Janda Kembang

Janda Kembang
Bab 139


Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Zidan. Hari ini adalah hari dimana dirinya akan membuat banyak orang bungkam telah meremehkan sang istri, Zidan dengan bangga memperkenalkan mantan janda kembang yang satu ini kepada awak media.


Zidan dan Zakia sengaja memberi kabar bahwa akan melangsungkan resepsinya setelah acara tujuh bulanan kakak iparnya. Sontak saja kabar itu membuat beberapa media baik luar negeri maupun dalam negeri dibuat heboh. Bahkan Zidan menjadi orang dalam pencarian pertama selama dua belas jam penuh.


Para awak media bertanya-tanya dengan siapa Zidan akan melangsungkan acaranya. Karena Zidan hanya memberi kabar tanpa menyebutkan siapa pendampingnya. Sehingga membuat asumsi publik kini makin simpang siur. Ada yang menyangka jika Zidan sudah menikah dengan Dinda. Adapula yang menyanggah bahwa Zidan sudah menikah dengan Zakia. Hingga tak jarang perang anatar netizen terjadi di kolom komentar.


Sedangkan yang menjadi pembicaraan hangat di luar sana, kini masih bergelung apik dibawah selimut tebal hotel itu. Ya, setelah acara tujuh bulanan Danis semalam, mereka berdua langsung menuju hotel tempat acara mereka akan dilangsungkan. Zakia masih kekeh ingin turun tangan langsung untuk mengarahkan apa yang dia inginkan.


Seperti saat ini contohnya. Disaat sang suami masih terlelap, Zakia sudah sibuk mondar-mandir di ballroom hotel bersama tim yang mengurusi acaranya. Bahkan Zakia ikut terjun langsung menata apa saja yang menurutnya bisa dirinya lakukan. Harusnya dekor dan lainnya sudah selesai H-1 acara, namun karena sang pemilik acara ingin terjun langsung membuat tim WO hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Zakia. Mereka tidak heran dengan nona muda yang satu ini. Nama Zakia cukup terkenal di tempat kerjanya.


"Gak heran usaha bos kita banyak yang minat" Decak kagum salah satu karyawan WO yang mengurusi acara Zakia.


"Backingannya Mbak Kia gak main-main idenya" Jawab satunya lagi.


"Fresh banget liatnya, padahal ini juga ada campur tangan kita yang nata" Mereka masih menatap takjub dengan hasil yang notabennya mereka juga yang mengerjakan.


"Gak heran kalau banyak pecinta k-pop pake jasa WO ini, wedding dream impian bisa diwujudtin soalnya"


"Pantes bu bos sering bilang, adanya Mbak Kia itu berkah"


Sedangkan orang yang dibicarakan kini tengah serius di tempat penukaran souvenir. Zakia mengawasi anak buahnya yang pernah dia bawa saat pernikahan Alesha, yang kini sedang menata kalung berlian itu. Zakia dengan wajah serius tanpa make-upnya terlihat seperti anak kecil saat ini.


Zakia tak melakukan perawatan-perawatan layaknya pengantin lainnya. Dirinya menolak dengan alasan malas pada keluarganya, Zakia wanita yang tidak bisa diam itu harus duduk menerima perawatan diri? Itu sebuah mimpi buruk baginya.


"Wow" Zakia menoleh ke arah seseorang yang berbicara.


"Waalaikumsalam" Alih-alih menyambutnya dengan baik, Zakia malah mendelik ke arah pemilik suara membuatnya terkekeh dengan tingkah menggemaskan Zakia.


"Assalamualaikum cantiknya Mbak" Sapanya dengan lembut, dia adalah Dian, pemilik WO yang sering Zakia gunakan jasanya sekaligus salah satu teman k-popnya.


"Waalaikumsalam" Jawabnya dengan melembutkan nada bicaranya, namun matanya masih fokus menatap anak buahnya.


"Kenapa kamu disini? Harusnya kamu perawatan Kia" Seru Dian.


"Kia malas" Jawabnya singkat. Dian hanya bisa menggeleng kepala melihat tingkah Zakia yang sudah dirinya hafal betul.


"Bagaimana? Masih ada yang kurang atau? " Tanya Dian namun sudah di potong oleh Zakia.


"Untuk logo BTS yang disana bisa kasih lampu LED gak eonni? " Zakia mengalihkan tatapannya pada logo BTS yang terpasang di beberapa sudut.


"Bisa kok, Mbak suruh mereka pasang dulu" Dian langsung melangkahkan kakinya menuju para anak buahnya untuk menuruti kemauan Zakia.


Dian yang notabene nya adalah pemilik WO itu bahkan tidak turun tangan secara langsung. Karena acara ini benar-benar diambil alih oleh Zakia. Dian lagi-lagi harus berdecak kagum dengan hasil pemikiran mantan janda kembang itu, beberapa kali Zakia mengambil alih pekerjaannya. Maka berulang kali juga dirinya berdecak kagum akan hasil tangan ajaib dan otak pintarnya itu.


Dengan tema purple world impiannya, Zakia benar-benar mewujudkan wedding dream impiannya. Dekor tempat pelaminannya pun berlatar logo idol kesayangannya itu. Terlihat sederhana namun mewah dan elegan secara bersamaan.


"Kia ini beneran berlian kan? " Tanya Dian dengan mata melotot.


"Jangan bohong Zakia" Pekik Dian tertahan. Zakia tak menanggapi lagi, dirinya masih fokus dengan apa yang dikerjakan.


Dian berpikir ulang, ini memang benar-benar berlian bukan imitasi seperti apa yang Zakia katakan. Dirinya menarik napas dingin, sekaya apa sebenarnya Zakia dan suaminya itu, hingga dengan mudahnya memberikan sebuah berlian sebagai souvenir pernikahan. Dian semakin melotot saat mengingat jika souvenir pernikahan kakak Zakia juga menggunakan berlian.


"Okay, finish" Seru Zakia setelah menyelesaikan kegiatannya.


"Sayang? " Suara bariton yang memanggilnya dengan lembut itu adalah suaminya. Zakia menampilkan senyum manis nya menyambut sang suami yang terlihat segar, sepertinya Zidan baru saja selesai mandi.


Zakia menghampiri Zidan dan langsung memeluknya, entah mengapa Zakia ingin sekali memeluk laki-laki yang berstatus suaminya itu.


"Sudah sarapan? " Tanya membalas apa yang di lakukan istrinya.


"Nungguin Mas" Jawabnya singkat, dirinya masih asik menduselkan wajahnya di dada bidang Zidan.


"Ayo sarapan dulu, mau makan apa sayang? " Zidan terpaksa menghitung kegiatan istrinya saat mendengar jawaban jika sang istri menunggu dirinya untuk sarapan.


"Pengen soto sih, tapi masa iya ada soto di hotel ini? " Jawabannya membuat yang mendengar hanya melongo tak percaya. Indonesia sekali lidah Zakia ini.


"Pesen online aja ya, gak mungkin kalau kita keluar sendiri. Takutnya kejebak macet, kamunya juga takut kecapekan sayang" Zidan mengelus lembut kepala sang istri.


"Terserah Mas aja deh, Kia mau soto ayam. Ini Mas atau Kia yang pesen? " Tanya Zakia sudah siap dengan ponsel di tangannya.


"Mas aja yang pesen" Zidan langsung mengambil ponselnya dan membuka aplikasi untuk memesan kemauan sang istri.


"Mas, jangan lupa puding coklat"


"Iya sayang" Jawabnya, setelah menyelesaikan tugasnya. Zidan langsung menatap sekitar, hasil otak cantik sang istri memang bukan main. Tak hanya para karyawan WO, bahkan Zidan sendiri juga berulang kali merasa takjub dengan hasil pemikiran mantan janda kembang yang satu ini.


"Sayang, Gabby sama yang lain kenapa gak langsung nginep disini? " Tanya Zidan sambil menatap Zakia yang tampak fokus dengan ponselnya.


"Kenapa Mas? " Zakia mendongak dan menatap Zidan. Ponselnya langsung dirinya masukkan ke dalam saku gamis yang dirinya pakai saat ini.


"Gabby kenapa gak nginep disini? " Ulang Zidan, dirinya tak marah, justru dirinya merasa bersyukur karena Zakia langsung meletakkan ponselnya ketika dirinya bertanya.


"Gabby kan punya apartemen disini, Mas. Gabby lebih suka pulang ke tempat sendiri daripada harus menginap di hotel" Jelas Zakia.


"Gama ikut kan? "


"Ikut, dengan tunangannya. Gabby juga dengan calon tunangannya"


"Mom and Dad? "


"Juga sudah disini. Mereka masih beristirahat di apartemen Gabby"