IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
RUTINITAS


Cyra dan Akmal saat ini hampir saja masuk ke dalam rumah mereka. Namun langkah kaki mereka terhenti ketika melihat pintu gerbang terbuka, lalu masuklah sebuah mobil yang cukup mewah ke halaman rumahnya.


"Seperti mobil Hamzah?" ucap Akmal yang didengar oleh Cyra.


Memang benar saja. Ketika mobil sudah terparkir rapi di antara barisan mobil milik Akmal dan Cyra. Yang ke luar dari dalam mobil adalah Hamzah bersama Misha dan baby Abbiyya.


"Masyaallah, Misha," Cyra begitu senang sekali melihat kedatangan sang sahabat.


Senyum bahagia terlihat di wajah ke duanya. Begitupula dengan Akmal dan Hamzah.


"Ayo-ayo silahkan masuk," Akmal menyambut dengan ramah dan baik.


Akmal, Hamzah, Cyra dan Misha, lalu masuk ke dalam ruang tamu rumah Akmal.


"Kalian darimana?" tanya Akmal.


"Kami dari rumah. Ini si Misha ingin sekali datang ke sini. Sebenarnya sudah sejak kemarin. Cuma kemarin kan lagi sibuk di cafe," jawab Hamzah.


"Itu Kakak Zahwa belum mandi ya?" Misha menggoda baby Zahwa.


Cyra tertawa. "Iya, belum. Tadi berjemur dulu di depan."


"Aku ijin memandikan Aiza dulu ya Misha, Kak Hamzah. Biar sama wanginya seperti Abbiyya."


Hamzah dan Misha langsung menganggukkan kepalanya. Cyra pun lalu bergegas masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Akmal yang menemani ke dua sahabat mereka.


"Kamu nggak ke kampus Mal?"


Akmal menjawab pertanyaan Hamzah. "Ke kampus. Tapi nanti jam sembilan atau setengah sepuluh."


Mereka mengobrol santai sambil menunggu Cyra yang sedang memandikan baby Zahwa. Selesai memandikan baby Zahwa. Cyra lalu kembali ke ruang tamu rumahnya.


"Nah! Kak Zahwa sudah cantik tuh Sayang," ucap Misha kepada baby Abbiyya.


Baby Zahwa yang sudah bisa merangkak. Dia bermain dengan seenaknya sendiri. Dan suka memberantakin sesuatu yang dilihatnya.


Misha dan Hamzah bermain di rumah Akmal dan Cyra cukup lama. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Dan Akmal akan bersiap-siap berangkat ke kampus. Pada saat yang bersamaan. Misha beserta Hamzah berpamitan pulang ke rumah mereka sendiri.


"Abu hati-hati ya di jalan. Jangan ngebut-ngebut naik mobilnya," Cyra mengantarkan Akmal masuk ke dalam mobil.


"Iya Istriku yang paling cantik," sambil mencium kening Cyra dengan mesra.


"Abu berangkat dulu ya," Cyra mencium tangan Akmal dengan sopan. Dan Akmal mencium baby Zahwa dengan penuh kasih sayang.


"Assalamu'alaikum," salam dari Akmal sambil masuk ke dalam mobil.


"Wa'alaikumussalam. Daa Abu," Cyra melambaikan tangan baby Zahwa dengan lucu.


Seperti sudah kebiasaan. Setiap kali Akmal akan pergi. Baby Zahwa langsung menangisinya. Akmal melihat hal itu ada rasa senang di dalam hati yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.


Melihat mobil Akmal sudah berlalu pergi dari pekarangan rumah. Cyra langsung mencoba menenangkan baby Zahwa yang sedang menangis, hingga akhirnya dia tertidur dengan sendirinya.


Sholawat terus Cyra nyanyikan dengan merdu ketika sedang menidurkan baby Zahwa di dalam kamar.


Melihat baby Zahwa sudah lelap dalam tidurnya. Cyra memilih membereskan mainan, serta barang-barang yang berantakan di dalam kamarnya.


Tanpa terasa. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang. Cyra yang baru saja selesai beres-beres dan baby Zahwa mumpung masih tidur. Dia langsung segera mandi, setelahnya menunaikan ibadah sholat dhuhur di dalam kamarnya.


Pas sekali. Ketika Cyra baru saja selesai sholat dhuhur. Baby Zahwa terbangun dan langsung minta neenen kepadanya.


Selesai meenyusuii baby Zahwa. Cyra langsung mengganti baju baby Zahwa dengan yang lebih pantas untuk dia ajak pergi. Setelahnya. Cyra langsung berlalu ke luar dari dalam kamar untuk menemui para bibi yang ada di rumahnya.


"Bi! Bibi!"


Bi Sukma yang kebetulan sedang lewat langsung mendekat ke arah Cyra. "Ada apa Bu Cyra?"


"Bi Sukma. Saya mau pergi ke butik dulu. Jaga rumah ya. Jangan biarkan sembarangan orang masuk ke sini. Mengerti!"


Bi Sukma langsung mengangguk. "Mengerti Bu."


"Baiklah. Saya pergi dulu Bi. Assalamu'alaikum."


Salam dari Cyra langsung dijawab oleh bi Sukma. "Wa'alaikumussalam."


Cyra memilih memakai mobil barunya pemberian dari Akmal kemarin. Bukan maksud pamer. Hanya saja Cyra sedang ingin memakai mobil itu. Sebab Cyra langsung jatuh cinta dengan mobil tersebut sejak dia mencobanya kemarin.


Sedang asik mengendarai mobil dengan baby Zahwa yang duduk sendiri di kursi yang sudah disediakan untuknya. Tiba-tiba atensi Cyra sedikit teralihkan ke arah ponselnya yang berada di dasboard mobil.


"Abu menelpon nih Sayang," ucap Cyra kepada baby Zahwa.


Cyra mengangkatnya dengan mengloudspeaker sambungan teleponnya. "Halo! Assalamu'alaikum Abu."


"Wa'alaikumussalam Sayang. Kamu sudah berangkat?"


Cyra langsung menjawabnya. "Sudah Abu. Ini sedang ada di jalan. Abu sendiri bagaimana?"


Akmal yang sama-sama sedang menyetir langsung menjawab. "Iya sama Sayang. Abu sedang ada di jalan. Sebentar lagi sampai."


"Kalau begitu. Abu tunggu di butik ya Umi. Hati-hati di jalan. Assalamu'alaikum."


Cyra langsung menjawab salamnya. "Iya Abu. Wa'alaikumussalam," setelah itu sambungan telepon mereka terputus.


Seperti ucapan Akmal tadi. Jika dirinya memang sudah sampai lebih dahulu dari Cyra. Dan Akmal belum mau masuk. Dia memilih untuk menunggu kedatangan sang istri di depan butik saja.


Akmal menyambut para pembeli yang masuk ke dalam butik dengan ramah dan senyum yang merekah manis.


Banyak bisik-bisik terdengar dari kaum hawa. Karena mereka mengira jika Akmal terlalu tampan dan tidak pantas untuk bekerja di sebuah butik.


Beberapa karyawati butik langsung tersenyum mendengar bisikan dari mereka semua. Ada salah satu karyawati yang mencoba menegur mereka yang sedang berbisik-bisik.


"Maaf Mbak. Mas yang di depan bukan karyawan di sini. Tapi dia pemilik butik ini. Dan dia sudah memiliki istri yang sangat cantik serta anak yang sangat lucu."


Teguran karyawati tersebut sukses membuat bisik-bisik tadi langsung reda. Dan para kaum hawa yang sedikit mengagumi Akmal secara diam-diam sekarang terlihat sungkan.


Senyum Akmal mengembang ketika melihat kedatangan mobil Cyra. Cyra yang sudah memarkirkan mobilnya di samping mobil Akmal langsung didekati oleh Akmal.


"Gendong saja si Aiza, Abu. Dia tidur lagi tuh," ucap Cyra.


"Baiklah." Akmal langsung menggendong sang putri ke dalam gendongannya. Dan mereka lalu masuk ke dalam butik bersama-sama untuk menunggu client mereka yang katanya sedang ada di jalan.


Para kaum hawa yang melihat Akmal berjalan dengan Cyra sambil menggendong baby Zahwa. Mereka semakin iri dengan Cyra. Dan juga penasaran dengan wajah Cyra. Tapi Akmal dan Cyra tidak tahu akan hal itu. Mereka cuek, selagi tidak mengusik kehidupan rumah tangga mereka.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...