Married With A Stranger

Married With A Stranger
Diculik


Kini gantian Rafi yang bingung, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, jadi sedari tadi Yuke tidak paham akan ceritanya.


"OMG, cerita dari tadi tapi kamu nggak ngeh." Rafi tertawa sendiri, padahal dia sudah habis beberapa kalori untuk bercerita.


Rafi mengambil ponselnya lalu menghubungi Dimitri dia ingin Dimitri segera datang ke villa Yuke.


Setelah mendapat panggilan telpon dari Rafi, Dimitri langsung pergi ke villa sambung villa yang disewanya dia berlari dan masuk ke dalam.


Entah apa yang dia rasakan, saat melihat Yuke matanya berkaca, rasa rindu yang terpendam kini pudar sudah.


"Yuke." Dimitri mendekat ke arah Yuke.


Tak hanya Dimitri, mata Yuke juga membasah kerinduannya pada sosok Dimitri membuatnya tersiksa namun saat bersamaan dia teringat akan ancaman Dimitri yang membuat Yuke membuang tatapannya.


"Untuk apa anda kemari Pak?" tanya Yuke.


Dimitri meletakkan kedua tangannya di pundak Yuke, dia meminta Yuke untuk menatapnya.


"Tatap aku," titah Dimitri.


Perlahan Yuke menatap Dimitri, dia mendapati tatapan yang berbeda dari mata Dimitri berbeda dengan tatapan yang selalu dia lihat.


"Ayo kita pulang, aku tidak mau kehilangan kamu lagi."


Yuke sangat shock mendengar ucapan Dimitri, dia tidak menyangka kalau Dimitri bicara seperti itu


"Kita besarkan anak-anak bersama," sambungnya.


Tangis Yuke semakin pecah, dia tak menyangka orang dingin seperti Dimitri memiliki sisi lembut.


"Tapi anak saya cuma satu pak." Yuke merasa ambigu dengan ucapan Dimitri yang ingin membesarkan anak-anak bersama.


"Kamu kan sekarang lagi hamil." Ucapan Dimitri bak petir yang seketika membuat Yuke mematung, tau darimana kalau dirinya hamil?


Yuke menggeleng dia tetap bersikeras kalau dirinya tidak hamil karena tidak ada tanda-tanda sama sekali.


"Mana mungkin saya hamil pak, saya baik-baik saja, saya nggak mual dan juga nggak ngidam," ungkap Yuke.


"Gimana mau mual dan ngidam la sudah ada yang gantikan." Rafi semakin pusing melihat Yuke.


Dimitri akhirnya menjelaskan semua, dia juga bilang kalau semenjak Yuke pergi dia sangat tersiksa dan menderita.


"Aku tak tau apa yang aku rasakan, namun aku setiap saat selalu memikirkan kamu." Dimitri menggenggam tangan Yuke dengan erat.


Ibu Yuke yang mendengar ucapan Dimitri sangat shock karena anaknya hamil diluar nikah namun Rafi segera memberikan penjelasan pada ibu Yuke kalau semua sudah terkendali dan mereka akan segera menikah.


Meksipun begitu ibu Yuke tetap kecewa karena Yuke seakan mengulangi kesalahannya lagi, beliau takut kalau setelah Yuke menikah suaminya akan meninggalkannya lagi seperti Ardi.


Bicara tentang Ardi, kini dia berada di ambang pintu, dia sangat shock karena melihat Dimitri dan Yuke saling menggenggam tangan.


"Woy, kalian kok nggak sportif, bisa-bisanya kalian menemui Yuke tanpa ijin dari aku." Ardi protes pada Dimitri dan Rafi.


Rafi tertawa melihat Ardi yang protes, lagian tarif informasi begitu mahal sampai tiga ratus juta.


"La kenapa memang, karena kami tidak mendapatkan info dari kamu jadi tiga ratus juta melayang." Rafi membuat Ardi marah.


"Kalian kesini juga karena info aku kalau nggak kalian nggak bisa menemukan Yuke, asal kalian tau Yuke ini adalah calon istri aku." Perkataan Ardi membuat ibu Yuke marah.


Amarah yang selama ini dipendam keluar begitu saja, ibu Yuke mendekati Ardi dan langsung menamparnya.


"Dengar Ardi, cukup sekali aku melakukan kesalahan menikahkan Yuke denganmu dan sekarang tidak akan aku biarkan anakku memiliki suami bejad seperti kamu!" Ibu Yuke mengeluarkan amarahnya, sudah untung dia tidak melaporkan Ardi ke polisi karena menggadaikan surat rumahnya dulu.


Dimitri dan Rafi ikut shock mereka baru tau kalau yang memberi info adalah mantan suami Yuke.


Pucuk dicinta ulam pun tiba, saat akan pulang Ardi melihat Diandra anaknya dengan Yuke sedang bermain sendiri.


"Tidak jadi dapat uang info tapi aku bisa dapat uang tebusan," gumam Ardi.


Entah apa yang merasuki Ardi hingga anak sendiri disandera untuk mendapatkan uang, dibujuk untuk diajak jalan-jalan Ardi bisa membawa Diandra pergi dari villa.


Tak berselang lama, Raisa dan papanya datang. Dimitri dan Rafi yang sudah mengenal Pak Anton papa Raisa sangat kaget kenapa bisa di Villa Yuke atau jangan-jangan memang benar kalau papa Raisa yang menyembunyikan Yuke dan keluarganya


"Pak Anton." Dimitri dan Rafi barengan memanggil papa Raisa.


Papa Raisa tersenyum sedangkan Raisa segera menarik tangan Yuke menjauh dari Dimitri.


"Mau apa kalian! jangan macam-macam ya." Raisa berdiri di depan Yuke.


Dimitri dan Rafi saling pandang, ternyata istri Bryan dalang dibalik ini semua.


"Raisa, pak Dimitri kesini untuk mengajak aku pulang karena dia mau menikahi aku." Kedua bola mata Raisa membola.


Dia membalikkan badannya, dia meyakinkan Yuke untuk tidak terbujuk rayuan maut Dimitri.


"Sadar Yuke, ileng apa yang telah dia perbuat padamu." Raisa tidak percaya pada Dimitri.


Dimitri dan Rafi pusing sendiri setelah Ardi kini Raisa, ada saja rintangannya.


"Nyonya Bryan, Yuke telah hamil anakku jadi aku harus bertanggung jawab." Untuk kesekian kalinya Raisa dibuat kaget.


Dia membelikan badan lagi, lalu menatap Dimitri dengan tatapan yang tak biasa.


Meski tidak yakin dengan Dimitri namun Raisa juga tidak ikut campur lebih jauh, dia hanya berharap, Dimitri tidak berbohong.


Semua kini duduk mengobrol tiba-tiba ibu Yuke berteriak dari luar.


Semua yang di dalam jadi panik kemudian pergi keluar semua.


"Ada apa ibu?" tanya Yuke.


"Diandra hilang Yuke," jawab ibu.


Yuke nampak shock, kakinya melemah sehingga tidak kuat menopang tubuhnya, untung ada Dimitri dibelakang Yuke.


"Anak saya pak." Tangisan Yuke membuat Dimitri sedih dia memerintahkan Rafi untuk mencari Diandra.


Baru akan keluar untuk mencari Diandra, sebuah panggilan masuk di ponselnya, siapa lagi kalau bukan si Ardi brengsek. Dia yang tidak memiliki nomor telpon Yuke mencoba menghubungi lewat Rafi.


"Apa mau kamu Ardi?" tanya Rafi.


Dimitri meminta Rafi untuk mengeraskan suara ponselnya sehingga semua bisa mendengar apa yang dibicarakan oleh Ardi.


Ardi meminta tebusan sekitar 500 juta, kalau tidak Ardi akan menjual Diandra.


Ibu Yuke langsung pingsan untung ada papa Raisa yang menangkap tubuh ibu Yuke sehingga ibu Yuke tidak sampai jatuh dia lantai.


"Ibu...." Teriak Yuke.


Dia sangat sedih kenapa jadi begini? Dimitri dan Rafi bergerak mencari Ardi, dia juga meminta anak buahnya yang lain untuk datang.


Saat berjalan beberapa langkah Yuke memanggil Dimitri, dia mengatakan kalau Ardi adalah preman disini jadi lebih baik melaporkan pada polisi.


"Kalau melapor pada polisi setelah dua puluh tahun baru mereka bertindak, lebih baik kita cari sendiri sambil bernegosiasi dengan bajingan itu,"