IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
UCAPAN KASAR AALIFA


Tempat yang Akmal dan Cyra tuju adalah toko sparepart milik Akmal terlebih dahulu. Setelah mengambil beberapa berkas yang dia butuhkan. Akmal langsung mengajak Cyra menuju ke hotel yang sudah ia pesan tadi.


Sesampainya di hotel. Cyra merasa senang sekali. Ada rasa sensasi berbeda yang dia rasakan malam itu. Dan ketika makan malam pun Cyra mengajak Akmal untuk makan malam mewah di restoran hotel tersebut.


"Makanannya enak ya Sayang?" Cyra sambil menyuapi baby Zahwa.


"Bagaimana Sayang? Apakah Umi menyukai hotel yang Abu pilih?" tanya Akmal.


Cyra mengangguk. "Umi suka Abu. Benar-benar mewah dan berkelas. Tempatnya juga nyaman. Apalagi kita bisa melihat pemandangan kota dari atas sini."


Akmal tersenyum. "Alhamdulillah jika Umi merasa senang. Abu jadi ikut senang mendengarnya."


"Setelah ini. Umi ingin ke mana lagi? Abu siap mengantarkan Umi. Ke manapun yang Umi mau."


"Emm! Kita ke mall sebentar yuk!"


Akmal menunjukkan wajah keheranan. "Mall? Ok deh. Ayuk!"


Seperti ucapan Cyra. Selesai menikmati makan malam mewah di restoran hotel. Akmal mengantarkan Cyra dan baby Zahwa ke mall yang tidak jauh dari hotel tempat mereka menginap. Dengan baby Zahwa yang berada digendongan Akmal. Cyra merasa santai menikmati mall yang saat ini dia datangi bersama sang suami.


Tanpa Cyra dan Akmal sadari. Daritadi ada seseorang yang mengikuti mereka dari belakang. Namun orang yang mengikuti Akmal dan Cyra cuma hanya mengikuti saja tanpa mau menunjukkan mukanya.


Lelah berkeliling dan membeli beberapa baju untuk Cyra dan baby Zahwa. Sedangkan Akmal cuma membeli sepasang sandal. Akhirnya, keluarga kecil itu memutuskan untuk kembali pulang ke hotel tempat mereka menginap.


Ketika sudah sampai di hotel. Baby Zahwa sudah terlelap dalam tidurnya. Dan Akmal langsung menaruhnya di atas ranjang kamar dengan sangat hati-hati sekali. Selesai menidurkan baby Zahwa. Gantian Akmal yang masuk ke dalam kamar mandi untuk bersih-bersih badannya.


"Umi! Apakah Umi bawa obat sakit kepala?" tanya Akmal yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


Wajah Cyra terlihat khawatir. "Tidak Abu. Abu kenapa? Sakit?"


Akmal merebahkan badannya di ranjang samping Cyra sambil memijat pelipisnya dengan lembut. "Entahlah. Tiba-tiba kepala Abu rasanya pusing sekali. Dan perutnya rasanya seperti kembung."


Cyra langsung memijat kepala Akmal dengan penuh perhatian. "Maafkan Umi ya Abu. Pasti gara-gara Umi, Abu jadi kecapekan begini."


Sambil memejamkan matanya menikmati pijatan tangan Cyra. Akmal menjawabnya. "Tidak apa-apa Umi. Ini bukan salah Umi ko. Dari kemarin Abu sudah merasa tidak enak badan. Insyaallah nanti sehat kembali jika Abu buat istirahat."


"Sudah yuk! Kita tidur Umi. Sudah malam."


Cyra langsung merebahkan badannya. Lalu memeluk Akmal dengan mesra dan tidur dibawah satu selimut yang sama. Sedangkan baby Zahwa tidur di ranjang yang satunya lagi.


Pagi harinya. Akmal yang baru bangun tidur. Tiba-tiba langsung berlari menuju ke dalam kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya. Cyra yang terkejut mendengar Akmal muntah-muntah, segera menyusulnya ke dalam kamar mandi.


Dengan wajah yang sangat khawatir. Cyra langsung mendekati Akmal yang sedang berada di depan closet. "Abu kenapa? Kenapa sampai muntah-muntah begini?"


Cyra seperti ada rasa trauma tersendiri melihat Akmal muntah-muntah begitu. Sebab itu mengingatkannya dengan Mirza yang mempunyai penyakit mematikan.


Akmal cuma menggelengkan kepalanya sambil membasuh mulut dan mukanya dengan air yang mengalir.


"Rasanya perut Abu eneg sekali," ucap Akmal.


"Sudah jam lima pagi. Abu masih kuat berdiri untuk sholat?" tanya Cyra.


Akmal mengangguk. "Masih Umi."


"Ayo kita sholat subuh berjamaah dulu Abu."


Akmal mengangguk saja. Dan mereka berdua lalu menunaikan ibadah sholat subuh berjamaah sebelum melakukan rutinitas pagi mereka.


"Kita pulang saja ya Abu? Umi tidak tega melihat Abu sakit begini," ucap Cyra selesai sholat subuh.


Akmal menganggukkan kepalanya lagi. "Iya baiklah. Tapi nanti kita mampir ke taman dulu yuk Umi. Kita cari bubur ayam dan menikmati suasana pagi di sana."


Cyra tersenyum. "Iya baiklah."


Setelah selesai check out kepada petugas resepsionis hotel. Akmal dan Cyra langsung mencari penjual bubur ayam. Akmal dan Cyra tidak malu membeli bahkan memakan bubur ayam yang ada dipinggir jalan.


Tubuh Akmal sedikit lebih baik setelah memakan bubur ayam tersebut. Dan selesai menikmati bubur ayam itu. Akmal dan Cyra pergi ke taman kota untuk menikmati udara pagi yang masih sangat sejuk sekali.


Cyra mengangguk. "Boleh."


Akmal tersenyum. "Baiklah. Tunggu di sini dulu ya Sayang."


Cyra cuma tersenyum dan mengangguk saja kepada Akmal. Akmal lalu beranjak berdiri menuju ke penjual jajanan di pinggir jalan itu. Baru saja Akmal pergi. Tiba-tiba Cyra dikejutkan oleh seseorang yang berdiri di depannya sambil mengatakan kata-kata kasar kepadanya.


"Dasar wanita murahan!" orang itu berucap cukup keras. Hingga mengalihkan pandangan semua orang yang ada di taman.


"Nona Aalifa!" walau Cyra memakai niqab. Tapi matanya terlihat benar-benar sangat terkejut sekali.


Yaps! Orang tersebut adalah Aalifa. Dan orang yang mengikuti Cyra tadi malam ketika di mall juga Aalifa.


Aalifa yang saat ini sedang ada job di kota itu. Semalam ketika dirinya sedang pergi bersama temannya ke sebuah mall. Tidak sengaja matanya melihat Cyra dan Akmal juga berada di mall yang sama dengannya. Bahkan Aalifa juga mengikuti Cyra dan Akmal hingga sampai pulang ke hotel.


Aalifa yang mengikuti Akmal dan Cyra sampai ke hotel. Sengaja ikut menginap di hotel itu juga. Pikiran Aalifa sudah tidak baik, melihat Akmal dan Cyra masuk ke dalam hotel cuma berdua saja.


Pagi harinya. Aalifa sengaja bangun pagi-pagi sekali untuk menunggu Akmal dan Cyra di loby hotel. Hingga sampailah di taman yang sekarang mereka singgahi saat ini.


Aalifa mengira jika Cyra mempengaruhi Akmal untuk memblokir semua akun dan sosmed miliknya. Dan Aalifa tidak mengetahui jika Mirza sudah meninggal. Jadi, ketika dirinya melihat Cyra bermesraan dengan Akmal. Hatinya terbakar api cemburu dan rasa sakit yang teramat sakit sekali.


"Apa! Kenapa! Terkejut melihatku ada di sini dan memergoki sikap Anda yang terlihat sok sholihah itu!" ucap Aalifa dengan nada yang terdengar kasar.


"Nona Cyra! Anda itu sudah bersuami! Jadi apa pantas seorang istri yang berpakaian muslimah seperti Anda jalan dengan laki-laki lain seperti ini. Terlebih lagi itu adalah adik dari suami Anda sendiri!


Ucapan Aalifa sukses membuat orang-orang yang ada di situ langsung berbisik-bisik tentang Cyra.


Akmal yang sudah selesai membeli jajanan tersebut. Cukup terkejut melihat orang-orang sedang memperhatikan Cyra. Lebih terkejutnya lagi ketika Akmal melihat Aalifa sedang berdiri di depan Cyra dan mengatakan hal yang tidak-tidak kepadanya.


"Ada apa ini! Kenapa kamu ada di sini Aalifa!" ucap Akmal.


"Kenapa? Kamu takut Kak Akmal ketahuan selingkuh dengan dia!" Aalifa menunjuk Cyra.


Akmal yang geram dengan Aalifa sampai mengepalkan ke dua tangannya sangat erat sekali. "Asal kamu tahu saja Aalifa! Cyra ini istriku! Istri sahku yang aku nikahi secara hukum dan negara. Jadi kamu jangan asal berbicara!"


"Oh! Jadi wanita ini lebih memilih Kak Akmal dibandingkan kak Mirza yang penyakitan itu!"


Cyra sudah tidak tahan dengan ucapan kasar Aalifa. Dirinya refleks menampar pipi Aalifa dengan sangat keras sekali. Dan Aalifa langsung menatap Cyra dengan tatapan nanarnya.


"Asal Anda tahu saja Nona Aalifa yang terhormat! Kak Mirza sudah meninggal sekitar delapan bulan yang lalu. Lalu apa salahnya jika masa iddahku selesai aku menikah lagi dengan laki-laki yang mencintaiku!"


Ucapan Cyra sukses membuat Aalifa merasa terkejut sekali.


"Asal kalian semua tahu!" Cyra menunjuk semua orang yang ada di situ untuk membersihkan namanya yang sudah dicemarkan oleh Aalifa.


"Wanita ini!" Cyra menunjuk Aalifa.


"Dia adalah mantan tunangan suami saya! Tapi mereka batal menikah karena sikap buruknya sendiri yang diketahui oleh mertua saya!"


"Lalu? Salahku di mana menikah dengan kak Akmal yang masih lajang dan dia mau menerimaku apa adanya?" ucap Cyra kepada Aalifa.


Aalifa masih menatap nanar ke arah Cyra yang saat ini sedang tidak bisa mengontrol emosinya.


"Saya kasihan melihat wanita yang tidak punya harga diri seperti Anda, Nona. Dan saya tidak terima dengan tuduhan yang anda berikan kepada saya saat ini. Jadi! siap-siap Anda akan saya laporkan ke kantor polisi karena tuduhan pencemaran nama baik."


Akmal lalu menambahkan sedikit ucapan Cyra. "Aku bersyukur dulu tidak jadi menikah denganmu! Karena kamu ternyata benar-benar wanita berhati busuk! Bahkan kebusukanmu lebih busuk dari bangkai!"


Akmal menunjuk wajah Aalifa. "Tunggu saja surat penangkapanmu. Karena aku sebagai suami tidak rela jika ada yang berani menjelek-jelekkan martabat istriku. Apalagi ini di depan umum dan disaksikan oleh banyak orang!"


Aalifa masih diam saja. Dirinya sedikit ketakutan mendengar Cyra akan melaporkannya ke kantor polisi. Namun hatinya mencoba menenangkan, jika Cyra tidak akan berani melakukan hal itu kepadanya.


Setelah mengatakan itu semua. Akmal langsung mengajak Cyra dan baby Zahwa untuk pergi dari taman tersebut dan kembali pulang ke rumah mereka sendiri. Meninggalkan Aalifa yang saat ini sedang menjadi buah bibir oleh semua orang yang ada di taman.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...