Janda Kembang

Janda Kembang
Di buru sampai mati.


Pakde Rustamsyah tersenyum menyeringai melihat Rani dan Reza. "Ya, itu memanglah kami yang melakukan nya! atas perintah dari ibuku Nenek kamu Fatih. Semua yang Rani katakan itu benar adanya. Kami terpaksa harus membunuh Alam, Karena dia ingin melaporkan kami ke polisi atas pembunuhan kedua orang tuanya. Namun sebelum itu terjadi, entah apa yang terjadi pada ibuku, hingga ibuku pun tewas karena bunuh diri." imbuh Papa Rustam dengan mental kosong pada Reza dan Fatih.


Sementara Rani masih sesegukan di dalam pelukan Reza. Hatinya masih sakit saat ini. Begitu juga dengan Fatih, pemuda tampan itu jatuh terduduk karena fakta yang mengejutkan ia dengar dari mulut Rani.


Papa Rustam menyeringai melihat Rani semakin sesegukan dalam pelukan Reza saat ini.


"Karena kau sudah tau, berarti kalian berdua juga harus MATI!!! Sama seperti ketiga orang yang telah aku lenyapkan itu! Hahahaha..."


Deg!


Deg!


Suara tawa Papa Rustam menggelegar di seluruh ruangan sempit itu.


Dorrr!


Rani tersentak mendengar suara tembakan dari arah luar. Reza semakin erat memeluk Rani dan berbisik lirih di telinganya.


''Apakah ini juga salah satu rencana mu?'' nafas hangat Reza menyentuh Telinga Rani yang tertutup hijab.


Rani mematung. ''Bukan Bang! Rencana ku cuma yang itu! Mengambil bukti melalui rekaman yang ada di telinga kiri ku saat ini." lirih Rani sembari menunduk.


Reza semakin menggoda Rani dengan cara berbisik lagi di telinga Rani. "Pintar kamu ya! Sebaiknya kita kabur dengan segera dari sini. Jika kamu sudah menyiapkan semua rencana ini, pasti kamu juga punya rencana cadangan bukan?" bisik Reza lagi.


Membuat Rani menoleh, dan Cup. Kecupan singkat mampir di pipi Rani karena Reza sengaja mencuri nya agar mengalihkan perhatian kedua orang tua mereka.


Sementara Rani sedang melotot melihat Reza, Fatih dengan segera bangkit dan keluar ruangan karena kode dari Reza.


Dengan gontai pemuda tampan yang sebentar lagi menyandang status Ayah itu pergi ke arah pintu samping dan membuka pintu itu untuk keluar dari sana.


Dorr!


Dorr!!


Suara tembakan itu semakin mendekati ruangan mereka. Reza mengerling nakal dan mengedipkan mata nya kepada Rani.


''Musuh sayang!'' bisik Reza lagi.


Rani memutar mata malas. ''Iya!'' ketus Rani.


''Kenapa kalian berbisik seperti itu? Lihat lah Rani, para anggota sudah datang untuk menyerngmu! Karena akan menyusul keluarga mu itu! Hahaha..''


''Benarkah? Kau yakin jika itu pesuruh mu?'' pancing Rani lagi.


''Apa maksud mu? Kau takut? Kau ingin mengecoh ku begitu? Cih! Nggak mempan! Aku sudah tau taktik Mura Han mu Rani! Jangan bermain-main dengan ku! Jika kau berani, inilah yang akan terjadi! Kalian berdua akan mati disini! Hahaha..''


Ruangan itu semakin mencekam saat ini. Karena suara menyeramkan dari suara tawa yang tertawawa dari Papa Rustam.


Rani tersenyum tipis. Bahkan sangat tipis. Reza tau itu. Ia memperhatikan setiap gelagat Rani yang menurut nya selalu berhasil mengecoh nya.


''Sayang!'' bisik Reza.


''Silahkan jika kau bisa Pakde! aku sekarang berada dihadapan mu! Ayo, tunggu apalagi, panggil anak buahmu dengan segera mereka datang kesini!'' tantang Rani begitu santai.


Reza semakin mengernyitkan dahinya bingung. ''Sayang, musuh kita hampir masuk raungan ini loh..'' bisik Reza lagi.


Rani tak peduli. Ia tetap pada pendiriannya. Baru sebentar Reza mengatakan hal itu, pintu ruangan itu di dobrak secara paksa dari luar.


''Tangkap mereka!'' titah Papa Rustam.


Rani tersenyum lagi. Tersenyum smirk. Lagi, Reza semakin merinding melihat senyum tipis Rani semakin aneh menurut nya.


Menghanyutkan!


Ada beberapa orang sengaja menodongkan pi*tol mereka di kepala Rani dan Reza. Reza semakin khawatir. Namun Rani tetap tenang.


Ia masih butuh satu bukti lagi. Sedikit lagi. Rani tersenyum lagi. Lagi, membuat Reza bergidik ngeri.


''Hahaha.. kamu menyerahkan diri rupanya! Haha... tunggu saja. Kau pun akan mati sama seperti Ayahmu si Alam bodoh itu! Kau tau? Ayahmu sengaja aku bunuh dengan cara mensabotase mobil itu agar dikira kecelakaan. Padahal aku sudah memutuskan tali rem mobil itu agar blong! Dan Si Alam bodoh itu mati bersama dengan Saras! Wanita keras kepala yang menolak lamaran ku! Ia lebih memilih lelaki bodoh itu dibanding diriku! Jangan salahkan aku, jika dia juga aku lenyapkan dengan cara seperti itu! Hahaha..''


''Kejam kau Pakde Rustamsyah!'' pekik Rani pura-pura.


Padahal inilah yang di inginkan nya! Rani tertawa puas dalam hati. Sementara Reza semakin erat memegangi tubuh Rani.


Tubuh Rani begitu tenang saat ini. Tidak ketakutan sama sekali. Seperti biasanya. Lagi, Reza semakin di buat bingung dengan keadaan Rani saat ini.


''Kita kabur!'' bisik Reza begitu pelan di telinga Rani. Rani mengangguk pelan. Reza tersenyum.


''Satu, dua.. tiga! Lari!!'' pekik Reza.


Bukan nya lari, Rani malah berbalik dan menyemprotkan cairan merica dan cabe rawit yang sudah ia masukkan ke dalam botol minyak wangi.


Srrooottt..


Srrooottt..


Srrooottt..


''Aaarrgghhtt.. mataku!! pedas! panass!'' pekik seseorang yang matanya di semprot oleh Rani.


''Arrghhhtt... panass!!!''


''Arrghhhtt...''. suara pekikan sahut menyahut itu semakin banyak terdengar. Rani terkikik geli.


Reza melongo melihat tingkah Rani. ''Sekarang giliran Anda, Pakde Rustam!'' Rani berbalik dan segera menyemprotkan cairan merica dan air perasan cabe rawit itu ke mata mereka berdua.


Srrooottt..


''Arrghhhtt...''


Srrooottt...


''Aaarrgghhtt .. sialaaaannn.. matakuuu Papaaa!! Brengsek kau Rani!!! Main curang kau!!!'' pekik Mama Nia.


Dengan segera Rani berlari dan keluar di ikuti oleh Reza di belakang nya. Mereka berlari tanpa melihat apapun. Yang penting lari.


Sementara Rani kabur, Papa Rustam semakin mengamuk karena mata nya begitu perih saat ini.


''Wanita sialaaaannn!!! Brengsek kau Raniiiiii!!! Kejar di Sampai dapat! Buru kemanapun ia pergi! Jangan bairakn ia berlari jauh dari gudang ini!! aaarrgghhtt... sialaaaannn.. Brengsek!!'' segala umpatan ia tujukan untuk Rani.


Sedangkan yang dikejar lari sambil tertawa, hingga ia kakinya tersangkut akar pohon dan..


Brruaaak..


''Kejar mereka!! Buru sampai dapat! Jika dapat habisi sekalian! Dasar wanita sialaaaannn!! Gara-gara dia mataku hampir buta di buatnya! Awas kau sialaaaannn akan ku buru kau Sampai MATI!!!!''


Deg!


Deg!


💕💕💕💕


Sedikit lagi menuju end!


Pantengin terus ye!