IKHTIAR CINTA AKMAL

IKHTIAR CINTA AKMAL
BERBUAH MANIS


Akhirnya. Tibalah hari di mana Cyra dan Akmal akan menikah.


Cyra dan semua keluarganya, termasuk baby Zahwa sudah menginap di rumah peninggalan Mirza sejak kemarin.


Di rumah itu sudah disulap dengan begitu sederhana. Namun terkesan elegan ketika dipandang mata.


Dekorasi, tenda-tenda sudah tertata rapi di setiap tempatnya. Banyak keluarga juga yang turut hadir ikut membantu, serta dari para petugas WO yang membantu persiapan itu semua.


Cyra tidak tidur di dalam kamar utama. Namun dia tidur di kamar tamu yang ada di bawah.


Tanpa Cyra sadari. Jika di dalam kamar utama juga sudah disulap dengan begitu indahnya. Itu semua ide dari abi Rasyid dan ayah Rafiq. Cyra tinggal di dalam kamar tamu pun, karena bujuk rayuan bohong dari mereka berdua.


"Pamali Nak. Jika kamu tidur di dalam kamar utama yang khusus diperuntukkan oleh Mirza untukmu." Nah seperti itulah ucapan abi Rasyid dan ayah Rafiq kepada Cyra.


Padahal semua itu akal-akalan mereka berdua. Supaya kamar itu bisa disulap untuk Cyra dan Akmal sebagai malam pertama mereka.


Dasarnya Cyra yang penurut. Tanpa merasa curiga sama sekali, dia pun mengiyakan saja. Dan akhirnya dia tidur di kamar tamu yang ada di bawah.


Semua orang merasa terpukau sama seperti Cyra dulu, ketika pertama kali melihat rumah mewah peninggalan Mirza. Yang didesain dengan begitu apik dan indah. Sangat bagus sekali selera Mirza dan sangat beruntung bagi Cyra mendapatkan Mirza. Begitulah yang mereka ucapkan.


Semua foto-foto pernikahan Cyra dan Mirza. Sudah disimpan rapi di dalam ruangan khusus yang disediakan oleh Cyra, untuk menyimpan kenangannya dengan Mirza.


Cyra sudah bercerita dengan Akmal. Dan Akmal tidak marah akan hal itu. Sebab dengan adanya foto pernikahan Cyra dan Mirza dulu. Bisa selalu mengingatkannya untuk memperlakukan Cyra dengan baik. Seperti yang sudah dicontohkan oleh sang kakak dulu.


Saat ini Cyra sedang di make up di dalam kamar tamunya oleh para MUA yang sudah disewa oleh Akmal.


Para MUA itu sangat terkagum dengan wajah cantik Cyra, ketika dia melepaskan niqabnya. Tanpa banyak polesan, wajah Cyra sudah putih bersih dan mulus serta cantik.


"Mas Akmal sudah datang!"


Teriak dari salah satu saudara, yang terdengar hingga ke dalam kamar tamu tempat Cyra sedang di make up.


"Apakah semuanya sudah siap?" umma Nada mencoba mengecek ke dalam kamar.


"Sudah Bu. Tinggal memasangkan mahkota saja ini." Umma Nada menganggukkan kepalanya.


"Cepat sedikit ya. Saya tinggal dulu ke depan." Para MUA gantian yang mengangguk.


Kedatangan Akmal disambut dengan sangat baik sekali oleh semua keluarga besarnya abi Rasyid.


Akmal begitu sangat gagah dan juga tampan. Serta jangan lupakan jika saat ini wajahnya berseri-seri sangat cerah sekali.


Semua sahabat dekat sudah pada berdatangan semua. Dari Hamzah, Kalila dan baby Abbiyya. Abraham dan Misha. Serta Deena dan Fadli yang baru saja pulang dari honeymoon di luar Negeri. Mereka semuanya terlihat bahagia melihat Akmal yang sedang duduk gagah di kursi yang sudah disediakan untuknya.


Pak Penghulu yang sudah datang langsung duduk di kursi depannya Akmal sebelah kanan. Sedangkan di depan Akmal persis ada abi Rasyid yang akan menikahkannya secara langsung.


Para saksi yang sudah ditunjuk pun, sudah pada duduk di kursi yang tidak jauh dari mereka semua. Serta jangan lupakan para keluarga dan para tamu undangan sudah pada tidak sabar menyaksikan labuhan kisah cinta Akmal dengan Cyra.


Padahal ini baru jam sembilan pagi. Masyaallah. Walau ini bukan pernikahan pertama bagi Cyra. Tapi tamu undangan dan semua keluarga yang hadir sudah memadati tenda dan rumah Mirza.


"Bagaimana semuanya? Bisa kita mulai sekarang?" ucap pak Penghulu.


"Bisa!" semua orang menjawab dengan serempak. Hingga seperti mengguncangkan perasaan yang sudah tidak sabar ingin bersanding dengan sang pujaan hati.


Sebagai pembuka. Pak Penghulu seperti biasanya akan membaca bismillah dan doa untuk kelancaran pernikahan Akmal dan Cyra.


Tidak lupa juga, pak Penghulu memberikan sepatah dua patah nasihat kepada Akmal. Bagaimana caranya bersikap baik kepada istri.


Akmal mengangguk senang mendengarkan ceramah singkat untuknya itu. Sedangkan Cyra yang sengaja masih disembunyikan di dalam kamar. Jantungnya seakan mau meledak dan kakinya sangat gemetaran sekali.


"Silahkan Tuan Rasyid. Saya persilahkan." Abi Rasyid mengangguk ramah. Dan lalu ia memulai berjabat tangan dengan Akmal.


"Bismillah hirrohmaa nirrohiim. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Akmal Khan Muhammad Khaliq bin Rafiq Al-Khaliq dengan anak saya yang bernama Cyra Adeeva Rasyid binti Rasyid Ilyas dengan mas kawinnya berupa tanah seluas dua hektar, hafalan surat Ar-rahman dan juga seperangkat alat sholat dibayar tunai.”


Abi Rasyid menghentakan tangannya dengan kuat lalu langsung dijawab oleh Akmal. "Saya terima nikahnya dan kawinnya Cyra Adeeva Rasyid binti Rasyid Ilyas dengan mas kawin tersebut tunai.”


Sangat lancar sekali Akmal dalam menjawab bacaan kabul tersebut. Dan suara sah langsung menggema diseluruh penjuru hingga sampai terdengar di telinga Cyra.


"Silahkan Nak." Abi Rasyid memberikan sebuah mikrofon kepada Akmal.


"Bismillah," ucap Akmal sebelum melafalkan surat Ar-Rahman.


Akmal mulai melantunkan surat Ar-Rahman dengan begitu merdunya. Hingga tanpa ia sadari ada setetes demi tetes air mata yang mengalir dari matanya.


Semua orang yang hadir pada diam dan khidmat mendengar bacaan surat tersebut. Cyra sendiri yang ikut mendengar, juga menangis hingga membasahi niqab yang dipakainya. Dan saat ini statusnya bukan lagi seorang janda. Melainkan istri dari pemuda yang bernama Akmal Khan Muhammad Khaliq.


Semua orang yang mengetahui bagaimana perjuangan Akmal dalam mempertahankan cintanya dengan Cyra. Mereka semua pada terharu, bahkan ada yang menangis meneteskan air matanya.


Perasaan lega bercampur bahagia dan haru. Sangat kental sekali dirasakan oleh semua orang, yang mengetahui bagaimana ikhtiarnya Akmal memendam cintanya kepada Cyra selama ini. Dan Akmal juga sengaja memilih surat Ar-Rahman, karena ada arti di dalamnya yang sangat menggambarkan dirinya sekali yaitu kalimat fabiayyi ala irobbikuma tukadziban yang berarti (maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan).


Kesabaran Akmal bertahun-tahun. Akhirnya berbuah manis dan nikmat Tuhan kamu manakah yang akan Akmal dustakan sekarang.


"Shadaqallahul Adzim." Akmal mengakhiri bacaan surat Ar-Rahman.


"Masyaallah. Sangat merdu dan menyentuh sekali suara Nak Akmal ini. Sungguh beruntung Nak Cyra bisa menikah denganmu, Nak." Kata pak Penghulu.


Akmal tersipu malu. Dan pandangannya tiba-tiba teralihkan kepada bidadari hatinya yang baru saja diajak keluar oleh umma Nada dan keluarga yang lainnya.


Senyum Akmal tercetak jelas sekali di wajahnya. Untuk pertama kalinya, Cyra akhirnya bisa menyalami tangan Akmal dengan penuh rasa hormat dan patuh sebagai seorang istri.


Mata mereka beradu mesra. Hingga membuat semua orang yang melihat ikut baper dibuatnya.


Cium kening Akmal lakukan kepada Cyra, sebagai tanda sahnya mereka berdua hari ini. Dan mulai hari ini tidak ada penghalang bagi mereka berdua untuk terus berdekatan.


Akmal yang terbawa suasana. Tiba-tiba memeluk Cyra dengan sangat erat sekali, sambil menangis sejadi-jadinya tanpa malu dilihat oleh semua orang yang hadir di situ.


Mama Jian, umma Nada dan para sahabat. Juga ikut menangis melihat Akmal menumpahkan kelegaan hatinya kepada Cyra dengan cara memeluknya begitu erat sekali.


Cyra yang terharu dengan perjuangan Akmal pun ikut menangis juga meneteskan air mata berharganya.


Akmal lalu melepaskan pelukannya. Dan dia menyatukan dahinya dengan dahi Cyra masih berderai air mata. "Kamu milikku. Selamanya akan menjadi milikku, Bidadariku."


Cyra menggenggam erat tangan kanan Akmal menggunakan ke dua tangannya. Lalu dia tempelkan ke pipinya. "Bimbing Cyra ya Kak. Supaya bisa menjadi istri yang baik untuk Kakak. Dan terimakasih atas cinta yang tulus yang sudah Kakak berikan kepada Cyra selama ini." Cyra mencium tangan Akmal dengan sangat mesra sekali.


Pandangan semua orang masih sangat fokus melihat Akmal dan Cyra. Yang terlihat sangat mengharukan dan juga menguras air mata.


Bahkan pak Penghulu saja walau tidak tahu bagaimana jalan ceritanya. Matanya ikut berkaca-kaca, karena melihat ada cinta yang besar dari Akmal untuk Cyra.


Akhirnya. Setelah acara yang menguras air mata. Dan Cyra bersama Akmal sudah menandatangi buku nikahnya. Kini tiba saatnya mereka berdua merayakan syukuran atas pernikahan mereka berdua.


Sebelum duduk di kursi singgasana untuk menyalami para tamu undangan yang hadir. Tiba-tiba mata Cyra dikejutkan dengan sebuah kejutan yang sudah Akmal siapkan sejak jauh-jauh hari untuknya.


Mata Cyra terpana melihat kejutan tersebut. Dan kejutan dari Akmal sukses membuat kaum jomblo meronta-ronta.


Nah 'kan? Coba tebak apa kejutan yang Akmal berikan kepada Cyra. Hayo! Lanjut part selanjutnya. 😁😁🀭


...πŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈπŸŽ—οΈ...


...***TBC***...