Married With A Stranger

Married With A Stranger
Kekesalan Rafi


Raffi kembali ke ruangannya dengan langkah lemas sebenarnya dia tidak suka kalau ada Amanda di ruangannya, tapi mau bagaimana lagi dia juga tidak bisa protes.


"Hai brownies Amanda segera kerjakan laporan yang aku berikan tadi." Rafi memerintah Amanda untuk mengerjakan laporan yang diberikan.


Amanda yang baru bekerja tentu bingung bagaimana mengerjakan laporan tersebut sehingga dia meminta Raffi untuk mengajarinya.


"Tolong bantu saya untuk mengerjakannya Pak," pinta Amanda.


Raffi menghela nafas sebenarnya dia malas sekali mengajari Amanda.


"Kamu buka laptop terus buka Microsoft Excel lalu kerjakan laporannya setelah itu kamu print dan jilid baru kasihkan ke aku," jelas Rafi.


Meskipun Rafi telah menjelaskannya namun Amanda masih bingung dan ini membuat Raffi semakin kesal pada Amanda.


"Apa sebelumnya kamu tidak pernah mengerjakan laporan seperti ini?" Kesabarannya tengah diuji oleh Amanda.


Amanda menggeleng sebenarnya dia tidak tidak memiliki pengalaman kerja sama sekali, dirinya selama ini hanya di rumah membantu kedua orangtuanya produksi wine.


Diluar negeri Amanda dan kedua orang tuanya hidup di pedesaan mereka memiliki kebun anggur yang sangat luas tak hanya itu mereka juga produksi wine sendiri yang mana hasil dari produksi wine mereka diekspor ke luar negeri.


Ibu dan ayah Amanda telah berteman lama dengan orang tua Dimitri mereka sebelumnya juga sudah sepakat untuk menjodohkan Dimitri dengan Amanda namun Dimitri menolak perjodohan ini karena dia tidak ingin terikat oleh pernikahan.


Saat orang tua Dimitri mendengar kabar kalau Dimitri telah menikah mereka menjadi murka karena selama ini Dimitri selalu menolak saat dijodohkan dengan Amanda.


Karena itu Mama Dimitri memutuskan untuk kembali, dia sengaja membawa Amanda turut serta bersamanya, Mama Dimitri tidak rela kalau Dimitri menikah dengan perempuan lain karena bagaimanapun juga jodoh Dimitri yang sesungguhnya adalah Amanda.


Amanda yang sangat mencintai Dimitri tentu mau-mau saja diajak Mama Dimitri untuk mengganggu hubungan Dimitri dan Yuke, entah alasan apa yang membuat Mama Dimitri tidak suka pada Yuke menantunya.


Sebenarnya Amanda adalah sesosok wanita yang baik dia lugu dan sebagai wanita dia tidak pernah macam-macam namun karena cintanya yang besar pada Dimitri membuatnya mengikuti rencana-rencana jahat Mama Dimitri.


Diluar negeri Amanda bersekolah jurusan pertanian mengingat orang tuanya yang telah yang memiliki kebun anggur yang sangat luas siapa lagi yang nantinya akan mewarisi itu semua selain Amanda.


"Astaga cupu sekali," Raffi merasa kesel dengan Amanda.


"Nggak usah bilang cupu aku memang nggak bisa, diluar negeri aku kuliah jurusan pertanian setelah lulus aku fokus membantu orang tuaku jadi nggak bisa mengerjakan menagemen seperti ini." Ungkap Amanda.


Bukannya mengerjakan laporan Amanda dan Raffi malah saling debat entah apa yang mereka debatkan, tapi ya begitulah Rafi, mulutnya asal ngomong pedes meski yang diucapkannya suka benar.


Amanda sungguh kesal sekali karena Dimitri meletakkan meja kerjanya dalam ruangan Raffi, padahal ekspektasinya dia satu ruangan dengan Dimitri.


"Coba sekarang nyalakan laptopnya awas kalau bilang nggak bisa tak makan dirimu," Rafi mengancam Amanda.


"Memangnya aku makanan." Amanda menyahut ucapan Rafi.


"Brownies Amanda." Amanda semakin kesal dengan Rafi yang terus saja meledeknya.


Dengan kesal Amanda menyalakan laptop, baru kali ini dia bertemu orang yang menyebalkan seperti Rafi.


"Udah nyala terus habis itu apa?" tanya Amanda.


"Cari Microsoft Excel," jawab Rafi


"Dimana?" tanya Amanda.


Rafi menatap Amanda dengan tatapan mautnya, kekesalannya sudah di ubun-ubun.


"Cari di hatiku," jawab Rafi asal.


Amanda mencibirkan bibir mendengar jawaban Rafi.


Amanda segera mencari Microsoft Excel setelahnya dia langsung menulis laporan.


"Bisa gitu kok pura-pura nggak bisa," maki Rafi yang merasa dibohongi Amanda.


"Astaga Amanda kamu mengerjakan laporan 2 bulan saja memerlukan waktu selama ini lalu bagaimana mengerjakan yang lainnya?" kesabaran Raffi seakan diuji oleh Amanda.


"Maaf saya kan tidak pernah bekerja kantoran seperti ini," Amanda membela dirinya.


Rafi memijat kepalanya yang terasa pening kalau tidak pernah bekerja di kantor kenapa bekerja disini? dan lebih herannya lagi kenapa HRD menerima Amanda?


"Lalu kamu ngapain kerja di sini kalau tidak bisa mengerjakan pekerjaan seperti ini?" tanya Raffi.


Memang Dimitri belum memberitahu Rafi kalau Amanda adalah suruhan mamanya.


Amanda dikirim untuk bisa dekat dengan Dimitri.


Mendengar pertanyaan Raffi membuat Amanda terdiam memang tujuan sebenarnya dia di sini adalah untuk dekat dengan Dimitri, kalau masalah uang dia juga tidak memerlukannya sama sekali, mengingat uang yang diberikan orang tuanya sudah lebih dari cukup untuk tinggal di Indonesia.


Setelah menyelesaikan laporan Amanda bertanya kepada Raffi apa yang selanjutnya dia lakukan.


"Print laporannya sekarang," jawab Rafi


Kedua bola Amanda melihat printer di depannya dia tidak tahu bagaimana cara mengoperasikan alat cetak tersebut.


Raffi yang melihat Amanda nampak bingung lagi-lagi memijat kepalanya.


"Brownies Amanda jangan bilang kamu juga nggak bisa," kata Raffi.


Amanda terkekeh mendengar ucapan rapi memang dia tidak bisa mengoperasikan printer di depannya.


"Astaga," Rafi mengusap dadanya.


Raffi kembali ke meja Amanda dia menyalakan printer lalu meminta Amanda untuk mencetak laporannya.


"Udah tinggal print saja," titah Rafi.


Setelah mencetak laporannya Amanda menjilid lalu memberikan pada Raffi.


Dengan kekesalan yang sudah menumpuk hatinya Raffi pergi ke ruangan Dimitri dia ingin melaporkan kinerja Amanda yang menurutnya di bawah standar.


"Anda tahu pak dia tidak bisa apa-apa sama sekali," Raffi melaporkan Amanda pada Dimitri.


Dimitri tersenyum dia memang tahu kalau Amanda tidak menguasai pekerjaan kantor yang dia kuasai adalah perkebunan dan produksinya di Barcelona.


"Sabar Rafi dia memang tidak bisa apa-apa tapi kalau kamu memintanya untuk berkebun dia jagonya." ungkap Dimitri


Lagi-lagi Raffi menggelengkan kepala kalau dia pintar berkebun kenapa tidak dipekerjakan di dinas pertanian kenapa malah dikerjakan di kantoran seperti ini?


"Siapa sih yang memasukkan dia kemari," tanya Raffi


"Mama," jawab Dimitri


sekarang Raffi baru paham tujuan Amanda dijadikan sekretaris Dimitri, dan dia juga baru paham kenapa Dimitri letakkan meja Amanda di dalam ruangannya.


"Astaga baru paham saya," kata Rafi.


Dimitri tertawa memang tujuannya supaya Amanda tidak bisa menggodanya selain itu siapa tahu Amanda dan Raffi malah berjodoh mengingat Rafi selama ini jomblo abadi.


"Oh ya pak nanti Saat makan siang kita diundang Pak Brian ke kantornya katanya ada meeting penting dengan kita," Raffi melaporkan.


"Meeting apa setahuku kita tidak ada jadwal berkunjung ke perusahaannya." Dimitri nampak heran.


Entahlah tadi Gilang menghubungi saya katanya nanti siang kita di kita disuruh pergi ke sana.


"Baiklah kalau begitu," ucap Dimitri.