
Selesai dengan surat wasiat, kini berganti dengan surat yang ditujukan untuk Rani dan Reza.
Rani yang bingung memikirkan bukti seperti apa, akhirnya memilih mengalah. Karena pikirannya tak sampai hingga ke masa lalu kedua orang tuanya.
Rani membuka lembaran kedua pada map itu. Terlihat tulisan yang yang begitu rapi. Lengkap dengan tanggal serta tahunnya.
Juga sebuah foto Ayah Alam dan ibu Saras disana.
Maaf ya jika tidak sesuai? Susah euuy cari yang begitu mirip dengan orang nya! 😄😄
Rani mematung melihat foto yang ada di tangan nya. ''Ayah...'' lirih Rani.
Melihat itu Reza tersenyum tipis. ''Bukankah kamu selalu bertanya seperti apa rupa Ayah Alam dan juga berapa umurnya ketika meninggal dunia?? Ini dia jawabannya!'' imbuh Reza dengan sedikit menarik foto itu agar terlihat olehnya.
Reza tersenyum. ''Ini saat Ayah dan Ibu akan menikah, mereka berdua ingin memiliki kenang-kenangan. Maka dari itu, mereka berdua berfoto seperti itu.'' imbuh nya lagi.
Sedangkan Rani masih berdiam diri. Cukup lama, Rani menatap foto itu dalam diam. Setelah sadar, Rani segera membuka surat ayah Alam.
~ Teruntuk Putriku Tercinta Aisyahrani ~
''Assalamualaikum Putri ayah..''
''Jika kamu sudah membaca surat ini, berarti ayah sudah tidak ada lagi di dunia ini. Bukan mendahului Tuhan, tapi inilah yang akan terjadi. ''
''Sayangku.. kamu pasti sudah dewasa sekarang ini. Wajahmu pasti sangat cantik. Secantik ibumu.''
''Ayah rindu kamu Nak.. tapi apalah daya.. jika kamu belum terlahir kedunia ini saat Ayah menulis surat ini untuk mu dan untuk putra Ayah.''
''Reza.''
''Dengarkan Ayah sayang.. jika suatu saat kamu telah berhasil membuka kotak ini dan membaca surat ini.''
''Pertanda, jika kamu dan Reza telah bersatu. Pertanda jika kamu dan Reza kini sudah bersama.''
Deg.
''Ya... walaupun belum menikah.''
Reza terkekeh membaca bagian itu.
''Ayah punya keinginan Nak, jika kamu terlahir perempuan maka kamu akan Ayah jodohkan dengan Reza.''
''Tapi jika Fatih mau, itu pun tidak apa-apa. Yang penting putri ayah laku!''
Rani melototkan matanya.
Reza tergelak kencang. Rani memanyunkan bibirnya.
''Jangan manyun gitu bibirnya.. jelek loh.. masa' putri Alamsyah berubah jadi jelek??''
Lagi Reza tertawa. Rani semakin kesal. ''Ayah...'' rengek Rani. Padahal ia sedang baca tulisan tangan Ayah Alam.
Entah kenapa, Rani merasakan kehadiran Ayah Alam di dekatnya. Dan sekarang, sedang berbicara pada nya.
''Apa?? Hem?? Ingin apa??''
Rani mencebik kan bibir nya. Reza terkekeh geli.
''Sayang ku.. Ayah sengaja menjodohkan mu dengan Reza. Karena hanya dia yang bisa menjaga mu dari orang-orang yang akan menghancurkan mu.''
''Terima dia dengan sepenuh hati mu. Karena Ayah tau, jika Reza pemuda yang baik. Karena dialah Ayah bisa menulis surat ini untukmu.''
Reza tersenyum saja.
''Sayangku.. kamu jangan menolak permintaan Ayah ya, Nak?? Ayah ingin kalian menjalankan wasiat Ayah ini.''
''Dan untuk mu Reza.''
''Jaga Rani samampu mu! Lindungi Rani dari mereka yang akan memburunya. Lindungi Ibu mu juga. Karena ia juga sangat rapuh hati nya.''
Hiks, hiks, Rani terisak.
''Jangan menangis sayang.. memang seperti inilah jalan takdir yang harus kita lewati. Kamu harus tetap berada di dekat Reza.''
''Jangan jauh-jauh darinya. Karena Ayah tak menjamin jika kamu jauh darinya maka kamu akan selamat!''
''Percayalah, Ayah tau seperti apa sifat Reza dan seperti apa kelakuan nya. Walaupun wajahnya itu datar, tapi sebenarnya ia baik.''
''Ck!'' Reza berdecak. Rani terkekeh.
''Jangan marah pangeran Ayah.. ingat pesan Ayah ya. Kalian berdua sudah Ayah jodohkan semenjak kamu masih dalam kandungan ibumu Aisyahrani.''
''Jangan lari dari takdirmu! kau boleh merubah nasib mu. Tapi takdir mu sudah tergores bersama dengan Reza.''
''Karena Reza adalah perantara dari yang maha kuasa untuk jadi pelindung dan pembimbing pengganti Ayah.''
''Menikahlah dengannya. Jika sekarang kamu keberatan, tak apa. Tapi jika hatimu telah menerima wasiat Ayah ini, maka laksanakan.''
''Ini perintah!!''
''Ya sayang?? Kamu dengarkan apa kata Ayah??''
Rani mengangguk.
''Anak pintar! semoga kamu menjadi anak yang Sholeh, istri yang Sholehah, dan Ibu yang Sholehah untuk anak-mu kelak.''
''Jangan menangis! hapus air matamu! Berwudhu dan sholat lah! Doakan Ayah agar selalu tenang disisi Allah SWT.''
''Dan kelak, Ayah akan bertemu dengan kalian semua di surga Nya. Amiiin..''
''Segini saja ya Nak, surat dari ayah. Walaupun ayah tidak lagi bersama mu, tapi ayah sangat menyayangi mu.''
''Kehadiran mu yang selalu kami tunggu sebagai pelengkap didalam rumah tangga kami.''
Hidup dan mati itu sudah menjadi ketetapan Nak..
''Jaga diri baik-baik. Jaga ibumu! Patuhi perintah nya! Dan jangan tolak Reza. Terima dia dengan setulus hatimu.''
''Karena hanya dia yang bisa menggantikan posisi ayah di hidupmu.. Semoga kamu berbahagia sayang..''
'Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.'
...Tertanda...
...Muhammad Alamsyah...
Rani menangis sejadi-jadinya setelah membaca isi surat yang ditujukan untuk nya dan Rani.
💕
Tunggu Kelanjutannya!
TBC