Janda Kembang

Janda Kembang
Di sekap


Setelah meletakkan dua orang pria paruh baya itu, Aldi dengan segera mengendarai mobil pick up yang berisikan Papa Rustam dan Mama Nia.


Sedangkan Rani ia sedang menyuruh seseorang membongkar semua isi lemari yang dikira penting dan cukup untuk keluarga besar Rustamsyah.


Semua berkas-berkas penting sudah ia kumpulkan. Hingga memenuhi satu box yang ia bawa dari tempat nya. Seluruh isi rumah itu ia kosongkan.


Termasuk pakaian, lemari, ranjang, sofa, hiasan dinding dan segala macamnya Rani keluarkan.


Hingga empat buah truk untuk mengangkut isi perabot rumah itu. Rani menggeleng kan kepalanya saat melihat begitu banyak isi rumah itu dari semenjak ayah nya hidup. Begitu kata Paman Ali.


Setelah semuanya selesai, dengan segera Rani memerintah kan supir buldozer untuk meratakan rumah itu dengan tanah.


''Hancurkan!'' titah Rani.


''Baik Nyonya!'' sahut supir buldozer itu. Para tetangga berhamburan keluar melihat rumah keluarga besar Rustamsyah hancur rata dengan tanah.


Rani berjalan santai melewati mereka semua. Mereka melongo melihat pembongkaran itu. Kasak kusuk tak enak pun keluar dari mulut para tetangga mereka. Tapi Rani tidak ambil pusing.


Ia berlalu melewati kerumunan orang-orang itu. ''Sudah selesai?'' tanya Paman Ali.


''Sudah Paman! Ayo kita pulang! Aku harus menjemput suami tercintaku dan juga saudara lak Nat nya! yang memberikan ide untuk membunuhku! huh! Ayo! aku ingin tau seperti apa reaksi mereka. Pasti saat ini mereka sangat shock jika sedang berada dalam gudang dan di bungkus karung!'' ujar Rani dengan tertawa ngakak.


Paman Ali pun ikut tertawa bersama nya. Ya, Rani sudah mengetahui semua rencana Reza dari Paman Ali.


Semua itu ternyata Reza lakukan untuk menghukum kedua orang tuanya yang telah tega membunuh kedua orang tua Rani karena harta.


Dengan sengaja ia menjebak Rani, mengikuti permainan nya. Dan ternyata, Rani benar-benar dijebak.


Dan sekarang ia ingin membalas suami sah secara hukum nya itu. Paman Ali terpaksa membongkar semua rahasia Reza pada Rani. Karena Rani mengancam, akan bunuh diri jika Paman Ali tidak mau menceritakan nya.


***


Satu jam kemudian.


Rani dan paman Ali tiba di gudang pupuk milik keluarga Rani jaman dulu. Gudang pupuk yang dilengkapi dengan kamera pengawas dan gudang bawah tanahnya.


''Ayo, Paman! Pasti si sialan dan Kutu kupret itu sudah bangun! Begitu juga dengan Mak labu itu!'' ketus Rani.


Paman Ali terkekeh. Ia melihat Rani sedang kesal dengan ketiga saudara sepupunya itu. Dengan segera mereka melangkah kaki menuju ruang penyekapan dua orang yang di dalam karung itu.


Sementara itu, Reza mengerjabkan matanya saat terasa jika nafasnya sangat sulit untuk ia hirup.


Sebelum menemui Reza dan Fatih, terlebih dahulu Rani menemui Karin yang ia letakkan di kamar sebelah. Tempat dimana almarhum ayah Alam sering menginap jika sedang ke gudang pupuk itu.


Rani mendekati Karin dan mengusap lembut pipi halusnya. Karin mengerjabkan matanya.


Klep, klep.


''Eemmhh.. dimana ini?'' tanya Karin dengan suara seraknya.


''Sudah bangun kakak ipar?''


Deg!


Suara lembut Rani menyadarkan nya dari tidur sebentar.


Klep!


Mata Karin terbuka lebar. Mata itu melotot melihat Rani. Rani terkekeh geli melihat Karin yang terkejut melihat nya.


''Ra-rani!!''


''Hehehe.. iya kak, ini aku Rani!'' sahut Rani dengan tersenyum lembut menatap Karin.


Mata Karin memanas, dengan segera ia memeluk Rani. ''Hiks, maaf.. Kakak pikir kamu sudah tiada di dalam mobil yang meledak itu...''


Rani tertawa sambil memeluk Karin. ''Itu bukan Rani, Kak! Tak ada siapapun dalam mobil itu! Rani sudah tau semuanya! Dan sekarang waktunya Rani balas dendam!'' tukas Rani dengan nada dibuat sedatar mungkin.


Karin mengurai pelukan mereka. ''Maksud kamu?''


Rani tersenyum smirk. ''Tunggu saja! Sebentar lagi mereka pasti akan mengamuk di sana! Tapi aku tidak bisa membalasmu Kak Karin! Karena ada keponakan kecil ku di dalam perut mu ini. Jadi kamu tetap disini saja, ya?'' imbuh Rani dengan segera ia bangkit dan berjalan keluar kamar itu.


''Tunggu Dek! Apa maksud mu dengan balas dendam? Kau salah paham Dek! Bukan mereka pelakunya! Mereka berdua hanya ingin menolongmu! Jangan apa-apa kan mereka Dek! Kamu akan menyesal nantinya-,''


Rani tertawa namun sinis. ''Kita lihat saja! Aku ingin membalas dua kutu kupret itu! Kamu disini saja, Kak! Aku tidak akan lama! Jangan membantah!''


Mulut Karin yang ingin berbicara tidak jadi, karena mendengar ucapan Rani tadi.


TBC