Janda Kembang

Janda Kembang
Bukti


Hanya Reza yang bisa membuka kotak itu, karena apa??


Karena Reza adalah yang terpilih untuk membongkar semua kejahatan mereka.


Sedikit cerita tentang Reza.


Pada waktu Mama Nia hamil anak kedua, ia pernah terjatuh di sebuah tempat yang konon katanya, bisa mengetahui masa depan.


Saat itu, Mama Nia pergi berbelanja di temani Papa Rustam. Dengan perut yang masih rata, Mama Nia seolah-olah bisa berbuat apapun.


Ia meminta pada Papa Rustam untuk duduk dibelakang, biar Mama Nia yang mengemudikan motor nya.


Motor ya, bukan mobil. 😁😁


Pada saat itu, Mama Nia begitu semangat hingga tanpa sadar melindas sebuah lubang yang begitu lebar.


Saking kencangnya, Mama Nia jatuh hingga terpental kesebuah tempat yang dianggap sakral oleh penduduk sekitar.


Saat itu Papa Rustam, kakinya terkilir. Sedangkan Mama Nia tidak terjadi apapun padanya.


Padahal di kehamilan pertamanya, kandungan Mama Nia begitu lemah dan sulit untuk di pertahankan. Saat hamil nya Al Fatih.


Mama Nia di bantu oleh seorang juru kunci tempat itu. Saat menyentuh tangan Mama Nia, juru kunci itu terkejut.


Ia seperti melihat sebuah bayangan masa depan. Dimana anak keduanya ini memang ditakdirkan untuk bisa membuka tabir rahasia mereka.


Yang selama ini mereka simpan dengan rapat. Anak kedua Mama Nia adalah titisan dari yang maha kuasa, untuk membawa perubahan dalam silsilah keluarga mereka.


Melihat itu, juru kunci tersebut melepaskan Mama Nia. Dan membuat Mama Nia jatuh terduduk lagi.


Ia meringis menahan sakit di pantat nya. Tapi anehnya, tidak terjadi sesuatu apapun dengan kandungan nya itu.


Sempat kaget, namun setelah mendengar penjelasan dari juru kunci tempat itu, Mama Nia terdiam.


Berbeda dengan Papa Rustam. Ia tertawa hingga mengeluarkan air mata. Ia tak percaya dengan ucapan juru kunci tempat itu.


Papa Rustam membantah nya. Dan mengatakan jika itu hanya tahayyul. Mana ada yang seperti itu, katanya.


Setelah itu mereka pulang, hingga saat melahirkan Reza, Papa Rustam dibuat kaget. Karena Reza hanya mau keluar jika Ibu Saras yang menyambutnya.


Mama Nia yang saat itu sangat kesakitan memaksa Papa Rustam untuk memanggil ibu Saras adik ipar nya. Istri dari adik sepupunya, Alamsyah.


Dan setelah ia lahir pun, Reza hanya mau diurus oleh ibu Saras. Karena Reza tidak mau minum susu dari Mama Nia.


Terpaksa Papa Rustam membelikan Reza susu formula. Dan juga Ibu Saras pada saat itu baru saja menikah dengan Ayah Alam.


Bahkan baru saja menikah sebulan. Tapi entah mengapa, bayi yang dilahirkan Mama Nia sangat ingin bersama nya.


Hingga Reza beranjak umur tujuh tahun pun Reza masih bersama Ibu Saras. Maka dari itu, Papa Rustam berfikir, jika yang dikatakan oleh juru kunci itu benar adanya.


Oleh karena nya, Papa Rustam sengaja menahan Reza agar tidak pergi dari rumah itu. Ia tetap mengikat Reza.


Walau Reza sering pergi kerumah Ibu Saras. Papa Rustam, tetap menyuruh Reza untuk sesekali pulang kerumah mereka guna nya untuk terus di awasi kelakuan nya.


Itulah sedikit kisah Reza.


Reza. Pemuda yang terkenal dingin datar pada siapa saja, namun hangat pada setiap anggota keluarga nya.


Reza sangat pandai menutupi rasa dihatinya melalui wajah datar dan sifat humoris nya. Reza terkenal sangat humoris oleh anggota keluarga nya.


Padahal itu hanya kedok untuk menutupi sikap nya yang selama ini sedang mencari tau tentang apa yang terjadi pada masa lalu kedua orang tuanya.


Pemuda tampan tinggi nan jangkung itu, sangat bisa menguasai diri dari segala kondisi yang sedang terjadi.


Bahkan saat inipun, walau hati sedang gundah gulana, memikirkan Rani yang tidak percaya dengan perkataan nya.


Membuat Reza merubah raut wajah itu datar seketika. Agar wajah kekhawatiran nya itu tidak terlihat oleh Rani.


Liontin pertama ia letakkan pada nama Reza putra Alamsyah. Dan liontin kedua, ia letakkan pada nama Aisyah Rani putri Alamsyah.


Rani masih saja menatap apa yang Reza lakukan. Reza terus membuka kunci itu dengan cepat.


Rani yang melihatnya jadi bingung. Saat ia sedang melihat kearah Reza terdengar suara,


Klik!


Suara tombol kunci terbuka dari kotak yang sedang di pegang Reza. Reza membuka kotak itu lebar-lebar.


Terlihat disana banyak sekali map-nya. Dari warna hijau, merah, kuning dan coklat. Yang terakhir warna kuning ke emasan.


Warna keemasan itu sangat mencuri perhatian Rani. Ia mendekati Reza yang sedang sibuk membolak-balik map itu dan membacanya.


Reza membuka salah satu map, dan ternyata itu bukti dari USG Ibu Saras dua puluh tahun lalu. Masih tersimpan rapat.


Mulai dari kandungan Ibu Saras dua bulan, hingga lima bulan. Reza tersenyum melihat gambar berwarna hitam itu.


Terlihat seonggok daging disana. Sedangkan Rani masih sibuk melihat map yang berwarna keemasan itu.


Saat tangannya menyentuh map berwarna kuning ke emasan itu, Reza mencegahnya.


''Tunggu! ini bukti yang kamu cari! Sedangkan itu, bukti selanjutnya.'' cegah Reza saat tangan Rani menyentuh map itu.


Entah mengapa sedari tadi, mata dan hati Rani sangat ingin menyentuh map itu. Rani menurut saat tangan Reza menuntun nya untuk mengambil map yang ada ditangan Reza.


Rani menyentuh map itu dengan jantung yang berdetak kencang. Tangan nya sampai gemetaran ketika membuka map itu.


Pertama kali Rani melihat ketika map itu dibuka, disana terlihat empat buah gambar berwarna hitam yang menunjukan ada seonggok daging disana.


(Maaf ya.. jika fotonya nggak sesuai?? 😁😁)



''I-ini...'' tangan Rani semakin gemetar ketika melihat foto USG itu.


Reza tersenyum. ''Ya, itu kamu saat kamu masih dalam kandungan ibu.'' sahut Reza masih dengan tersenyum.


Rani menatap foto itu dengan tatapan yang entah seperti apa. Melihat Rani terdiam, Reza menyentuh lengan Rani agar ia bisa duduk.


''Sini! Duduk!'' titah Reza dengan menarik lembut tangan Rani.


''Kamu bertanya-tanya kan, apa benar bukti itu masih ada??'' ucap Reza sembari melihat Rani yang juga sedang melihatnya.


Rani mengangguk. ''Inilah bukti yang Abang bicarakan tadi dengan mu! Dan ini,'' tunjuk Reza pada map yang berwarna kuning keemasan.


Mata Rani semakin menatap map itu dengan rasa ingin tau yang begitu besar. Reza semakin tersenyum lebar saat melihat wajah Rani yang begitu penasaran dengan map yang begitu mencolok pandangan mata.



Gambar : Sumber Google. Tokopedia.


''Kenapa??'' tanya Reza melihat Rani yang begitu ingin menyentuh map itu.


''Jangan bilang jika ini...''


''Surat wasiat Ayah Alam!''


Deg.


💕


Kira-kira apa ya isi surat wasiat itu??