Janda Kembang

Janda Kembang
Terpaksa


''Menikah, atau Ibu mu itu yang akan-''


''Jangan!! Baik! Saya akan menikahi putri Paman Harun! Tapi saya punya syarat untuk kalian semua!'' tegas Reza.


''Heleh! Syarat-syarat segala!'' ketus Mama Nia.


''Mau atau tidak itu terserah kalian semua!'' tegasnya lagi.


''Baik! Sebutkan apa yang menjadi syarat mu?'' tanya Papa Rustam.


''Syarat pertama, kalian berdua jangan pernah mengganggu Ibu Saras yang masih dalam masa pengobatan. Kedua, kalian berdua harus mengembalikan harta milik Rani sekarang juga! Lengkap dengan surat palsu kalian itu! Ketiga, saya akan menikahi Karin dengan catatan jika setelah pulang ke Medan, saya akan menikahi Rani sah secara hukum dan agama. Keempat-''


''Mana bisa begitu?! Berarti Karin kamu jadikan istri siri?? Lalu, anak dari wanita gila itu kau jadikan istri sah mu? Begitu?!'' bantah Mama Nia.


Paman Harun dan Bibi Salima terdiam mendengar syarat dari Reza.


''Ingin mengikuti atau kalian tidak akan memiliki penerus sama sekali?'' tegas Reza lagi.


Papa Rustam menghela nafasnya. ''Oke, lanjutkan!''


''Papa!!''


''Diam lah Mama!!''


Reza tetap sama, datar tanpa ekspresi. Karin menatap Reza datar.


Berarti kamu menikahiku hanya untuk melahirkan penerus mu begitu?! Dan setelah anak itu lahir, kamu menginginkan Aisyahrani yang mengurusnya?? gumam Karin dalam hati.


Reza menoleh pada Karin. ''Jika kau tidak mau, lebih baik mundur! Karena aku pun tidak ingin menyakiti mu! Bukan kah selama ini kau tau jika aku menginginkan Rani yang menjadi istriku??'' tanya Reza dengan menatap Karin.


Karin terkejut. ''Tidak usah terkejut begitu! Aku tau apa yang ada dipikiran mu! Sekali lagi aku tegaskan! Jika kamu tidak mau, lebih baik mundur dari sekarang!'' tegas nya lagi.


''Tidak bisa!!'' pekik Mama Nia.


Paman Harun menghela nafasnya. ''Baik, kami menyetujui nya. Tapi setelah anak itu lahir, serahkan kepada Aisyahrani. Tapi sebagai gantinya Paman ingin kamu mengesahkan pernikahan kalian berdua. Karena Paman tau, Rani pastilah tidak akan mau menikah dengan mu hanya untuk mengurusi putra mu dan istrimu!''


Reza mengepalkan tangannya. Ia menatap dingin pada Paman Harun. ''Sekarang saya tanya, siapa yang memaksa saya untuk menikah dengan putri Anda?? Mama Nia? Papa Rustam? Atau Anda tuan dokter??''


Paman Harun terkejut dengan perkataan Reza begitu juga dengan Karin. Wajahnya pias sekarang.


''Aku tau jawabannya! Ingat ini! Walaupun saya menikahi putri Anda, tapi saya tidak akan pernah melupakan Rani. Walaupun kalian berdua berusaha menikahkan kami berdua dengan cara terpaksa seperti ini hingga nantinya saya memiliki keturunan, tapi itu tidak akan jadi masalah. Karena semua harta yang dimiliki oleh keluarga besar Rustamsyah ini adalah milik AISYAHRANI binti MUHAMMAD ALAMSYAH!! Dan sudah tertera di dalam surat wasiatnya! Surat itu sekarang berada ditangan ku! Dan itu bukti yang sah! kalian semua tidak akan mendapatkan sepeser pun dari harta milik Ayah Alam!''


Ddddduuuaaarrrr...


Bagai disambar petir di tengah malam buta. Papa Rustam dan Mama Nia terkejut bukan main.


Sedangkan Paman Harun menatap datar pada calon menantunya ini. Apalagi Karin, ia semakin ciut melihat Reza berbicara seperti itu.


Karin yang mendengar nya semakin takut terhadap Reza. Reza bukanlah orang biasa yang bisa ia kendalikan seperti keinginan Mama Nia dan Papa Rustam.


''Baik, aku setuju dengan semua syarat dari mu-''


''Belum selesai saya mengajukan syaratnya Karin!'' bantah Reza karena melihat Karin yang begitu semangat ingin menikah dengan nya. ''Apa tujuan mu ingin menikah dengan ku? Apakah sama seperti kedua orang tua ku??'' tanya Reza lagi pada Karin.


Karin tergugu mendengar pertanyaan Reza. Reza menatap datar pada Karin. Sedangkan seseorang di balik pilar, berdiri mematung karena mendengar perdebatan Reza dan kedua orang tuanya.


''Tidak bisa jawab?? Oke. Syarat yang ke empat, jika Karin sudah menikah dengan saya, maka Karin harus ikut kemana pun saya pergi! Saat saya sedang bekerja di kota Medan, jadi Karin harus ikut dengan saya!''


Mama Nia tersenyum smirk. ''Tapi tidak tinggal dirumah besar keluarga ALAMSYAH. Karena rumah besar itu hanya di peruntukkan untuk sang pewaris dan menantunya saja. Sedangkan aku dan Karin bukan siapa-siapa!'' senyum yang tadi ingin menekan Reza malah meredup berubah menjadi datar.


''Sudah habis??'' tanya Papa Rustam.


''Syarat yang terakhir! Setuju tidak setuju kalian berdua harus mengikuti syarat saya ini. Saya akan bawa Airin bersama saya ke kota Medan. Untuk bisa menemani Rani. Karena saya tidak bisa menemaninya karena kalian menginginkan cucu dari saya? Bukankah kami pengantin baru? Kami butuh privasi kan??'' ucap Reza dengan senyum mengejek di bibir nya.


''Airin!!!'' panggil Reza.


Airin terjingkat kaget di belakang pilar. ''Siapkan barang-barang mu! Besok lusa kita akan segera berangkat ke Medan. Untuk malam ini aku harus menemani istriku! Bukan kah begitu Karin??'' tanya Reza pada Karin, dengan tatapan yang entah seperti apa.


Karin menatap nanar pada Reza. Sedangkan Papa Rustam tidak bisa menolak keinginan Reza yang meminta Airin sebagai tawanan nya untuk dibawa ke kota Medan.


Mama Nia tertegun dengan perkataan Reza. Malam itu juga Karin dinikahi oleh Reza karena terpaksa secara siri.


Demi menyelamatkan nyawa Ibu Saras, Reza rela mengorbankan dirinya demi ke egoisan kedua orang tua nya.


Pernikahan itu akan dijalani selama setahun ke depan. Reza menatap nanar pemandangan yang ada diluar jendela kamarnya, sesaat setelah mengucap janji suci dengan Karin.


''Apa yang sebenarnya yang kau inginkan Karin??'' tanya Reza sembari menatap istri sirinya itu.


''Aku hanya ingin dirimu Za.. sudah sedari dulu aku menyukai mu. Tapi kamu selalu mengatakan jika Aisyahrani yang menjadi calon istrimu! Apakah aku tidak pantas menjadi istrimu Za??'' tanya Karin sembari berdiri di depan Reza.


''Bukan kamu tidak pantas, tapi aku yang tidak pantas bersanding dengan mu!'' Karin terkejut mendengar ucapan Reza.


Akankah Karin bisa bertahan dengan Reza? Ataukah memilih mundur??


Ikuti terus kelanjutannya!


💕


Ranah konflik hingga setahun ke depan. Perbanyak sabar ya!


TBC