dokter segera melakukan tindakan dengan melakukan operasi dadakan, meski belum mempersiapkan segala sesuatunya mereka mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan bryan.
Gilang segera menghubungi papa Bryan dan mengabarkan kalau Bryan berada di rumah sakit karena mengalami kecelakaan.
Gilang mencoba mencari tahu apa penyebab uraian kecelakaan dan menurut laporan ada mobil yang sengaja menabrak Brian dari belakang.
Dalam sekejap pelaku sudah ditangkap mereka tak lain adalah anak buahnya sendiri yang telah melakukan korupsi di kantor.
Gilang segera melakukan tindakan pada anak buahnya tersebut, sebelum dijebloskan ke penjara anak buah mereka harus mengembalikan uang yang mereka korupsi 10 kali lipat.
Mereka tentu tidak mau namun Gilang mengancam akan mencelakai keluarga mereka jika mereka tidak mau.
"Jangan macam-macam denganku aku bisa melenyapkan seluruh keluarga kalian tanpa ada jejak sedikitpun," ancaman Gilang mampu membuat mereka semua takut.
Sebelum Gilang pergi dia menghajar mereka satu persatu sebagai balasan karena telah mencelakai Bryan.
"kalau sampai ada apa-apa dengan Pak bayar lihat saja apa yang akan aku lakukan meski kalian sudah berada di dalam penjara," Gilang mengancam mereka.
Saat Gilang kembali ke rumah sakit berakhir telah selesai di operasi dokter sangat mengkhawatirkan keadaan Brian yang saat ini masih kritis.
Kaki Bryan mengalami patah tulang Tak hanya itu kepalanya juga mengalami benturan yang keras mereka khawatir kalau Bryan mengalami amnesia.
"oh my God lakukan yang terbaik dok, bila perlu tolong rekomendasikan Rumah Sakit luar negeri yang terbaik untuk merawat Pak Bryan," pinta Gilang
Sebagai teman dan atasan Gilang tentu sangat sedih melihat keadaan Bryan, dari pintu kaca di ruang ICU hilang bisa melihat Brian dengan beberapa alat medis yang menempel di tubuhnya.
"saya mohon bertahanlah pak ada istri dan anak anda yang menunggu di rumah," gumam Gilang.
Beberapa waktu kemudian Papa Bryan dan papa Raisa datang mereka bertanya bagaimana keadaan Brayan dan Gilang pun menjelaskan sesuai yang dijelaskan oleh dokter kepada para papa.
Papa Bryan tapak Shock, beliau terduduk lemas di lantai air mata nya pun keluar menangisi putra semata wayangnya yang kini kritis.
"Bryan, Papa mohon berjuanglah demi anak dan istri kamu," kata Papa.
Papa Raisa tak kalah sedihnya dengan bapak Bryan dia juga sangat berharap kalian bisa berjuang demi anak dan cucunya.
di sisi lain Raisa nampak kacau dia ingin pergi untuk melihat suaminya tapi dia juga bingung bagaimana dengan anaknya hingga datanglah Yugo dan Dimitri ke rumahnya.
"Raisa pergilah biar aku yang menjaga anakmu," Yuga menawarkan diri untuk menjaga baby rayyan
Raisa nampak senang karena Yuke mau menolongnya, Dimitri yang tak ingin Raisa pergi sendiri pun meminta Raffi untuk menemaninya.
Aku takut kalau terjadi apa-apa dengan Raisa di jalan.
"terima kasih Dimitri Yuke kalian memang saudara terbaik aku," kata Raisa lalu memeluk Yuke saudaranya.
Mama Yuke datang ke rumah Raisa bersama Diandra beliau juga sangat khawatir dengan keadaan Bryan.
"yang kuat yang tegar, doakan selalu suami kamu supaya cepat pulih," kata Mama dengan tatapan sedih.
"Terima kasih ma pasti Raisa selalu mendoakan suami Raisa," kata Raisa lalu memeluk mama tirinya tersebut.
Tak ingin berlama lagi Raisa segera pergi keluar kota bersama Raffi yang tengah menunggunya di bandara.