IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
SALING PANDANG


Cyra yang merasa tidak enak dengan Akmal, akhirnya mencoba membangunkan Akmal, untuk meminta baby Zahwa kembali.


" Kak Akmal, Kak ," panggil Cyra dengan pelan, sambil menggoyangkan pundaknya.


Akmal yang merasa terganggu dalam tidurnya, dia pun langsung terbangun dan melihat Cyra sudah berdiri di sampingnya.


" Cyra?? ," ucap Akmal.


" Kakak istirahat saja di dalam kamar, pasti Kakak capek, karena baru saja pulang mengajar ," kata Cyra.


" Biar Aiza, Cyra saja yang menidurkannya kembali Kak ," kata Cyra lagi.


Sebelum menjawab ucapannya Cyra, Akmal pun berusaha bangun dari rebahannya, sambil memeluk baby Zahwa di dalam gendongannya.


" Maafkan Kakak ," ucap Akmal.


" Tadi Aiza rewel, karena merasa haus, dan Kakak tidak tega untuk membangunkan mu, jadinya, Kakak sengaja buatkan susu formula untuknya ," ucap Akmal lagi.


Cyra melirik ke arah botol susu yang tergeletak di sela sofa yang diduduki oleh Akmal, dan dia lalu tersenyum.


" Iya tidak apa-apa, terimakasih Kak ," ucap Cyra.


" Maafkan Cyra, yang suka merepotkan Kak Akmal ," ucap Cyra lagi.


" Kamu tidak merepotkan Kakak ko Cyra, itu sudah menjadi kewajiban Kakak untuk membantumu ," jawab Akmal.


" Kalau begitu, sini Kak, biar Aiza, Cyra pindah ke dalam kamar ," ucap Cyra.


Cyra lalu mendekat ke arah Akmal untuk mengambil alih baby Zahwa dari gendongannya Akmal, dan tidak sengaja tangan mereka saling bertumpu, hingga membuat Akmal dan Cyra saling pandang dengan jarak yang sangat dekat sekali.


Untuk pertama kalinya, jantung Cyra berdetak sangat kencang sekali, berada di posisi seperti itu dengan Akmal.


Jangan tanyakan bagaimana detak jantung Akmal, yang pasti detakannya jauh lebih kencang dari Cyra.


Cyra yang tersadar lebih dahulu, dengan perlahan lalu mengambil alih sang baby dari pelukannya Akmal.


" Cyra permisi dulu ya Kak ," pamit Cyra dan Akmal hanya mengangguk saja.


Cyra langsung berlalu dari hadapan Akmal untuk masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Akmal sendiri sambil memegangi dadanya yang masih bertalu-talu, dia terus memperhatikan Cyra yang sedang menaiki tangga menuju ke dalam kamar.


" Astaghfirullah, ada apa dengan jantungku ," ucap Akmal.


Akmal lalu mengusap wajahnya dengan kasar menggunakan ke dua telapak tangannya, dan sekarang dia sudah tidak merasa mengantuk sama sekali, karena kejadian tidak terduga tadi.


Setelahnya, Akmal memilih ikut masuk ke dalam kamarnya, untuk mengistirahatkan badannya, walau matanya sudah tidak merasa mengantuk lagi.


Tidak tahukah Akmal dan Cyra, jika ada yang menyaksikan mereka berdua dengan posisi seperti tadi, dan orang itu adalah Mama Jian yang baru saja ke luar dari dalam kamar.


Mama Jian yang sudah beristirahat dengan cukup, dia langsung ke luar dari dalam kamar untuk membantu Cyra mengurus baby Zahwa. Akan tetapi, Mama Jian yang baru saja melangkah beberapa langkah, Mama Jian tidak sengaja melihat kejadian antara Cyra dan Akmal yang sedang saling menatap seperti tadi.


Mama Jian tersenyum sangat super tipis sekali melihat pemandangan tersebut, ditambah lagi dengan Mama Jian yang mendengar sendiri apa yang tadi dikatakan oleh Akmal. Sehingga membuat Mama Jian yakin, jika sang putra bungsu alias Akmal ada perasaan untuk Cyra.


Singkat cerita, malam pun tiba. Sekitar jam tujuh malam, semua teman-teman Cyra dan Akmal, sudah datang ke rumah Ayah Rafiq untuk melihat baby Zahwa.


Kebetulan yang membukakan pintunya adalah Ayah Rafiq, dan Ayah Rafiq langsung menyuruh mereka semua, untuk duduk di ruang tamu rumahnya.


" Tunggu sebentar ya, akan Paman panggilkan Cyra nya dulu ," ucap Ayah Rafiq.


" Iya Paman ," jawab serempak dari mereka semua sambil mengangguk.


Ayah Rafiq langsung berlalu dari hadapan mereka semua untuk menemui Cyra yang ada di dalam kamarnya.


Namun sebelumnya, Ayah Rafiq menyuruh para Bibi untuk membuatkan minuman serta camilan untuk para tamu.


" Cyra, Nak ," panggil Ayah Rafiq sambil mengetuk pintu kamar Cyra.


Cyra yang sedang meenyusuii baby Zahwa, langsung menjawab panggilan dari Ayah Rafiq dengan sedikit berteriak.


" Iya, sebentar ," kata Cyra menyahut dari dalam kamar.


Cyra langsung menutup kembali zipper bajunya dan lalu berjalan ke arah pintu, sambil menggendong baby Zahwa.


" Eh Ayah, ada apa Ayah?? ," ucap Cyra.


" Itu, di ruang tamu ada teman-teman kamu, cepat sana temuin mereka Nak ," jawab Ayah Rafiq.


" Oh, baiklah Ayah ," jawab Cyra. Dan Ayah Rafiq hanya mengangguk saja.


Ayah Rafiq dan Cyra lalu turun dari atas tangga, berjalan berdua untuk menuju ke ruang tamu.


Akan tetapi, ketika baru sampai lantai dasar, Ayah Rafiq mengurungkan niatnya untuk ikut ke ruang tamu bersama Cyra, dan pada akhirnya, Cyra sendiri yang menemui para sahabatnya.


Kedatangan Cyra bersama baby Zahwa langsung disambut senyuman oleh Abraham, Hamzah, Kalila dan juga Misha.


" Waaah keponakanku, sudah semakin gendut ya ," ucap Misha.


" Jadi tidak sabar deh, ingin segera melihat anakku sendiri lahir ke dunia ini ," kata Misha.


" Sabar, sebentar lagi dia juga akan lahir ko ," jawab Cyra dan Misha langsung tersenyum dan mengangguk.


" Apakah sudah dikasih nama Cyra?? ," tanya Hamzah.


" Sudah ," jawab Cyra sambil mengangguk.


" Siapa namanya nih,? pasti cantik namanya ," kata Abraham.


Cyra langsung menyebutkan nama baby Zahwa beserta artinya kepada ke empat sahabatnya.


" Nah, benar kan, namanya cantik, baby Zahwa ," kata Abraham.


" Oh ya, ngomong-ngomong Akmal ke mana nih,? ko daritadi dia tidak kelihatan ," tanya Hamzah kepada Cyra.


" Tidak tahu Kak, Cyra daritadi di dalam kamar bersama Aiza ," jawab Cyra.


" Apakah Akmal tidak memberitahukan kedatangan kita-kita kepadamu, Cyra?? ," tanya Hamzah lagi.


" Tidak ," jawab Cyra.


" Kak Akmal tidak bicara apa-apa kepada Cyra, Kak ," ucap Cyra.


" Mungkin dia lupa, karena sebelumnya, Kakak sudah mengatakan kepadanya, jika kita akan menjenguk baby Zahwa malam ini ," kata Abraham ikut menyahut, dan Cyra langsung mengangguk.


Sedangkan baby Zahwa sekarang, sedang digendong oleh Kalila.


Di saat sedang asik berbincang sambil memperhatikan baby Zahwa, tiba-tiba pandangan mereka semua teralihkan kepada Akmal, yang baru masuk ke dalam rumah, sambil membawa sesuatu di ke dua tangannya. Dan salam dari Akmal tadi tentu saja langsung dijawab serempak oleh semua orang.


" Kalian sudah lama sampainya?? ," tanya Akmal.


" Iya, cukup lumayanlah ," jawab Hamzah.


" Nah, dia baru saja datang, dari mana saja kamu Akmal?? ," tanya Abraham.


" Tadi sore disuruh Mama untuk mengambil pesanan roti untuk acara besok ," jawab Akmal.


" Cyra, ini Kakak sudah membelikan roti dan puding kesukaanmu juga ," ucap Akmal kepada Cyra.


" Oh ya Kak, sini biar Cyra siapkan di atas piring ," jawab Cyra sambil berdiri dari duduknya dan Akmal hanya mengangguk saja.


" Cyra tinggal sebentar ya ," pamit Cyra kepada ke empat temannya, dan mereka semua hanya mengangguk saja kepada Cyra.


Cyra dan Akmal lalu masuk bersama ke dalam rumah, untuk memberikan pesanan roti kepada Mama Jian.


Setelahnya, Cyra menyiapkan roti serta puding yang sudah Akmal belikan tadi untuknya, supaya bisa dinikmati bersama dengan para teman-teman mereka.


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...