
Semua orang yang melihat Cyra sudah tenang, karena pengaruh obat yang tadi di suntikan oleh Dokter, membuat perasaan mereka semua sedikit lebih lega.
Baby girl masih terus menangis, karena dia sedang merasa haus, dan mereka semua silih berganti untuk menenangkannya.
Ketika Akmal sudah membawa botol berisi susu bayi, dia langsung bergegas kembali ke dalam ruang perawatan.
" Nah itu Paman sudah datang ," ucap Mama Jian.
" Oh sayang, ayo ikut Abu ," ucap Akmal kepada sang keponakan.
Bingung dan heran, itulah yang dipikirkan oleh semua orang, ketika telinga mereka mendengar Akmal menyebut dirinya Abu bukanlah Paman.
Akmal lalu mengambil alih sang baby ke dalam gendongannya. Akmal menimangnya dengan penuh perhatian, membacakan sholawat sambil memberikan susu yang tadi sudah diambilnya untuk sang baby.
Semua itu tidak luput dari pandangan semua orang yang ada di dalam ruangan, karena Akmal terlihat sudah persis seperti Ayah kandungnya, daripada Pamannya.
" Sepertinya kamu sudah kenyang ya sayang ," ucap Akmal sambil mencium sayang pipi sang keponakan.
" Sholatullah, salamullah ," begitulah lantunan sholawat merdu yang Akmal ucapkan, sambil menimang sang keponakan, hinga tanpa dia sadari jika dirinya sedang diperhatikan oleh semua orang.
Pandangan semua orang termasuk Akmal, tiba-tiba teralihkan ke arah pintu yang terbuka dari luar, yang ternyata ada Abi Rasyid yang sudah pulang dari membeli makanan.
Abi Rasyid tidak datang sendirian, melainkan datang bersama tiga orang saudara Ayah Rafiq.
Abi Rasyid bisa bertemu mereka bertiga, ketika Abi Rasyid akan berjalan masuk ke dalam lift.
Pada waktu itu Abi Rasyid langsung menolehkan pandangannya, ketika dia mendengar ada seseorang yang memanggil namanya, dan itu adalah saudara dari sang besan.
" Waaah, sudah lahir cucuku ," ucap sang saudara laki-laki yang bernama Rudi dengan perasaan senang.
" Iya Mas Rudi ," jawab Ayah Rafiq.
" Oh ya, ini pesanan kamu Rafiq, semua perlengkapan baby nya ada di dalam tas itu ," ucap sang saudara perempuan yang bernama Rina.
" Iya Mbak, terimakasih ," jawab Ayah Rafiq, sambil menerima tas tersebut.
" Itu, anaknya Cyra, laki-laki apa perempuan Mbak Jian? ," tanya saudara yang satunya yang bernama Diah.
" Perempuan, dia cantik sekali ," jawab Mama Jian sambil tersenyum.
" Apakah Cyra baik-baik saja Umma, selama Abi tinggal tadi?? ," tanya Abi Rasyid.
" Cyra tadi mengamuk Abi, karena mendengar cucu kita menangis ," jawab Umma Nada terlihat bersedih.
" Lho ko, kenapa Cyra bisa sampai mengamuk Bu Nada?? ," tanya Rina kepada Umma Nada.
" Cyra terkena baby blues syndrome, karena tertekan keadaan ," bukan Umma Nada yang menjawab, melainkan Ayah Rafiq.
" Astaghfirullah ," ucap Rudi, Rina dan juga Diah secara bersamaan.
" Itu artinya, Cyra harus terus mendapatkan semangat dan perhatian penuh dari kita semua Mas Rafiq ," ucap Diah.
" Iya, kami tahu itu Diah, dan kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik, supaya Cyra segera sembuh ," jawab Ayah Rafiq.
" Aku punya teman yang mengalami baby blues Mas Rafiq, tanpa sadar ketika di tinggal suaminya pergi untuk membeli susu, dia malah membekap wajah anaknya sendiri menggunakan bantal ," cerita Diah.
" Astaghfirullah hal'adzim ," ucap semua orang sangat terkejut sekali.
" Lalu, apa yang terjadi dengan anak itu Mbak?? ," tanya Misha sangat penasaran.
" Untung saja, pada waktu yang bersamaan, Ibu teman saya baru saja datang dan langsung menggagalkan tindakan dari teman saya itu Mbak ," jawab Diah.
" Alhamdulillah ," jawab serempak dari semua orang.
" Apakah teman tante Diah bisa sembuh sekarang?? ," tanya Akmal.
" Alhamdulillah, bisa Akmal ," jawab Diah.
" Dan suaminya itu, terus mengajak teman tante untuk pergi ke pengajian, untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya ," kata Diah lagi.
Mendengar cerita dari Diah, semua orang menjadi was-was dan takut, jika suatu saat Cyra tanpa sadar akan melukai anaknya sendiri.
Apalagi psikis Cyra sedang terguncang karena kematian sang suami, dan kelahiran sang anak di hari yang sama pula. Membuat semua Keluarga, bertekad besar untuk menyembuhkan Cyra dari baby blues syndrome yang dialaminya sekarang.
Setelah puas berbincang dan mengobrol, Rina, Rudi dan Diah, berpamitan pulang kepada semua orang.
Tinggallah Abi Rasyid, Umma Nada, Ayah Rafiq, Akmal, Mama Jian, dan para sahabat Cyra dan juga Akmal yang masih ada di situ.
Ketika mereka semua sedang berbincang santai, Ayah Rafiq tiba-tiba menanyakan sesuatu kepada Akmal.
" Akmal, kenapa tadi kamu menyebut namamu untuk cucu Ayah dengan panggilan Abu,? apakah kamu tahu apa arti Abu itu?? ," tanya Ayah Rafiq.
Semua orang yang mendengar pertanyaan dari Ayah Rafiq, langsung pada mengalihkan pandangannya ke arah Akmal. Dan saat ini si baby sedang digendong oleh sang Nenek yaitu Umma Nada.
" Tahu Ayah ," jawab Akmal dengan santai.
" Emm, karena Akmal tidak ingin dipanggil Paman oleh dia, Ayah ," jawab Akmal lagi.
" Tapi dia keponakanmu sendiri, Akmal?? ," tanya Mama Jian.
" Lalu, apa salahnya Mama, jika si baby memanggil Akmal dengan panggilan Abu?? ," tanya Akmal.
" Lebih baik, nanti kamu tanya saja kepada Cyra, Nak, bolehkah anaknya memanggilmu dengan panggilan Abu ," saran Abi Rasyid.
" Kalau Abi sendiri tidak masalah, selagi cucu Abi merasa bahagia dengan panggilan itu ," kata Abi Rasyid.
" Karena cucu Abi, pasti akan membutuhkan sosok seorang Ayah di sisinya selama dia tumbuh kembang ," kata Abi Rasyid lagi.
" Abi benar, walau Cyra belum tentu mau menikah dengan Akmal, tapi Akmal ingin menghadirkan sosok seorang Ayah di dalam hati keponakan Akmal, Abi ," ucap Akmal di dalam hatinya.
" Bukan maksud hati ingin menggantikan sosok Kak Mirza untuknya, hanya saja Akmal tidak tega, jika dia harus tumbuh tanpa seorang Ayah di sisinya ," ucap Akmal lagi masih di dalam hatinya.
" Benar juga saran Rasyid, Akmal ," ucap Ayah Rafiq dengan tiba-tiba, dan itu langsung membuyarkan lamunannya Akmal.
" Jika kamu harus meminta persetujuan Cyra terlebih dahulu ," ucap Ayah Rafiq lagi.
" Iya Ayah, Abi, Akmal nanti akan meminta ijin kepada Cyra secara langsung ," jawab Akmal.
" Kira-kira, dia namanya siapa ya?? ," ucap Hamzah.
" Entahlah, biar Cyra saja yang memberinya nama, aku tidak mau ikut campur ," jawab Akmal.
" Iya, siapa tahu Mirza sudah memberikan sebuah nama untuknya sebelum dia meninggal ," ucap Ayah Rafiq.
" Semoga, jika Cyra sadar nanti, keadaannya sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya ," ucap Abraham. Dan ucapan Abraham langsung di aamiinkan oleh semua orang.
Ketika Abraham, Hamzah, Kalila, Misha dan juga Deena, sudah puas melihat keadaan Cyra dan keponakan mereka.
Mereka semua lalu berpamitan pulang kepada semua orang, dan para sahabat itu berjanji, akan mengunjungi Cyra dan sang keponakan lagi, jika mereka sedang tidak sibuk dengan urusan masing-masing.
Cepatlah sadar Cyra, karena anakmu sangat membutuhkanmu.
...❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️❣️...
Baby Blues Syndrome sendiri merupakan kondisi yang banyak terjadi pada ibu yang baru melahirkan.
Kondisi ini tidak boleh dibiarkan, karena baby blues syndrome yang tidak segera ditangani, berpotensi menyebabkan depresi pascamelahirkan.
Apalagi kondisi Cyra yang sedang terpuruk seperti sekarang, akan lebih mudah membuatnya semakin depresi dan stres, bahkan gila.
...🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️🎗️...
...***TBC***...