Janda Kembang

Janda Kembang
Kemarahan Fatih


Rani masih saja bergerak gelisah. Ia bingung bagaimana caranya ingin melepaskan diri dari pemuda yang tidak di kenalnya ini.


Semakin Rani berusaha semakin kuat pula cengkraman nya. Rani ingin menangis, takut nanti ada salah satu keluarga mereka yang melihat nya berpelukan dengan pemuda lain, itu akan menimbulkan huru hara.


Di kejauhan sana, terlihat seseorang sedang tersenyum smirk. Ia menatap Rani dengan senyum sianida di bibirnya.


''Anto! sudah cukup!" ucapnya pada seseorang diluar mobil mereka.


"Baik tuan!" sahutnya, kemudian ia menelpon seseorang dan mengangguk.


"Ayo! kita pergi dari sini!" imbuhnya, sembari menutup kaca mobil dan tertawa mengejek disana.


"Rasakan! kamu mencoba ingin mengambil putraku dari kami?? Siapa kau berani merebut Fatih dari keluarga nya?! heh?! jangan kan kau gadis sial! Ayah mu saja bisa aku bunuh! tanpa mereka tahu jika aku adalah pembunuhnya! hahaha..." gelak tawa di dalam mobil menambah seram nya suasana.


Sedangkan seseorang disana setelah mendapatkan kode dari orang suruhannya, ia melepas Rani dan berlalu begitu saja.


"Alhamdulillah.. tapi.. mengapa ia melepas ku begitu saja ya??" gumam Rani sembari melangkah kan kakinya terburu-buru meninggalkan pasar itu.


Rani bernafas lega, karena pemuda itu tidak mengikutinya lagi. ''Kira-kira siapa ya pemuda itu?? mengapa ia memelukku begitu erat tadi?? aneh!'' gumam nya dengan terus berjalan.


Hingga terlihat seseorang disana sedang melambaikan tangannya pada Rani. Rani mengenali lelaki paruh baya itu. Ia berlari-lari kecil mendekati lelaki itu.


Kemudian ia menaiki motor dan meninggalkan pasar itu, karena waktu sudah menunjukkan tengah hari.


Sedangkan dirumah keluarga Rustamsyah, Fatih sedang mengamuk. Ia sangat marah kepada Rani.


"Sialaaaann... kau perempuan siaaalllll... menyesal aku menikah dengan mu!!! Aaaakkkhhhh... sial! sial sial! aaaakkkhhhh...." teriaknya hingga menggelegar satu rumah.


Pak sopir yang mendengar nya jadi panik.


"Aduhhh... kenapa tadi aku ikutin omongan nyai menir sih?! ini gimana coba?! Mana Rani belum kembali lagi! aduuhhh.. apakah si Damin belum jumpa dengan Neng Rani... ya Allah.. lindungilah Rani di mana pun ia berada.." lirih pak sopir.


Sedangkan wanita paruh baya itu sesekali tersenyum tipis melihat reaksi Fatih. Ia sengaja diam, menunggu sang tersangka pulang untuk segera di adili.


"Sudahlah Fatih.. tunggu saja istri mu pulang! Mama juga tidak menyangka jika dia tega berbuat seperti ini.. padahal tadi mama menyuruhnya kepasar untuk berbelanja.. nggak taunya dia selingkuh! maafkan Mama, Nak.." lirih wanita tua bermuka dua itu.


"Aku nggak nyangka aja Ma.. Rani yang selama ini ku kenal bisa berbuat seperti itu!! kurang apa aku padanya .. aku rela menikahinya asalkan dirinya tidak menderita dan selalu di ejek oleh orang!! Tak ku sangka, racun di balas tuba!! sial!!" umpatnya lagi.


Fatih semakin gusar menunggu Rani yang tidak pulang-pulang. Wanita tua itu tersenyum smirk.


Yes! rencana ku berhasil! nggak sia-sia aku menyewa orang untuk meneruskan niat ku ini! heh?! tunggu saja kau gadis sial! Anakku akan segera menceraikan mu!! hahaha..


Wanita tua itu tertawa di dalam hati. Sedangkan diluar wajahnya terlihat begitu sendu.


Cih! dasar wanita bermuka dua! gumam seseorang dibalik pilar. Ia mengepalkan tangannya begitu erat.


Satu jam kemudian.


Rani tiba di rumahnya dengan raut begitu lelah. Sedari pagi belum sarapan sudah disuruh belanja ke pasar.


Saking senangnya Rani, gadis itu hingga lupa akan sarapan pagi. Perutnya begitu perih. Terasa lapar. Buliran keringat mengalir di dahinya.


Kakinya melangkah masuk ke dalam rumah. Di depan pintu ia bertemu dengan Pak supir. Pak supir terlihat dari wajahnya begitu sendu ketika menatap Rani.


''Neng.. maafkan Bapak...'' lirihnya


Sedangkan Rani hanya membalas nya dengan tersenyum. Ia melewati Pak supir begitu saja. Ketika ia masuk ke dalam, pandangan matanya bertemu dengan Fatih.


Deg.


''Assalamualaikum Bang... Abang udah pulang??'' tanya nya sembari mendekati Fatih yang berdiri dengan rahang mengeras.


Tangannya terkepal erat. Wajahnya berubah menjadi dingin. Rani yang melihatnya heran. Ada apa? pikirnya.


Hingga Rani terhuyung ke samping. Rani menoleh Fatih yang juga tengah menatapnya dengan raut wajah memerah menahan marah.


''Bang...''


''Cih! tahu pulang juga kamu?! Apakah setelah puas bermain dengan pria lain, baru kau pulang kerumah ini lagi?? Dasar! perempuan pembawa sial!!'' umpat Fatih.


Rani terkejut. ''Bang!'' serunya.


''Apa?? Nggak suka aku sebut kau perempuan pembawa sial? heh?! Sudah puas kau bermain dengan selingkuhan mu itu?? Sekarang kau pulang?! haha.. tak tau malu! tak tau di untung! menyesal aku menikah dengan mu!'' tunjuk nya di wajah Rani.


Rani mematung mendengar ucapan Fatih. Begitu sakit hatinya saat mendengar Fatih menghina dirinya.


''Apa maksud mu Bang! Kapan aku berselingkuh?? Dengan siapa?? Sedangkan aku saja baru pulang dari pasar?? Kamu kan tau jika aku tidak memiliki lelaki manapun di hidup ku selain kau, Bang!!'' seru Rani.


Fatih terkekeh sumbang. ''Aku?? kapan aku menikah denganmu?? Aku tidak pernah merasa menikah dengan wanita pembawa sial seperti mu!! aku menyesal menikah dengan mu Rani! Sudah untung kau, ku pungut dari keluarga mu yang gila itu?! Kalau bukan aku yang menikahimu, tak akan ada lelaki yang akan menikah dengan perempuan yang terlahir dari wanita gila!!!'' teriak Fatih begitu lantang hingga bergema ke seluruh ruangan.


Deg.


Deg.


Rani tersentak dengan ucapan Fatih. Tangannya mengepal erat. Emosi nya sudah mencapai ubun-ubun. Dengan bibir bergetar Rani menyahuti ucapan tak berperasaan dari suami nya itu.


''Apa?? apa ku bilang!? Aku terlahir dari wanita gila?! Jika kau memang tidak menginginkan menikah denganku! mengapa kau datang ke pada wanita gila itu untuk melamar ku, hah?! Kau jahat Bang?! Aku tak memaksa mu untuk menikahiku!!!'' teriak Rani dengan lantang.


Fatih terkejut, tanpa sadar tangan nya melayang menyentuh pipi Rani.


Plaakk


''Dasar gadis tidak tau di untung! sudah bagus aku menerima mu! malah kau berbuat serong di belakang ku! kau pikir, ada lelaki yang mau menerima mu terlahir dari seorang wanita gila hah?! nggak ada Rani.. nggak ada!! Yang ada itu cuma aku! baru dua hari aku menikahimu, tapi lihatlah kelakuan mu! sudah seperti j****g diluar sana! dengan murahnya, kau menjual tubuhmu padanya! dasar gadis pembawa sial! menyesal aku menikah denganmu!!'' pekiknya lantang.


Hancur sudah hatinya, luruh sudah harapan nya untuk membina keluarga dengan Fatih. Padahal baru tadi pagi ia mencoba menerima kenyataan, jika dirinya baru saja menikah dengan pemuda yang tidak ia cintai sama sekali.


Fatih masih marah. Nafasnya memburu naik turun. Saking kesal nya ia pada Rani. Ia terpaksa mengeluarkan kata keramat yang membuat Rani hancur seketika.


''Dasar tidak berguna! Bukan nya menyenangkan hati suami malah bermain serong di belakang nya! Sungguh wanita tidak tahu malu! Sudah cukup aku melihat tingkah mu!'' ucapnya begitu marah.


Ia menahan nafasnya sejenak, kemudian melanjutkan lagi perkataan nya.


''Mulai sekarang! aku haramkan kau untuk menyentuh tubuhku! serta berpijak dirumah ku! mulai hari ini kau bukanlah istriku lagi! aku talak kau dengan talak tiga!!'' serunya lantang.


Ddddduuuaaarrrr..


Suara petir menggelegar di luar rumah mereka. Seakan menjawab semua ucapan Fatih.


Rani tersentak, hancur seketika. Hatinya hancur berkeping-keping. Luruh sudah dunia nya. Orang yang di harap kan bisa menjadi imamnya malah menceraikan nya tepat dua hari setelah pernikahan nya.


Rani tergugu. Hatinya begitu sakit dan sesak. Siapa sangka jika hari ini adalah hari terakhir ia di rumah itu.


Kebersamaan yang baru saja di bangun olehnya kini hancur sudah. Hancur tak berbentuk.


Rani jatuh sejatuhnya di hadapan Fatih.


Flashback off.


💕


Gimana?? masih mau lanjut??


Like dan komen!


TBC