Janda Kembang

Janda Kembang
Tertawa diatas penderitaan orang lain


Di saat Reza dan Fatih masih tertegun dengan ucapan Rani, Rani sudah berlalu pergi meninggalkan tempat mereka dan menuju ruang di sebelahnya.


Tiba disana, Rani perlahan membuka pintu ruangan pengap itu. Pertama kali yang dilihat Rani adalah Papa Rustam yang sudah sadar dari tidurnya.


Sementara Mama Nia masih memejamkan matanya saat mendengar suara derap langkah kaki.


''Sudah bangun?'' tanya Rani dengan tersenyum menatap Papa Rustam.


''Kamu?!'' pekik Papa Rustam.


''Ya, ini aku! Rani! Aisyahrani binti Muhammad Alamsyah! Masih belum jelas?!''


''Cih! Beraninya main keroyokan rupanya!'' cibir Papa Rustam pada Rani.


''Memangnya kenapa jika aku main keroyokan?! Bukannya dulu Pakde dan Bude juga sama ya, ketika ingin membunuh kedua orang tuaku?!''


Deg!


Mama Nia membuka kedua matanya. Ia menatap datar pada Rani. ''Sudah bangun Bude? Bagaimana dengan hadiah ku? Suka?''


''Aku akan mengutuk mu karena telah berani menyekap kedua orang tua suamimu sekaligus masih saudara dengan ayah mu! Tega sekali kau Rani!'' ucap Mama Nia dengan datar dan terkesan begitu dingin.


''Hahaha.. aku? Dikutuk oleh mu? Yang benar saja bude Nia! Yang ada, aku yang akan mengutuk mu! Kau bilang apa tadi? Kedua orang tua suamiku? Yang mana? Dan kapan aku menikah dengan putra mu?!''


''Dasar pembawa sial!''


''Hahaha.. bukan aku Bude! Tapi kau yang membawa sial di dalam keluarga mu! Karena otak kotor mu itulah kedua orang tuaku mati! Kalian membunuhnya! Dan aku bukanlah saudara kalian berdua! Kau tua Bangka bangkotan!'' tunjuk Rani pada Papa Rustam. Mata tuanya itu melotot menatap Rani. ''Kau bukanlah saudara kandung ayahku! Jika benar kau saudara kandung Ayahku, maka kau tidak akan membunuh nya hanya karena harta dan dalihan jika Kakek dan Nenek dulunya lebih menyayangi kedua orang tuaku!''


''Kalian berdua itu serakah dan tamak akan harta!'' tukas Rani berapi-api.


Reza dan Fatih yang mendengar suara lantang Rani terkejut. ''Za... itu Rani??''


''Hem.. kayak nya Rani sedang menjalankan aksinya. Haishhh.. kenapa pula aku masih di dalam kurung gini sih?! Kalau dibuka kan lumayan bisa nonton pertunjukan gratis?''


''Sebentar, aku yang akan melepaskan kalian berdua!''


Ya, yang berbicara baru saja adalah Karin. Istri Al Fatih. Dengan segera Karin melepas tali ikatan di mulut karung itu dan membukanya.


''Haahhh... Alhamdulillah.. leganya nafasku! Sesak aku di dalam sini! Mana bau kencing kucing lagi!'' sungut Fatih.


Reza tertawa di dalam karung yang masih berusaha di buka oleh Karin. ''Hahaha.. nasib kamu Bang! Punya aku wangi loh karung nya? Barangkali Rani tau, jika aku ini suaminya! Jadi karungnya pun istimewa...'' ledek Reza pada Fatih masih di dalam karung itu.


''Ck! diam napa?! Payah ini lepasin nya! Kuat banget ikatan tali nya!'' gerutu Karin.


Sedangkan Fatih tertawa terbahak-bahak. ''Buahahaha... lihat Reza! Istri kesayangan mu itu! Dia sengaja memberi mu karung wangi, tapi tidak dengan ikatannya! haha.. engap-engal dah tuh.. hahaha..''


''Ihh.. berisik! bantuin! Jangan tertawa aja yang dibesarin! Ayo ah!''


''Hahaha... rasain! emang enak dimarahin istri? hahaha...'' gantian Reza pula yang tertawa.


Suara gelak tawa Reza dan Fatih terdengar ke telinga ke tiga orang itu. ''Ck! Kak Karin! Aku belum puas menyiksa mereka! Kamu udah lepasin aja!'' ketus Rani.


Rani mendelik pada Papa Rustam dan Mama Nia. ''Ck! Apa lihat-lihat!'' sentak Rani.


Membuat dua orang yang sedang melamun itu terjingkat kaget. Sedangkan Reza dan Fatih disana sakit perut karena tertawa.


''Ck! Dasar suami dan saudara ipar Luk nat! Tunggu aja kalian berdua! Akan ku potong pusaka kalian dan ku berikan pada buaya yang ada di balik gudang ini! Tunggu saja!'' Ketus Rani lagi.


Reza dan Fatih terdiam mendengar ucapan Rani. Mereka berdua saling pandang. Sedang Karin terkikik geli di sofa ujung sana.


''Tertawalah kalian sebelum tertawa itu dilarang! Tertawa diatas penderitaan orang lain! Itu yang dulu pernah kalian lakukan kepada ayah dan ibuku! Dan hari ini.. aku akan membalas perbuatan kalian berdua kepada kedua orang tuaku! Aku akan membunuh kalian berdua seperti kalian membunuh kedua orang tuaku dulu!''


Deg!


Deg!


💕💕💕💕


Maafkan jika kemarin othor nggak update, maklum jika udah nagih membaca jadi malas update punya sendiri 🤣🤣🤣🤣